Liburan semester telah tiba, Nara memilih menghabiskan masa liburannya di rumahnya bersama ibu dan adik kembarnya. Biasanya, dulu saat masih berpacaran dengan Jaehyun, Nara tidak pernah pulang ke rumahnya saat liburan semester. Dia memilih untuk tinggal di kosan atau kalau tidak menginap di apartemen Jaehyun.
"Nara, tolong angkat cucian di belakang. Mau hujan." perintah ibunya.
"Oke ma." Nara yang sedang bermain dengan si kembar langsung pergi menjalankan perintah ibunya.
Menurut Nara, sejak dia sering pulang akhir-akhir ini dan ditambah dengan liburan semester yang dia habiskan di rumah, sikap ibunya menjadi lebih baik. Tidak lagi kasar, namun masih sering membentak.
Setelah mengangkat cucian, Nara kembali masuk ke rumahnya.
"Nara, sini bentar." ibunya memanggil Nara ke dalam kamarnya.
"Ada apa ma?"
"Kamu mau makan keluar ngga? Sama mama dan adik-adikmu."
"Ha?" bukannya menjawab, Nara malah bertanya balik pada ibunya.
"Maksud mama? Bentar. Aku ngga paham. Kok mama tiba-tiba pengen keluar?" tanya Nara lagi.
"Mama lagi ada rejeki, ayo makan di luar. Ajak adik-adikmu juga. Kita kan udah lama ngga makan bareng di luar sejak papa mu meninggal."
Nara menatap ibunya dengan mata berkaca-kaca lalu memeluknya.
"Ma..." Nara menangis dipelukkan ibunya sambil terisak. Nara benar-benar merindukan perilaku ibunya yang seperti ini.
"Kenapa kamu nangis?" tanya ibunya sambil mengusap pungguh Nara.
"Kamu pasti merasa tertekan ya selama ini? Makanya ngga mau pulang. Maafin mama ya." Nara semakin menangis di bahu ibunya.
"Maafin Nara juga ma yang ngga pernah pulang selama ini. Nara ngerasa Nara udah nelantarin mama."
"Ngga papa sayang. Udah yuk berhenti nangisnya." ibu Nara melepas pelukan mereka berdua dan mengusap air mata anaknya itu.
"Yuk siap-siap. Kita makan di luar."
Nara mengangguk dan pergi ke kamarnya untuk bersiap-siap.
"Mama mau makan apa?" tanya Nara sambil menggenggam kedua tangan adik kembarnya supaya tidak hilang.
"Ikut kamu aja. Kamu mau makan apa?"
Nara sedikit berpikir, lalu bukannya menjawab dia malah bertanya pada kedua adik kembarnya, "Nia sama Nio mau makan apa?"
"Mie." jawab mereka berdua kompak.
"Olright. Gimana ma?" kali ini Nara bertanya pada ibunya.
"Yaudah yuk kita cari mie." Nara tersenyum lalu mereka berempat berjalan sampingan. Nara menggandeng Nia dan Nio digandeng oleh ibunya.
Dari belakang, Nara dapat melihat punggung ibunya yang selama ini terlihat jauh sekali. Namun sekarang Nara senang sebab ibunya sudah kembali seperti semula. Nara berharap perasaan ini akan bertahan lama.
"Kak, beliin Nia mainan itu." Nara menatap mainan yang sedang ditunjuk oleh adiknya, sebuah rumah-rumahan barbie.
"Bukannya kamu udah punya?"
Nia menggeleng, "beliin ya kak?"
"Iya nanti waktu ulang taun kalian kakak belikan itu untuk Nia."
Nia tersenyum riang.
Nara sendiri harus memutar otak untuk bisa membelikan adiknya mainan itu. Selama ini Nara mendapatkan beasiswa namun semester terakhir ini dirinya tak yakin apabila dia akan mendapatkan beasiswa lagi atau tidak. Sebab nilainya turun jauh. Semester ini Nara merasa dirinya telah gagal. Banyak pikiran yang mengganggunya, dari hubungannya dengan Jaehyun yang harus berakhir, tekanan dari keluarganya yang selalu ingin Nara menjadi yang terbaik dan juga perilaku ibunya pada Nara. Tapi Nara bersyukur masih bisa bertahan sampai detik ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
She is Fine || Jung Jaehyun
Fanfiction[COMPLETED STORY] Jealousy is just love and hate at the same time - Drake. Highest rank : #ffjaehyun 1 [2 Juli 2021]
