{7} What's Wrong with Me 2?

614 115 6
                                        

Jangan lupa vote dan komen kalian ya^^

===============

Akhir pekan ini, pekerjaan Mi Kyong tidak terlalu banyak sehingga dia bisa pulang satu jam lebih cepat dari hari-hari sebelumnya. Berkat bantuan Ji Woon, Mi Kyong akhirnya bisa beradaptasi dengan pekerjaannya. Pria itu juga sering membantunya sehingga pekerjaan Mi Kyong tidak terlalu berat.

Setelah menyelesaikan pekerjaannya, Mi Kyong memasuki ruang kerja Jae Hyun. Pria itu tengah sibuk dengan laptopnya. Di batang hidungnya yang mancung, bertengger kacamata dengan bingkai berwarna perak yang sering dipakainya saat berkutat dengan layar laptop. "Sajangnim," ujar Mi Kyong penuh hormat.

"Jam kerjamu sudah berakhir," gumam Jae Hyun tanpa mengalihkan tatapannya dari laptop. "Jadi kau boleh memanggilku Oppa."

Mi Kyong tersenyum lalu berkata, "Aku ingin pulang duluan. Jadwal Oppa minggu depan sudah kukirim lewat e-mail."

Jae Hyun langsung menatap Mi Kyong setelah kalimatnya selesai. "Kau ingin pulang sekarang?" tanya Jae Hyun sedikit terkejut.

"Ne. Sahabatku, Ah Rim, mengirimiku pesan sore tadi. Dia mentraktirku makan di restoran bbq."

Jae Hyun mengangkat sebelah alisnya. "Aku juga ingin mentraktirmu malam ini ke restoran kulit babi milikku. Dulu kau sangat menyukai masakan di sana," ujar Jae Hyun, mencoba meluluhkan niat Mi Kyong.

Mi Kyong tersenyum manis. Dia tahu kalau Jae Hyun ingin membuatnya goyah. "Oppa bisa mentraktirku besok," Mi Kyong tetap kukuh. "Sudah lama aku tidak bertemu dengan Ah Rim karena kami sama-sama sibuk bekerja. Aku tidak ingin menyia-nyiakan akhir pekan ini."

Merasa tidak bisa meruntuhkan keteguhan Mi Kyong, Jae Hyun hanya tersenyum kecut. Dia berkata, "Baiklah. Jangan pulang terlalu malam. Kau harus menyiapkan banyak tenaga untuk kencan kita besok. Mau kuantar?"

Mi Kyong menggeleng. "Oppa selesaikan saja pekerjaan Oppa. Kalau begitu, aku pergi dulu." Usai mengucapkan perpisahan dengan singkat, Mi Kyong segera berjalan menuju lift. Banyak pengawai yang berlalu lalang di saat berakhirnya jam kerja.

Jalanan kota Seoul menjelang malam hari tampak ramai. Bunyi klakson dan degung mobil berbaur menjadi musik di tengah perjalanan Mi Kyong menuju halte bus. Sekitar lima belas menit kemudian, Mi Kyong akhirnya tiba di restoran Korean Bbq yang kini dipenuhi pembeli.

Ah Rim sudah tiba lebih dulu bersama seorang pria yang duduk di sebelahnya. Mi Kyong menghampiri sahabatnya itu dengan senyum cerah di wajahnya. "Mi Kyongie*..." gumam Ah Rim sambil memeluk sahabatnya. "Akhirnya kita bisa makan bersama lagi," imbuhnya.
__________________________
*Akhiran yang melekat pada akhir nama seseorang sebagai tanda kedekatan dan kasih sayang. Suffix ini hanya digunakan kepada nama-nama yang berakhiran konsonan saja.

"Ne... sudah lama aku menantikan kesempatan ini," balas Mi Kyong. Dia melirik pria yang mengamati mereka berdua, lebih tepatnya mengamati Mi Kyong. Pria itu mengenakan sweeter biru pucat yang ujung kerahnya menyentuh dagunya. Poni rambutnya diselipkan ke balik topi beanie. "Dia pacarku, Park Seo Jun. Dulu dia teman SMP dan SMA kita," ucap Ah Rim.

"Annyeong haseyo**," sapa Mi Kyong ramah.
______________________
**Apa kabar/selamat pagi/siang/sore/malam.

Seo Jun menatap Mi Kyong begitu intens hingga membuat Mi Kyong merasa tak nyaman. Tatapan pria itu seperti harimau yang mengawasi mangsanya dan siap menerkam kapan saja. Beberapa detik kemudian, Seo Jun membalas dengan nada getir. "Kau tidak ingat siapa aku?"

Mi Kyong mengangguk sebagai jawaban. "Mianhae," sesal Mi Kyong. "Kebanyakan hal yang masih kuingat hanya identitasku dan hal-hal yang pernah kupelajari. Aku tidak bisa mengingat siapa teman dan keluargaku, bahkan pacarku sendiri."

The Lost Soul Mate ♡Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang