13

211 13 4
                                    

Hari ini, tepat sebulan gue berdinas di pulau Sulawesi. Ya, lagi-lagi harus berjauhan dengan keluarga, dan Delaila. Tapi, sejauh ini komunikasi kami masih sangat lancar.

Seperti biasa, sebagai anggota reskrim gak jauh-jauh gue berkutat dengan kasus-kasus hasil laporan masyarakat. Tapi untungnya, hari ini gue cuma bikin laporan. Jadi bisa stand by aja di ruangan.

Sebulan disini, gue udah cukup akrab dengan yang ada disini. Walaupun beda unit sama temen-temen gue yang juga tugas disini, tapi kita masih suka hangout bareng.

Tokk tokk tokk

"Masuk." Ucap gue dari dalam setelah mendengar ketukan pintu dan tetap fokus pada berkas.

"Selamat siang, komandan. Makan siang dulu nih."

"Delaila!" Gue langsung menghampiri Delaila dan memeluknya erat.

"Fi, mau napas." Gue pun melonggarkan pelukan gue setelah mendengar suara Delaila.

"Maaf sayang maaf. Aku.. kamu kenapa gak bilang." Ucap gue masih gak menyangka ada Delaila disini.

"Surprise." Ucap Delaila santai.

"Oke. Yuk, duduk dulu. So, kapan berangkatnya tadi?"

"Aku ambil penerbangan pertama kesini."

"Ayo makan, Fi."

"Iya." Lalu kami pun mulai makan siang kali ini, perdana bersama setelah gue bertugas.

Ldr kali entah kenapa terasa lebih sulit, hm bukan sulit sih. Tapi jarak gue dan Delaila terasa sangat jauh. Memang kami sama-sama punya kesibukan. Tapi entah kenapa, rasanya mulai "biasa".

 Tapi entah kenapa, rasanya mulai "biasa"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Satu bulan setelah kedatangan Delaila, kami kembali sibuk dengan rutinitas masing-masing

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Satu bulan setelah kedatangan Delaila, kami kembali sibuk dengan rutinitas masing-masing. Sedikit cerita, waktu Delaila datang kami hanya berjalan jalan sebentar disini dan sisanya hanya berbincang di rooftop hotel tempat Delaila menginap. Dan besoknya, Delaila kembali pulang dengan penerbangan pertama.

Kalau boleh jujur, rasanya cukup kesepian. Tapi gue juga gak punya banyak waktu buat komunikasi dengannya. Tak jarang gue cuma hangout disini bareng teman-teman.

Not YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang