XVIII - badmood

130 16 2
                                        

"Makasih ya Wu." ucap Nara.

Saat ini mereka sedang berjalan menuju parkiran mobil Jungwoo setelah menaiki bianglala.

"Santai aja." balas Jungwoo.

"Nara." merasa namanya dipanggil, Nara langsung berhenti dan menoleh ke belakang, diikuti oleh Jungwoo.

"Jaehyun?"

Nara terkejut mendapati Jaehyun sedang berdiri di belakangnya sambil memasang wajah datarnya.

"Bisa bicara?" tanya Jaehyun.

Jungwoo paham, "aku ke sana dulu." pamitnya.

"Oh oke." balas Nara, mencoba untuk tenang dengan wajah datarnya juga.

"Ikut aku." perintah Jaehyun yang berjalan mendahului Nara. Nara mengikutinya dari belakang. Hingga tibalah mereka di sebuah kafe yang sudah tutup namun ada tempat duduk yang berada di luar yang bisa mereka tempati. Suasana dufan saat ini tak terlalu ramai malah terkesan sepi sebab sudah malam.

"Duduk." perintah Jaehyun yang sudah duduk di kursinya. Nara mengikuti.

"Aku bener-bener ngga nyangka kamu kaya gini di belakang aku." ucap Jaehyun membuka percakapan.

"Maksud kamu?" tanya Nara yang masih tidak paham.

"Kamu selingkuh sama cowo itu kan?" Nara menatap Jaehyun tajam.

"Maksud kamu? Aku selingkuh? Kamu ngga salah?" Nara memajukkan tubuhnya.

"Nih bukti yang udah aku dapetin selama ini." Jaehyun melemparkan beberapa lembar foto di meja.

Nara mengamati tiap lembar foto-foto itu. Ada yang diambil saat Jungwoo dan Nara sedang night-ride kala itu, foto-foto mereka sedang di perpustakaan, bahkan foto mereka bermain hari ini.

"Kamu dapet dari mana foto-foto ini?" tanya Nara yang masih mengamati tiap foto-foto itu.

Jaehyun tersenyum sinis, "perlu banget tau? Buktinya udah jelas kan?"

Nara mengalihkan padangannya ke laki-laki di depannya.

"Iya bener ini aku sama Jungwoo. Tapi aku bener-bener ngga paham sama pola pikir kamu. Bisa-bisanya kamu mikir dengan foto ini kalo aku selingkuh sama Jungwoo. Cetek banget pikiran kamu Jae." balas Nara tak kalah sinis.

Jaehyun mengangkat salah satu alisnya, "terus maksud kamu aku ngada-ngada gitu? Kamu pikir dong Na. Yang buat hubungan kita kaya gini itu kamu. Bahkan foto pas di perpustakaan itu yang kamu tidur trus diliatin sama dia, kamu masih pacar aku. Terus foto pas kalian naik motor itu, kamu juga masih jadi pacar aku." kali ini nada bicara Jaehyun sedikit meninggi namun dia berhasil menahannya.

Nara terdiam, memilih mendengarkan perkataan Jaehyun.

"Kamu ngga punya dalil gitu untuk nolak semua ini?"

Nara menghirup napasnya dalam-dalam, "aku memang pergi ke perpus sama Jungwoo, aku juga naik motor bareng sama Jungwoo. Tapi kita cuma teman. Ngga lebih." Nara mencoba mengontrol suaranya supaya tidak terlihat sedang bergetar.

"Cih. Kamu ngga tau kalo dia suka sama kamu?"

Nara tidak terlalu terkejut mendengar perkataan Jaehyun barusan sebab dia menyadari saat mereka berada di perpustakaan kemarin.

"Aku tau. Tapi aku nganggep dia cuma teman." kekeuh Nara

"Kamu yakin? Coba liat ini." Jaehyun melemparkan selembar foto lagi, dimana menunjukkan adegan pelukan Jungwoo dan Nara tadi di atas bianglala.

"Kamu dapet dari mana foto ini?" tanya Nara sedikit terkejut dan takut.

"Masih mau ngeles kamu?" bukannya menjawab, Jaehyun malah memojokkan Nara.

She is Fine || Jung JaehyunCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang