|[02]|

451 67 8
                                    

-happy reading-

" KENAPA BISA ADA RAKSASA DISINI?!! "

Jungwon berteriak saat mengetahui ada sesosok orang bertubuh tinggi besar yang menjulang didepannya.

" Raksasa matamu! Gue sama kayak kalian ya! " Jawab orang itu tak terima.

" Ya maap! Abisnya tuh badan bongsor bener, kek ajudan negara! "

Orang itu hanya mendecak saja. Ia malas menanggapi bocah itu.

" Lu siapa? " Tanya Heeseung pada orang itu.

" Gue? Pembawa pesan dari atas. " Jawab orang itu sambil tersenyum bangga dan membusungkan dada.

" Trus lu mau apa? "

Setelah mendapat pertanyaan yang ia tunggu daritadi, orang itu langsung memberikan sebuah gulungan kepada Jungwon, orang yang berada paling dekat dengannya.

" Jangan dibuka dulu sebelum kalian semua tau siapa diri kalian sebenarnya. Trus kalo baca pelan-pelan, dipahami biar nanti gak tersesat dijalan. "

" Setelah tau siapa diri kita sebenarnya? Maksudnya apa? " Tanya Arsey yang tidak mengerti maksud dari perkataan orang tadi.

"Nanti kalian juga bakal tau sendiri. Yaudah gitu aja gue mau balik dulu! " Ujar orang itu sambil berbalik. " Inget, jangan dibuka dulu! " Lanjutnya sebelum tiba-tiba menghilang dalam sekejap.

" Lah? Kok ilang? Wah bener-bener udah gak beres nih dunia! " Ujar Jake sambil menggeleng.

Hening kemudian, mereka saling menatap satu sama lain.

" Trus sekarang kita mau gimana? " Tanya Jay.

" Cari tempat buat istirahat dulu lah, dah mulai gelap juga. " Ujar Sunghoon.

" Iya, gue juga dah capek banget ini! Badan gue mau remuk rasanya. Udah berabad-abad gue gak bisa tidur dengan nyaman. " Sunoo banyak drama.

" Yaudah, pake apparatenya Jake aja biar cepet. " Usul Heeseung. Jake yang mendengar itu melotot terkejut.

" Kok gue?! "

" Lu gak kasian ama gue? Sebelum gue nolongin lu gue udah lawan banyak zombie, trus ditambah buat dinding pelindung dari tanah, emang gak butuh banyak tenaga? "

" Ya, tapi kan-"

" Udah lah Jake, tinggal apparate aja apa susahnya sih? " Sunoo dengan seenaknya memaksa Jake untuk ber apparate.

"-tapi kan gue belum bisa apparate... " Cicit Jake pelan. Ia pasrah pada akhirnya dan menuruti keinginan yang lain.

-o0ꄲ0o-

Setelah drama apparate yang malah nyasar ke sarang zombie, sekarang mereka bisa bernapas lega.

Didalam sebuah bangunan bekas kantor polisi itu mereka semua membaringkan tubuh mereka yang kelelahan setelah berlari sangat jauh.

Keadaan cukup hening, hanya ada deru napas yang masih belum stabil akibat berlari. Peluh juga masih menetes di kening mereka.

World War [EN-]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang