Jantung Seulgi berasa lepas dari tempatnya, dia sangat takut apa yang terjadi tadi malam hanya mimpi.
Anjirlah!
Masa sih mimpi? Kayaknya enggak deh!
Tapi bisa tidur pelukan sama Irene tadi malam juga termasuk hal mustahil yang bisa Seulgi dapatin saat ini. Jadi yaa, bisa saja mimpi sih.
Seulgi mengerang nggak suka, dia acak-acak rambutnya frustasi dengan kemungkinan-kemungkinan yang ada.
"Loh Gi, kamu kenapa? Pusing kepalanya?"
Seulgi mencelos, jantungnya mau lepas dari tempatnya part dua.
Melihat Irene pagi banget datang ke kamarnya sambil bawa nampan sarapan fix banget ini adalah mimpi!
Demi menyeret kewarasannya kembali, Seulgi segera menampar pipinya sendiri dengan keras.
PLAAKK
Anjir sakit banget bego!
Seulgi meringis merasakan sakit dipipinya.
"Astagaaaa Seulgiiiiii, kamu ngapain???!!" Seru Irene keras.
Seulgi menegang saat tangan Irene menyentuh pipinya. Ini beneran Irene atau emang Seulgi sudah nggak waras ya?
Seulgi masih denial.
"Ihhhh, sakit banget pastiii..." tanya Irene pelan, wajahnya khawatir banget.
Seulgi takut banget asli, dia takut banget jantungnya meledak karena kelakuan Irene sekarang. Ini adalah jarak terdekat mereka ngobrol setelah berbulan-bulan perang dingin mereka.
Setelah sekian lama fokus ke pipi Seulgi, mata Irene memandang lurus menatap mata Seulgi.
Mata Seulgi yang ditatap, malah jantungnya yang berdetak nggak karuan.
"Kamu kenapa kayak gitu tadi?" tanya Irene lirih.
Seulgi diam, nggak bisa jawab.
"Sakit kan?" tanya Irene lagi.
Kali ini Seulgi mengangguk pelan.
Irene tersenyum simpul, dia memajukan wajahnya ke wajah Seulgi. Dan yah, setelah sekian purnama akhirnya Seulgi bisa merasakan lagi bibir Irene mendarat di kulitnya, di pipinya.
Sekali lagi! IRENE CIUM PIPI SEULGI! CIUM HEH CIUM!!!!
Seulgi berteriak dalam hati.
Irene kembali menatap Seulgi, kali ini dengan senyum manis yang manisnya bikin Seulgi makin pusing.
"Masih sakit Gi?"
SUMPAH DEMI APAPUN! Cantiknya Irene dimata Seulgi sungguh diluar nalar, luar angkasa, pokoknya luar biasaaaa.
"I-ini be-be-beneran ka-kamu kan Hyy-hyuuun...?" tanya Seulgi memastikan.
Takut-takut Seulgi pegang pipi Irene dengan jari telunjukanya, dia takut kalo ini hanya halusinasinya saja, kalo Irene dihadapannya saat ini hanya delulunya saja.
Irene tersenyum geli lihat kelakuan Seulgi saat ini, dia pegang telapak tangan kanan Seulgi yang lagi bergerak menjamah pipinya. Dan tanpa mengindahkan keadaan Seulgi saat ini, Irene tanpa ragu babibu langsung gas kecup bibir Seulgi.
Seulgi apa kabar? Dahlah! Mboh, nggak tau!
"Masih ragu kalo ini beneran aku?"
Seulgi diam saja. Bukannya dia nggak mau jawab, tapi NGGAK BISA JAWAB. Dia masih shock dicium Irene barusan.
"Masih nggak percaya ya? Yaudah aku cium lagi kalo gitu." kata Irene enteng.
Seulgi yang matanya sipit berusaha keras buat melotot. Dia makin shock dengan ucapan Irene barusan .
KAMU SEDANG MEMBACA
SEULRENE || HEI SISTER!
FanfictionSisterhood atau bestfriendship? (End) Seulrene rasa lokal || gxg || non baku || harsh words -100920 -281225
