6: datang tamu

478 50 12
                                        

"Qi serius kamu gak mau ke UKS aja?" Tanya Jeno, tadi saat jam pelajaran Qilla mendadak sakit perut ternyata dia datang bulan untungnya dia bawa ekhm pembalut jadinya dia langsung kekamar mandi.


"Gak papa cuma nyeri aja udah biasa" Jeno memandang Qilla dengan khawatir karena wajah Qilla tampak pucat.


"Tapi muka kamu pucat yakin gak mau ke UKS?" Tanya Jeno lagi, Qilla hanya mengangguk dengan lemah.


"Masya Allah Jenong itu Qilla gapapa jangan tanya lagi entar dia ngamok" Vina langsung membalas ucapan Jeno karena greget sendiri ngeliat Jeno yang bertanya terus menerus.


"Iya-iya kan gue khawatir" omong-omong Jeno sudah duduk disamping Qilla hanya kemarin saja bertukar tempat duduk dengan Xena.


"Cieee khawatir sebagai temen atau apa tuh" ledek Angga yang tidak sengaja mendengar percakapan Vina dan Jeno.


"Dahlah terserah lu aja" Jeno memilih diam daripada rahasianya keungkap, cukup Vina dan Kiran saja yang tau.





---





"Masih sakit?" Jeno melihat dari ambang pintu Kenan duduk disebelah Qilla sembari memegangi sebotol air putih.


"Enggak makasih ya Nan maaf aku ngerepotin kamu" Jeno mengepalkan tangannya melihat interaksi Qilla dan Kenan.


Qilla gak pernah ngomong aku kamu ke yang lain kecuali ke Jeno dan sekarang dia ngomong aku kamu ke Kenan.


Paham tidak? Jeno merasa bahwa dia orang spesial bagi Qilla namun sekarang? Lihatlah bahkan Qilla meminta pertolongan Kenan bukannya Jeno.


"Jen lu ngapain?" Jeno tersentak lalu menengok kearah sebelah nya ternyata Vina yang memanggilnya.


"Astaga Dev lu ngagetin aja" oh iya Jeno kadang memanggil Devina dengan sebutan Devina, atau Dena tapi Vina menyarankan jangan Dena karena itu panggilan kesayangan Angga ke Vina.


Jeno hanya menuruti Vina dan memanggilnya dengan sebutan Dev mengingat mereka dekat dari kecil.


"Ya habis ngapain lu berdiri disi- oh ngeliat doi toh" Jeno melototi Vina namun Vina hanya masuk kelas dengan santai.






-o0o-






"QILLA INI ADA KENAN KATANYA MAU NANYAIN TUGAS" Qilla yang lagi guling-guling dikasur langsung beranjak dari kasur padahal dia lagi mager ngapa-ngapain.


Ibunya Qilla nyuruh mereka belajar diatas aja, ditempat biasanya kawanan Qilla nongkrong jadi rumahnya Qilla itu tingkat 2 dan ada terasnya, beberapa tanaman plus karpet untuk bersantai.


"Maaf ya Qi ganggu" Qilla geleng-geleng sembari menjelaskan beberapa tugas yang tidak dipahami oleh Kenan.


"QILLA INI ADA VINA, KIRAN SAMA ACELL" teriak ibunya Qilla.


"Masya Allah maaf ya Ken kalo mereka entar ganggu" Qilla langsung pergi kearah pintu.


"UWAW ADA KENAN NGAPAIN NIH BERDUAAN MANA DIATAS PULA" Qilla yang kesal langsung memukul lengan Acell dengan keras hingga sang empunya meringis kesakitan akibat pukulan Qilla yang tidak main-main.


"Kalo berisik mending pulang aja sana lu" usir Qilla sedangkan Acell langsung cemberut.


"Yeu temennya datang jauh-jauh bukan nya disuguhi makanan atau minum ini malah diusir" cibir Kiran.


"Biarin soalnya Lo pada berisik"


"Hus jangan debat kasian Kenan mau belajar malah keganggu"


"Enggak papa kok gue santai juga belajarnya, omong-omong kalian mau gue pesenkan makanan?"
















-TBC-

Istiqlal and Katedral✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang