Look at Me!

581 57 8
                                        

Seharian ini Seulgi gelisah, perasaannya nggak enak mikirin sesuatu, Irene.

Ulang tahunnya sudah lewat sehari, tapi Seulgi enggak kunjung mendapatkan kado ulang tahunnya yang beberapa hari lalu mereka beli di mall. Itu loh ada knitwear, kaos, sama hoodie.

Kalo mengingat hari itu bikin Seulgi mengerang marah. Ucapan-ucapan Irene pas di coffee shop benar-benar melukai hati Seulgi paling dalam. Matcha, key chain ular, biar mirip Jennie? Sialan!

Sumpah, harga diri Seulgi terkoyak hebat saat hari itu! Rasa-rasanya pengen nabrakin diri dijalan tol. Hiperbola? Biar saja! Seumur hidup dia nggak pernah bayangkan bisa dapat perlakuan biadab macam itu dari Irene.

Makanya setelah anterin Irene pulang, pas sisternya meminta semua shopping bag yang mereka beli hari itu langsung Seulgi kasih tanpa banyak tanya. Males juga ngomong sama Irene, bikin sakit hati. Toh pikir Seulgi, Irene pasti akan kasih barang-barang itu pas dihari ulang tahunnya.

Tapi mana? Ini udah kelewat sehari loh!

Yang bener aja!

DRRRTTDRRRTTDRRRTT

Hape Seulgi bergetar, menampilkan kontak Irene yang sedang menelpon.

"EHEEM EHEEMMM!" Seulgi cek sound tenggorokannya sebelum angkat telponnya.

'Iya halo Hyun?'

'...'

'Hotel Silversky nomor 507. Okayy.'

'...'

'Iya bisa, ini aku langsung prepare kilat yah.'

'...'

'Siyaappp, enggak ngebut~'

'...'

'Daaa Joohyun~'

Irene menyuruh Seulgi buat ke hotel.

Diulangi lagi, Irene menyuruh Seulgi buat ke hotel.

Hotel anjir, hotel!

Seulgi langsung siap-siap untuk otw ke hotel. Pake celana pendek jeans plus kemeja oversized polos. Sempurna, Seulgi tampak sempurna.

Selama perjalanan pikiran Seulgi melalang buana membayangkan berbagai kemungkinan yang ada. Dan menurut Seulgi yang paling besar kemungkinannya adalah Irene sudah mempersiapkan surprised party buat Seulgi dikamar hotel. Pasti itu, Seulgi sangat yakin!

15 menit berkendara akhirnya Seulgi sampai di hotel yang dimaksud Irene di telpon tadi. Hotelnya bagus, salah satu hotel bintang empat yang ada di sini. Seulgi tersenyum bahagia, dia tidak menyangka effort Irene akan besar seperti ini untuk merayakan ulang tahunnya.

Seulgi merasa penting.

Dia merasa jadi prioritas Irene.

Seulgi memandang seseorang di sana, seseorang yang dia kenal, seseorang yang saat ini menjadi rivalnya. Jenny.

"Loh Jen, ngapain lo disini? Stalking gue kan?" kata Seulgi sinis.

"Ma-mana ada? Eng-enggak kok kak." jawab Jenny takut-takut.

"Terus ngapain?!"

"Enggak tau, a-aku disuruh kesini sama Kak Irene."

Seulgi diam sebentar sambil matanya tak lepas memandang Jenny penuh curiga. Otaknya bekerja menghubung konspirasi ini, mungkin Jenny disuruh kesini buat jadi partisipan surprised party nya Seulgi. Kalo begitu, brarti di kamarnya pasti ramai sama temen-temen dan keluarganya.

"Kamar 507?"

"I-iya kak." jawab Jenny lagi.

"Yaudah ayo bareng gue aja."

SEULRENE || HEI SISTER!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang