Terlalu Berharga

1.4K 221 91
                                        

Perasaan pas tadi dia ninggalin Irene buat ke dapur mood sisternya itu lagi bagus-bagusnya deh, tapi sekarang kok jadi asem kayak gini. Duduk diam nggak gerak tapi napas aja, pake ekspresi senggol bacok, pasang bibir manyun tersungut-sungut.

Seulgi memposisikan diri duduk dikasur juga, didepan Irene.

"Wajahnya kok gitu banget sih~ kenapa hm?" tanya Seulgi alus banget, pokoknya bedalah intonasinya kalo ngobrol sama pacarnya.

Irene mendengus kasar. Dia lemparin begitu saja hapenya Seulgi ke kasur. Lihat hapenya dibanting, Seulgi nggak marah kok, cuma senyum memaklumi. Kan dia sudah hapal betul sama karakternya Irene, kalo Irene sampai bertindak kasar kayak gitu berarti memang ada hal yang sangat mengganggu sisternya itu.

"Pacar kamu tuh nyebelin banget tau nggak?! Dari tadi telpan-telpon mulu minta dijemput. Dia nggak punya kaki atau gimana sih? Pulang kuliah minta dijemput. Cih! Manja!" terocos Irene menumpahkan kekesalannya.

Sebenarnya, Seulgi nggak lupa kok sama janjinya ke Jisoo buat jemput pacarnya pas kelar kelas. Cuma tadi pas Seulgi siap-siap mau on the way, Irene mampir ke rumahnya ngajakin Seulgi buat nonton film di bioskop. Yaudah deh, buat Seulgi kan nomor satu itu sisternya, jadi tanpa pikir panjang dia iyain ajakannya Irene.

Terus Jisoo? Halah nggak penting! Kan cuma pacar aja, nggak lebih.

Seulgi menggeser duduknya biar sebelahan sama Irene. Dia rangkul pundak kecil sisternya itu penuh rasa sayang.

"Maaf yaa bikin kamu kesel kayak gini..." ucap Seulgi sambil mengelus-elus lengan si sister.

Irene yang diperlakukan kayak gitu jadi melted. Rasa marah dan kesal yang dia rasakan tadi perlahan mulai menghilang. Nggak pake gengsi-gengsian dia letakan kepalanya ke bahu kiri Seulgi. Merangkul sangat erat pinggang ramping milik Seulgi.

"Kok kamu yang minta maaf sih Gi? Kan yang salah bukan kamu." rajuk Irene.

"Ya kan aku ngerasa bersalah juga sama kamu, Hyun. Kamu kesel kayak gini kan gara-gara pacar aku."

Sejujurnya Irene nggak suka sama Seulgi yang kayak gini, selalu minta maaf untuk kesalahan yang dilakukan pacarnya. Menurut Irene itu kesannya kayak Seulgi melindungi Jisoo, kayak sayang banget gitu sama pacarnya. Irene kan nggak rela kalo rasa sayang Seulgi yang harusnya buat dia seorang harus dibagi-bagi untuk orang lain, sekalipun itu untuk pacarnya.

Lihat Irene diam aja bikin Seulgi menghela nafas panjang. Dia genggam telapak tangan kanan Irene yang lagi mengetuk-ketukan ponselnya ke kasur miliknya.

"Aku pinjam yaa hapenya sebentar..."

Irene lekas mendongak natap Seulgi. Dia sembunyiin hape Seulgi dibelakang tubuhnya, biar Seulgi nggak bisa ambil itu hape.

"Mau ngapain?! Kamu mau chat dia? Mau jemput pacar kamu yang manja itu?!" ngegas Irene nggak suka.

"Enggak sayaang, dengerin aku dulu dong. Aku mau matiin data aku biar dia nggak bisa ganggu ngedate nya kita, gitu." jelas Seulgi sabar.

Kalo menyangkut soal Irene, batas kesabaran yang Seulgi miliki jadi luas tak terhingga. Beda cerita kalo yang dia ajak ngobrol Dek Dduddu atau pacarnya sendiri.

"Nggak perlu." jawab Irene jelas, singkat, dan padat.

"Loh kok nggak perlu sih? Nanti kalo dia spam telpon lagi gimana hm?"

Irene diam sebentar, ada sedikit rasa ragu yang terpancar dari sorot matanya pas mau jawab pertanyaan dari Seulgi.

"Eung- Nggak bakal bisa, kan nomernya udah aku blokir." jawab Irene pelan, takut kalo Seulgi marah ke dia.

SEULRENE || HEI SISTER!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang