III - good guys

178 19 0
                                        

"Anggota kelompok kita kurang 1 nih. Masa cuma lo, gue, Mina, sama Lucas sih." tanya Rose sesaat setelah Bu Tiffany keluar.

"Tau deh." balas Nara.

"Eh ajak aja Jungwoo, dia kan ngga masuk hari ini. Pasti dia belum dapet kelompok." balas Mina. Rose tersenyum cerah.

"Lo menemukan harta karun sumpa. Kenapa gue ngga kepikiran Jungwoo coba. Yaudah angkut deh."

"Eh ini kapan kerkel nya?" tanya Nara.

"Eh bentar. Cas, lo hubungi Jungwoo ya, kasih tau dia kalo dia masuk kelompok kita dan tanya sama dia kapan bisa kerkelnya." jelas Rose.

"Kok dia doang yang ditanyain bisanya kapan. Gue engga nih?" tanya Lucas dengan nada sedikit protes.

"Alah gaya lo. Emang lo bakal ikut mikir?" cerca Rose.

"Udah deh cepet hubungi dia."

Lucas segera melakukan perintah Rose dan tanpa menunggu lama Jungwoo membalas.

"Hari ini dia bisa. Dia lagi di kantin juga katanya."

"Dih ngga kelas malah ngantin. Emang anak cerdas beda. Yaudah yuk ke kantin."

Setibanya di kantin ternyata hanya ada Jungwoo dan beberapa maba yang tengah menikmati makanannya.

"Lo kenapa ngga kelas Wu?" tanya Mina setibanya di samping Jungwoo.

"Laper." balas Jungwoo singkat.

"Dih. Irit banget." balas Rose.

"Hey my bro. Neomu hungry. Gue pesen juga deh." Lucas menaruh tasnya di depan Jungwoo dan segera pergi pesan makan.

"Selamat siang Mbak Ella." sapa Lucas dengan genit kepada mbak-mbak kantin. Mbak yang bernama Ella tersebut hanya tersenyum malu. Seperti sudah hapal apa yang biasa dilakukan oleh Lucas.

"Kaya biasanya ya Cas?"

"Ih Mbak Ella udah hapal ya sama pesenan Mas Lucas ini. Perhatian banget deh." balas Lucas sambil memasang senyuman tengilnya.

Nara dan Rose memutar bola matanya bosan mendengar percakapan antara Lucas dan Mbak Ella, "gila crush lo Min." ucap Nara spontan kepada Mina.

"Ih udah deh biarin." Mina menatap Lucas malu. Bagaimana bisa seorang Mina bisa mempunyai crush kepada seorang tengil seperti Lucas begitu.

"Btw ada tugas kelompok ya?" tanya Jungwoo yang baru saja menghabiskan makanannya.

"Hooh. Suruh buat berkas persidangan dari mulai surat gugatan sampe ke putusan." jawab Mina.

"Dosen sakit emang Bu Tiffany itu." sahut Nara sambil meminum es teh tawar nya.

"Deadline nya minggu depan bro. Bener-bener dosen itu. Capek gue. Mo rabi aja." kali ini Rose menimpali lagi.

"Udah jomblo, ngga sadar diri juga." celetuk Lucas yang baru saja datang dengan membawa sepiring nasi campur dan es jeruk.

"Eh apaan sih lo nyaut-nyaut aja."

Mina menghela napas malas melihat adu bacot Rose dan Lucas tiada henti.

"Bagi tugas aja. Kan kita ada 5 anak." Jungwoo menyudahi pertengkaran antara Lucas dan Rose.

"Masing-masing anak ngerjain 1 surat. Ntar putusan kerjain bareng. Gue gugatan, Nara jawaban, Rose replik, Mina duplik, terus emm lo Lucas, bagian nyediain sarana dan prasarana buat kita aja. Kaya tempat kerja kelompok sama jajan."

Lucas menatap dengan senyuman kepada Jungwoo sambil mengacungkan jempol, "sip deh. Lo emang paling pengertian sama gue. Gue ngga paham sama kaya gituan. Mending gue emang bagian sarana dan prasarana aja." Rose dan Nara begidik jijik melihat Lucas yang selalu pede walaupun dia seperti sedang direndahkan dengan tidak diberikannya tugas membuat surat.

She is Fine || Jung JaehyunCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang