XVII - bianglala

123 15 0
                                        

Jungwoo
Na, lo dimana? Main yuk

Nara
Baru bangun gue. Main kemana?

Jungwoo
Yaudah lo cepet siap-siap. 10 menit lagi
gue jemput lo. Kita main ke Ancol.

Nara
Gila lo?

Jungwoo
Iya gue gila karna lo.
Udah deh cepet sana mandi. Bau lo

Nara
Ya ya gue mandi nih.

Nara segera bangkit dari kasurnya lalu menuju kamar mandi untuk mandi dan segala hal. Jungwoo semenjak pulang dari Singapore benar-benar aneh. Seperti bukan Jungwoo yang Nara kenal selama ini.

Nara memakai celanan jeans sobek favoritnya, kaos berwarna hitam, outer kotak-kotak dan tentu saja sepatu convers favoritnya. Tak lupa rambut panjang sebahunya dia ikat pony tails asal-asalan. Fix ini mah gaya Nara banget.

Nara memandang pantulan dirinya di kaca, "pucet banget lo." Merasa pucat, Nara memilih mengoleskan sedikit lips product favoritnya yang baru; romand zero velvet tint shade witty.

"Berani banget penampilan gue. But not bad lah." Nara menorehkan bedak juga di wajahnya supaya terlihat sedikit berdandan.

"Nah gini baru cakep gue." puji Nara pada dirinya.

Jungwoo
Gue udah nyampe. Buruan!

Nara memutar bola matanya bosan.

Nara
Iya. Sabar.


"Tumben lo pake lipstick warna gitu."

Nara sedikit membenahi posisi duduknya, "ah ini. Iya gue baru beli kemarin. Bagus ngga?"

"Bagus. Cantik kok."

Nara sedikit tersipu malu.

"Lipstick nya maksud gue. Bukan lo."

Nara yang tadinya tersenyum malu-malu langsung mengubah raut wajahnya menjadi jutek.

"Iya iya lo juga cantik." puji Jungwoo setelah melihat perubahan raut wajah gadis di sampingnya.

"Yang ikhlas dong." protes Nara.

"Nara cantik banget hari ini." ucap Jungwoo dengan nada manis. Sedangkan Nara hanya bisa tersenyum malu-malu.

"Eh ini kita mau kemana? Ancol kata lo? Ngapain?"

"Nyari uang." Nara menatap Jungwoo yang sedang fokus menyetir di sampingnya.

"Yang bener dong."

"Ya main lah Naa. Kan gue baru pulang dari Singapore. Agak stres juga kalo harus kuliah terus. Ya sesekali main ngga papa kan?"

Nara mengangguk, "nanti kita main apa? Ke Dufan?"

"Boleh. Terserah lo aja."

Nara tersenyum jahil, "bener nih terserah gue?"

"Iyaa Naa."

"Traktir gue makan juga ya?"

Jungwoo melirik Nara yang sedang tersenyum jahil padanya.

"Iya terserah kamu." Jungwoo mencubit pipi kanan Nara gemas. Nara sendiri terkejut mendapatkan perlakuan seperti ini dari laki-laki di sampingnya.

Jungwoo menyadari perubahan perilaku Nara, yang tadinya dalam mode jahil sekarang memilih untuk diam dan duduk fokus ke depan. Awkward.

She is Fine || Jung JaehyunCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang