"Pagi, Jordi."
Aurel-yang pagi ini terlihat sangat cantik dengan pakaian olahraganya dan pita biru yang menghiasi rambutnya menyapa Jordi di depan gerbang rumahnya.
Jordi menoleh dan tersenyum lebar yang membuat Aurel membuang mukanya ke samping karena kemunculan lesung pipi di kanan-kiri pipi Jordi.
"Hai, pagi juga. Kenapa dateng?"
"Emang nggak boleh?" kata Aurel, matanya fokus ke satu titik di mana Papanya sedang duduk merapihkan dasinya. "Eh, ada bokap lo?"
Jordi mengangguk. "Iya."
"Kapan pulang?" Aurel mendorong tubuh Jordi yang menghalangi jalannya dan memasuki rumah cowok itu.
"Rel, apaan sih?" tahan Jordi. "Lo berangkat sono, nanti telat."
"Gue mau nyapa bokap lo doang, abis itu berangkat. Nggak apa-apa, kan?"
Jordi ingin membantah namun raut wajah senang Aurel serta senyuman kecil di wajah cewek itu membuat Jordi mengurungkan niatnya, senyuman yang hilang 1 tahun lalu, tepatnya saat semua yang dimiliki Aurel hilang karena dirinya sendiri dan Jordi tahu semua itu.
Tidak ingin membuang waktunya karena melihat dua orang yang berjarak tidak jauh darinya melepas rindu, Jordi membuka ponselnya dan menelepon pacarnya.
"Halo, sayangkuuuu."
Terdengar grasak-grusuk sebelum Bilqis berbicara.
"Masih pagi udah gombal aja ya bund."
"Gue jemput ya?"
"Gue udah di sekolah."
Jordi berdecak. "Kok nggak bareng gue, sih?"
"Jo, gue tutup ya telponnya, dipanggil guru nih. Lo cepetan berangkat bentar lagi bel."
"Dih? Gitu doang?" Jordi mencibir setelah sambungannya dimatikan sepihak oleh Bilqis.
"Ya udah gue berangkat sendiri. Yang penting gue ganteng." Dengan pedenya Jordi berucap begitu di depan kaca spion motornya dan merapikan rambutnya yang dia tata serapi mungkin, dan jangan lupakan Jordi menyisir rambutnya hingga keningnya terpampang jelas yang kalau kata Tisya bikin cewek-cewek berkali-kali lipat jatuh cinta kepada Jordi.
"Jordi, tunggu!" Aurel memanggil di sela-sela obrolannya dengan Papanya.
"Apa?" Jordi menghela napasnya dan menatap Aurel malas.
"Gue nebeng dong. Udah siang nih takut nggak keburu."
"Tadi kan udah gue bilang berangkat cepetan."
"Boleh nebeng nggak?" tanya Aurel.
Mau tidak mau Jordi mengiyakan. "Boleh."
Aurel menatap Jordi sebentar dan berlari ke rumah yang berada di samping rumah Jordi.
***
"Bilqis!"
Jordi meneriaki nama Bilqis dari parkiran saat cewek itu sedang berjalan menyebrangi lapangan. Yang dipanggil sibuk menengok ke sekelilingnya dan tidak menemukan orang yang memanggilnya diapun melanjutkan jalannya.
"Jo, makas-"
Ucapan Aurel terpaksa berhenti ketika Jordi yang terburu-buru membuka helmnya dan pergi tanpa menengok ke arah Aurel barang sedetikpun.
"-sih."
"Sama-sama."
Raihan merangkul Aurel dari belakang dan menggiring cewek itu melewati koridor yang di penuhi siswa-siswi di depan kelas.
KAMU SEDANG MEMBACA
FEROX
Novela JuvenilNabila Qisa lebih akrabnya dipanggil Bilqis. Bilqis adalah seorang gadis yang populer dikalangan remaja. Memiliki keluarga yang sangat berkecukupan serta otak diatas rata-rata alias pintar, selain itu Bilqis cantik dan sangat ramah, baik kepada oran...
