{8} Date

607 105 4
                                        

Playlist : Chen EXO ft. Punch - Everytime
🎶


Sesuai rencana, keesokan harinya, Mi Kyong dan Jae Hyun berkencan ke taman bermain di Seoul yang dibangun oleh Grup Chin Hwa. Mulanya Mi Kyong kira taman itu masih sepi karena baru dibuka. Namun saat dia masuk dan tidak ada satu pun pengunjung, tiba-tiba pemikiran lain terlintas di kepalanya. "Oppa," gumam Mi Kyong sambil menatap curiga ke arah Jae Hyun. "Apa Oppa menutup taman bermain untuk umum selama kita berkencan?"

Jae Hyun tersenyum lalu menjawab dengan enteng. "Kau menyukainya?"

Mi Kyong memukul lengan Jae Hyun sambil berseru kesal, "Oppa!" Pukulan itu tidak keras sehingga tidak menyakiti lengan Jae Hyun yang berotot. "Oppa ini berlebihan sekali. Aku kan sudah bilang kita berkencan seperti pasangan umumnya!"

"Memangnya pergi ke taman bermain tidak seperti pasangan umumnya?" goda Jae Hyun.

"Astaga, bukan itu!" sahut Mi Kyong jengkel. "Memangnya menutup taman bermain untuk umum biasanya dilakukan saat ingin berkencan?!"

Jae Hyun masih mempertahankan senyum menggodanya ketika membalas, "Tentu saja tidak. Memangnya ada berapa banyak orang yang memiliki taman bermain di dunia ini?"

"Ah! Inilah masalah orang kaya. Aku benar-benar kesal sekarang," ujar Mi Kyong sambil mengentakkan sebelah kakinya. Hal itu membuat Jae Hyun terkekeh. "Sekalipun taman bermain ini bisa berdiri berkat Oppa dan Oppa juga pemiliknya," sambung Mi Kyong dongkol. "Oppa tetap tidak bisa seenaknya. Taman bermain ini tetap milik perusahaan. Oppa bisa kena masalah kalau ketahuan dewan direksi dan direktur lainnya. Belum lagi orang tua Oppa pasti tidak suka."

"Lalu, apa kau mau besok muncul headline di berita, 'CEO Grup Chin Hwa Berkencan di Taman Bermain dengan Sekretrarisnya'?" ucap Jae Hyun masuk akal.

Mi Kyong langsung bungkam. Dia baru ingat, kalau Jae Hyun merupakan CEO yang cukup sering disorot publik, terutama semenjak kesuksesannya dalam memajukan perusahaannya. Meskipun mereka sering makan bersama, kebanyakan pegawai di perusahaan mengira hal itu untuk mempertahankan hubungan kerja mereka. Belum lagi sikap Jae Hyun yang dingin dan tak kenal ampun, membuat para pegawai tidak berani menyebarkan gosip macam-macam yang berkaitan dengan hubungan mereka kepada wartawan.

"Apa kalau Oppa menutup taman bermain, para staff di sini juga tidak akan curiga kalau kita berkencan?" gumam Mi Kyong setelah beberapa detik.

Sebelah tangan Jae Hyun mengelus kepala Mi Kyong dengan lembut. "Aku memberitahu manajer di sini, kalau aku ingin mengembangkan rancangan taman bermain ini agar para pengunjung tidak bosan. Jadi aku meminta sekretarisku menemaniku untuk memberi masukan. Begitulah kataku. Si manajer itu tidak curiga. Dia tahu kau sering bersamaku untuk membantu pekerjaanku. Para staff sementara juga dikurangi. Kebanyakan dari mereka kuminta datang pukul lima sore nanti, dan aku meminta agar diberi ruang privasi saat mengobservasi."

"Oppa sudah memperhitungkan semuanya ya," gumam Mi Kyong kagum. Jae Hyun hanya tersenyum puas sebelum akhirnya menanyai Mi Kyong wahana mana yang ingin dia coba. Karena salju turun cukup deras, belum lagi sisi over proktetif Jae Hyun kepadanya, tidak banyak wahana yang bisa Mi Kyong coba. Akhirnya, Mi Kyong memilih bermain ice skating.

Lapangan ice skating itu terletak di dalam gedung. Mi Kyong menatap kagum lapangan yang dilapis es putih itu. Lapangan itu kurang lebih seluas lapangan sepak bola. Jae Hyun membantu Mi Kyong memakai sepatu skating lalu menggenggam kedua tangan gadis itu sambil menggiringnya dengan hati-hati ke lapangan.

The Lost Soul Mate ♡Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang