25. Fünfundzwanzig

417 63 20
                                        

Tidak ada kabar

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tidak ada kabar.

Minho tidak menepati janjinya untuk pergi bersama Jisung. Padahal Jisung sudah siap di rumah menunggu Minho. Ketika dihubungi, Minho meminta maaf karena keluarganya tiba-tiba saja mengajak makan malam bersama. Minho juga mengatakan bahwa kedua orang tuanya telah datang dari Jepang sehingga Minho tidak bisa meninggalkan mereka berdua.

Mulai dari sekarang, Minho tidak janji jika bisa menemui Jisung. Tugas Minho sebagai anak berbakti tentu saja harus ia lakukan. Apalagi orang tuanya kemari juga akan mengecek kantor cabang di sini. Anggap saja Minho sedang disidak dadakan sebab ia akan jadi penerus keluarga ini.

Jisung bisa memahami situasi Minho, tetapi masalahnya Jisung mulai kehabisan waktu. Wisuda Minho tinggal menghitung hari saja. Salah Jisung juga yang tidak memperhatikan kalender. Ia terlalu asik menghabiskan waktu dengan Minho.

"Dek, kenapa kakimu geter-geter kayak cacingan?" Brian datang dengan cangkir kopi di tangannya.

"Gapapa."

Jisung tiba-tiba saja kepikiran untuk pergi ke rumah Felix. Ia sedang butuh teman saat ini.

Dengan segera Jisung menyambar helm yang ia letakkan di ruang tamu dan pergi dari rumah. Brian hanya bisa geleng kepala melihat tingkah aneh adiknya.

Langit sepertinya tahu betul suasana hati Jisung. Awan kelabu menghiasi langit. Angin kencang juga berhembus membuat kulit Jisung yang tidak terbungkus jaket menjadi sedikit kedinginan.

Beberapa saat kemudian buliran air dari langit mulai turun. Jisung mengutuk dirinya sendiri karena selalu lupa membawa jas hujan. Rumah Felix pun masih jauh. Mau tak mau Jisung harus menerobos hujan sebisanya.

Mungkin nanti Jisung akan meminjam pakaian Felix dan menginap di sana.

Sampai di rumah Felix, orang yang pertama membuka pintu adalah Chris.

"Jisung?!" Chris menarik Jisung masuk ke dalam. "Kamu ngapain ke sini hujan-hujanan?!"

"Felixnya ada, Kak?" tanya Jisung dengan bibir bergetar karena kedinginan.

Chris menghela napas. "Semua lagi pada keluar ke rumah oma, kamu gak hubungin dia tadi sebelum ke sini?"

Jisung menggelengkan kepalanya.

"Sini ke kamar aku," ajak Chris. "Ganti baju kamu dulu."

Saat itu Jisung langsung saja manut dan mengikuti Chris dari belakang. Jisung hapal betul tata letak di rumah Felix dan Chris menempati kamar tamu yang biasanya memang digunakan jika ada kerabat yang datang untuk menginap.

Di dalam kamar, tetesan air hujan terjatuh di karpet kamar. Jisung memeluk dirinya yang kedinginan karena hembusan pendingin ruangan. Sedangkan Chris masih sibuk melihat isi tasnya untuk mengambil pakaian.

"Ini, kamu ganti dulu di kamar mandi, handuk ambil aja di sana, ada yang baru kok," kata Chris sambil menyodorkan beberapa helai pakaian serba hitam.

BUCKET LIST (Discontinued)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang