Lagi, Seulgi menengok jam dihapenya.
09.41 pm.
Seulgi menghela nafas dalam, dia lihatnya kembali jalanan di luar sana yang sudah sejak dua jam lalu menjadi penghibur laranya.
Ya bayangkan saja, sudah lebih dari dua jam Seulgi duduk menunggu Irene di tempat janjian mereka. Jam janjian yang harusnya pukul tujuh malam, tapi sampai sekarang Irene masih belum muncul juga.
Kayak orang goblok sumpah!
Entah sudah berapa kali Seulgi menghubungi Irene dari chat sampai telpon. Memang Irene menjawab kalau dia bakal telat sebentar, tapi Seulgi tak menyangka sebentar yang dimaksud Irene hampir tiga jam.
Apa alasan Irene telat? Klasik! Dia sedang menemani Jennie buat kerjain tugasnya. Ya maklum saja mereka dari falkutas yang sama.
Apa Seulgi marah? Tentu! Itu manusiawi.
Tapi dia bisa apa? Nggak ada!
Seulgi hanya mampu bersabar dan berharap Irene bisa lebih sedikit saja berbaik hati kepadanya. Sambil berharap hubungan mereka akan jauh lebih baik lagi dan balik seperti sebelumnya.
Seulgi iseng membuka hapenya, dadanya kembali sesak saat dia lihat story wa Irene yang lagi manja-manjaan sama Jennie yang lagi belajar. Dia lihat jamnya sekitar 08.45 pm yang berarti satu jam yang lalu.
Disaat dia nungguin Irene di sini, Irene di sana hahahihi bahagia sama pacarnya. Goblok nggak sih? Banget!
Seulgi kembali meneteskan air matanya, sudah nggak kehitung lagi berapa tetes air mata yang dia keluarkan akhir-akhir ini karena kelakukan Irene. Sungguh, dia nggak pernah menyangka kehilangan Irene bakal semenyakitkan ini.
Buru-buru, dia seka air matanya dengan tangan saat salah satu waiters menyapa di meja Seulgi.
"Maaf Kak menggangu..." Kakak waiters itu melihat Seulgi dengan pandangan iba "Kami sudah mau closed, barang kali ada yang bisa kami bantu lagi kak?"
"Ahh, sudah mau tutup ya?" Seulgi mengedarkan pandangannya ketempat ini, benar saja dia yang terakhir. "Saya yang last customer ya? Maaf ya Kak, ini saya pulang aja."
Seulgi bersiap-siap pulang, membereskan kembali barang-barang yang ada dimeja.
Seulgi tersenyum tipis ke beberapa staff yang bekerja di cafe itu. Berjalan keluar dari tempat tersebut dengan pandangan mata yang mengabur karena air mata.
Sialan!
Tak kuat untuk berjalan lagi, Seulgi mengarahkan langkahnya ke tembok yang berada disamping cafe itu. Tubuhnya menyandar, merosot ke tanah tanpa peduli debu yang berada disana.
Seulgi kembali menangis.
🪐
🪐
Hati Irene sudah nggak berbentuk lagi, hancur sehancur-hancurnya melihat seseorang yang sangat dia sayangi meringkuk disana sambil memeluk lututnya, menangis terisak.
Tak sadar air mata juga meluncur dari matanya melihat pemandangan di sana, di tempat parkir salah satu cafe yang menjadi tempat janjian Seulgi dan Irene hari ini.
Sebetulnya Irene enggak lagi ngajarin Jennie untuk buat tugasnya kok, enggak sama sekali. Dia saat ini lagi duduk di mobil bareng Wendy, Jaehyun sama Naeun mengintai Seulgi dari kejauhan.
Tapi kenapa dia bilang mau ajarin Jennie tugas? Kenapa dia nggak samperin Seulgi sesuai jam janjian mereka? Karena ini memang salah satu rencana Irene cs buat bikin Seulgi sadar.
KAMU SEDANG MEMBACA
SEULRENE || HEI SISTER!
Fiksi PenggemarSisterhood atau bestfriendship? (End) Seulrene rasa lokal || gxg || non baku || harsh words -100920 -281225
