Achtzehn

449 64 25
                                        

Baru kali ini Minho dibuat merasa sangat bersalah karena terbakar api cemburu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Baru kali ini Minho dibuat merasa sangat bersalah karena terbakar api cemburu. Ya, ia marah karena Jisung bersama Juyeon semalaman. Memang semua berawal dari kesalahan Minho yang justru malah asik mabuk padahal malam itu Jisung sudah berkata bahwa ia harus pulang segera karena ada jadwal kampus keesokan harinya.

Minho tidak tahu sebenarnya apakah ia sudah menyukai Jisung atau belum. Ia hanya tahu bahwa berteman dengan Jisung ternyata mengasikkan dan membuatnya sangat nyaman.

"Kak, kita cuma temen kan? Berarti aku ini cowok gampangan ya?" Jisung bertanya lagi.

"Gak, lo gak kayak gitu."

"T-tapi... aku gak nolak waktu Kak Minho cium, waktu Kak Minho peluk, waktu tangan kakak nyentuh aku...."

"Gak, Ji! Lo bukan cowok gampangan."

"Kakak bil—"

Cup.

Minho mengecup bibir Jisung singkat. Sial, candu banget.

"Iya, lo cowok gampangan." Minho mengusap bibir Jisung dengan ibu jarinya. "Tapi, cuma boleh sama gue aja lo begini. Kalau lo jadi cowok gampangan sama orang lain, gue gak segan-segan hajar orang yang berani nyentuh lo. Dan lo... I'm gonna ruin your body." Minho membisikkan kalimat terakhir di telinga Jisung membuat bulu kuduknya meremang.

"Jangan bercanda, Kak." Jisung jadi merinding sendiri mendengar ucapan Minho. Ia mendorong tubuh Minho agar sedikit menjauh dari dirinya.

"Gue gak bercanda. Kucing gue aja diganggu tetangga gue marah sampai mau bawa dia ke polisi, apalagi elo yang diganggu."

"Tapi kan kita cuma temen."

Kedua mata Minho menyipit. "Lo ngetes gue dari tadi, Ji?"

"Gak, aku serius, kita kan cuma temen."

"Ya emang kenapa kalau temen, Ji? Bukannya temen juga harus saling melindungi?"

Ya bener sih, tapi... emang ada temen kayak gini?

Jisung menghela napas berat. Minho tidak mengerti keinginan Jisung. Padahal simpel, tetapi sepertinya Minho tidak ingin hubungan ini melangkah satu langkah lebih jauh.

Baik, Jisung akan mengalah sekali lagi. Setelah semua selesai, ia akan mundur sepenuhnya.

"Iya, Kak. Janji ya lindungin aku kalau ada sesuatu nanti?"

"Iya, janji."

"Aku mau tidur aja, kepalaku sakit," kata Jisung.

"Gue juga ngantuk, tidur sebentar di sini boleh?"

"Boleh." Lama-lama juga boleh.

Keduanya terlekap saling mendekap. Mereka tidak tahu saja bahwa ketika mereka sudah terlelap, ada dua pasang mata yang mengintip mereka diam-diam. Siapa lagi jika bukan Sana dan Brian yang sangat kepo dengan adik mereka.

BUCKET LIST (Discontinued)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang