{5} Gossip

746 127 4
                                        

Usai memilih makanannya, Mi Kyong pun menempati meja panjang bersama sekretaris-sekretaris wanita lainnya. Kantin perusahaan itu dipenuhi oleh para pegawai yang tengah menikmati makan siang mereka sambil bergosip.

Sebelumnya, Jae Hyun menawari Mi Kyong untuk makan siang bersamanya di restoran hotel milik pria itu, yang letaknya tidak jauh dari perusahaan. Namun Mi Kyong menolaknya. Dia mau mengenal para pegawai lainnya sehingga dia lebih memilih makan di kantin perusahaan.

"Akhirnya kami bisa makan bersamamu lagi, Mi Kyong-ssi," ucap seorang wanita yang duduk di seberang Mi Kyong.

"Benar, biasanya kau jarang makan bersama kami."

Beberapa yang lainnya juga ikut menimpali berupa kalimat serupa. Mi Kyong hanya tersenyum dan menjawab singkat lalu melahap bibimbap-nya*.
________________________
*Makanan Korea berupa semangkuk nasi putih dengan lauk di atasnya seperti sayuran, daging sapi, dan telur serta dilengkapi saus pedas gochujang.

Hampir seluruh sekretaris di meja itu mengamati mangkuk Mi Kyong yang terisi penuh. Sayur di mangkuk itu menumpuk hingga sedikit keluar dari batas tinggi mangkuk. "Porsi makanmu masih sama saja seperti sebelumnya," Sekretaris Kang bergumam pelan.

"Dan badanmu tetap langsing," Sekretaris Cho juga ikut menimpali sambil menatap iri perut Mi Kyong yang rata.

Mi Kyong menatap mereka lalu berkata dengan rendah hati, "Eonni-ku bilang aku ini rajin yoga dan jogging tiap akhir pekan. Aku juga berolahraga ringan tiap ada kesempatan. Belum lagi jarak halte bus dari rumahku cukup jauh, makanya badanku tidak gemuk sekalipun aku makan banyak." Mi Kyong memasukkan sesendok sup kimchi ke mulutnya lalu mendengar Sekretaris Kim bergumam, "Kulitmu juga sangat terawat. Apa kau sering ke salon atau memakai skin care mahal?"

"Ya¹! Mi Kyong mengalami amnesia, kenapa kau malah menanyainya tentang hal itu?" seru Sekretaris Oh.
_______________________
¹Hei.

Sekretaris Kim mendengus. "Dia kan masih bisa melihat produk-produk skin care di meja riasnya dan jadwal di buku agendanya. Jangan berlebihan dengan amnesia-nya."

Yang lainnya menatap Mi Kyong, menunggu jawaban darinya. "Aku sudah mengecek jadwal rutinku," jawab Mi Kyong santai. "Yang ada hanya jadwal potong rambut ke salon. Untuk skin care, aku hanya memakai produk kelas menengah." Jadwal itu telah dilakukannya delapan hari yang lalu. Rambut hitam Mi Kyong yang sebelumnya menyentuh pinggangnya, sekarang hanya sepanjang setengah punggungnya. Kini rambutnya itu diikat seperti ekor kuda agar tidak mengganggunya bekerja.

"Heh... apa saja yang kau pakai?" Kali ini Sekretaris Oh yang bersuara.

"Krim pelembap wajah dengan SPF dan vitamin E, putih telur sebagai masker wajah, dan sabun wajah. Mmm, penghapus make up-ku juga berfungsi seperti toner wajah, jadi aku tidak perlu beli toner lagi. Hanya itu," jelas Mi Kyong.

"Tidak mungkin!"

"Bagaimana bisa?!"

"Kau tidak memakai krim untuk malam hari?!"

Mi Kyong tersenyum ketika berkata, "Aku juga rutin minum teh hijau melati. Teh ini mengandung antioksidan yang tinggi dan bagus untuk kesehatan kulit. Zaman sekarang ini ada banyak produk kelas menengah yang bagus. Asalkan memakai produk yang sesuai dengan kebutuhan kulit kita dan rutin memakainya, hasilnya tak kalah bagus dengan produk mahal maupun pergi ke salon." Mi Kyong menyadari kalau dia masih bisa mengingat sebagian besar hal yang pernah dia pelajari dulu. Sayangnya, ini tidak berlaku untuk kenangan masa lalunya.

Puas mendengar penjelasan Mi Kyong, mereka pun beralih ke topik lain. "Direktur Yoo masih saja sering merepotkanku," Sekretaris Kim menyampaikan keluhannya. "Lusa lalu, dia lagi-lagi lupa membawa obatnya, jadi aku harus kembali lagi ke rumahnya."

The Lost Soul Mate ♡Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang