Jisung hanya memiliki waktu beberapa minggu untuk menghabiskan waktu bersama Minho, sebelum ia benar-benar bertekad melupakannya.
⚠️Disclaimer: MOHON BACA WARNING DI PART AWAL⚠️
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Ahhh, gue udah ngantuk!" Felix bangkit lalu meregangkan tubuhnya.
Sekarang sudah pukul satu dini hari. Waktu memang terasa begitu cepat ketika melakukan hal menyenangkan. Bernyanyi bersama, bermain gitar dan permainan seru, saling bercerita dan berbagi kisah, rasanya ingin waktu berhenti saat ini juga sehingga Jisung dapat menikmatinya lebih lama.
"Gue juga mau tidur deh, seharian kerja gak dapet istirahat." Chris pun pergi ke kamar mandi dengan kantung alat mandinya sebelum ia akhirnya masuk tenda untuk beristirahat.
Felix dan Changbin juga pergi ke kamar mandi sebelum mereka masuk tenda dan tidur. Sedangkan Jisung masih asik menyeruput susu cokelat hangatnya berdua dengan Minho.
"Gak tidur, hm?" tanya Minho. Tangannya mengelus kepala Jisung.
"Belum ngantuk."
"Sini duduk depan gue," kata Minho sambil menepuk space di antara kedua kakinya.
Jisung menuruti Minho dan duduk di antara kekangan kaki Minho. Tubuhnya yang mungil tentu saja mudah menyesuaikan. Didekapnya Jisung dari belakang. Minho menghirup aroma sampo yang Jisung pakai sambil sesekali ndusel ke puncak kepala laki-laki manis yang ia dekap.
Dengan puncak hidungnya yang mancung, Minho menyentuh pipi tembam Jisung. "Bau asep!"
"Kak Minho juga."
"Tapi enak." Minho melanjutkan kegiatan ndusel-ndusel ke Jisung.
"Ji, mau minta susu cokelatnya."
"Udah abis."
"Ih pelit!"
"Beneran!"
"Ya udah, gue cicip aja."
"Cicip giman—"
Tangan Minho mendorong wajah Jisung agar menoleh sedikit ke belakang. Langsung saja Minho mencicipi susu cokelat dengan mencium bibir Jisung.
"Gigit pipi, Ji. Liat nih pipi lo tambah gede kayak bakpao, siapa yang gak gemes coba?"
Auummm.
Minho menggigit pipi Jisung membuat sang pemilik merintih karena kesakitan. Setelah melihat Jisung memohon, Minho melepaskan gigitannya. Ia mengusap pipi Jisung dengan lengan jaketnya.
"Mau jalan-jalan gak?"
"Kak, jangan aneh-aneh, ini udah jam setengah dua, siapa coba yang jalan di jam segini, nanti dicul—"