Saski masih terdiam, dan ucapan Kiesha barusan masih terngiang-ngiang dipikirannya. Apakah itu benar dari hati Kiesha? Atau justru hanya untuk menggodanya saja?
"Entah apa yang ada dipikiran gue saat ini arghh! Caa lo tuhh kenapa sihh selalu bikin gue mau ngefly kek gini? Nggak nggak! Gue nggak boleh baper sama rayuan lo!" Ujar Saski dalam hati seraya ia langsung mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.
"Sadar Kia sadar! Ica ituu cowok, dan cowok pasti punya seribu satu cara buat cewek melting kayak lo! Cukup bapernya, jangan keliatan didepan Ica jika lo melting sama kata-katanya barusan!" Ujar Saski dalam hati seraya sedikit memukul-mukul wajahnya pelan, agar ia tersadar jika Kiesha bilang seperti itu hanya untuk menggodanya saja.
Kiesha yang sedari tadi memperhatikan Saski pun sedikit tertawa. "Segitu nggak percayanya yaa lo sama gue, Ki. Tapi gue bakalan buktiin sama lo, kalau kata-kata gue itu beneran bukan hanya buat modusin lo. Karena gue udah jatuh hati sama lo, tinggal nunggu waktu aja buat gue bisa nyatain semua perasaan gue sama lo! Dan gue juga bakalan buktiin kalau gue nggak main-main sama lo!" Ujar Kiesha dalam hati seraya terus menatap dan memperhatikan Saski.
Saski yang tersadar jika dirinya tengah diperhatikan oleh Kiesha pun langsung berdiri dan menghampiri Kiesha. "Hayohh lo ngapain liatin gue kek gituu?" Tanya Saski dengan sedikit candaan agar tidak canggung mengobrol dengan Kiesha.
"Pandangan gue nggak bisa dialihkan dari wajah lo” Ungkap Kiesha, dan itu jelas membuat Saski sedikit terdiam. Tapi tidak, kali ini ia tidak boleh keliatan melting didepan Kiesha, ini bukan saatnya.
"Dihh mulai dehh, udah ahh lo modusin gue mulu. Gue tinggalin nihh" Ancam Saski.
"Serius mau ninggalin gue?"
"Lahh emang kenapa?"
"Lo nggak liat temen-temen lo lagi pada berduaan? Mau jadi nyamuk diantara mereka? Hmm?" Ujar Kiesha dan itu jelas membuat Saski sedikit menggerutu dan menatap Kiesha.
"Nggak jadi pergi dehh" Ujar Saski seraya menatap Kiesha dan menyengir.
"Uhh dasar lo!" Timpal Kiesha seraya mencubit hidung milik Saski hingga membuat Saski sedikit menggerutu dengan tingkah laku Kiesha.
****
Saski asyik dengan dunianya sendiri dengan bermain air dengan dirinya sendiri, sementara Kiesha ternyata dia diam-diam mengambil foto Saski tanpa sepengetahuan Saski. Sesekali Kiesha tersenyum kala melihat hasilnya.
"Cantikk" Lirihnya seraya menatap wajah Saski pada layar ponselnya ketika ia baru saja mengambil foto gadis yang berada dihadapannya itu.
Sandrinna yang menyadari gerak-gerik Kiesha pun langsung menghampirinya, dan ia langsung tertawa. Kiesha yang mengetahui jika ada Sandrinna dibelakangnya pun sedikit terkejut.
"Sandy? Sejak kapan lo dibelakang gue?" Tanya Kiesha dengan raut wajah sedikit gugup. Sandy tertawa melihat wajah Kiesha yang kek kegep sama dirinya. "Kok lo malah ketawa sihh?!" Sambungnya.
"Emm Caa, lo ngapain diam-diam ngambil foto Saski?" Tanya Sandy, dan deg itu langsung membuat Kiesha terdiam. Ia sedikit bimbang, jawaban apa yang harus ia ungkapkan pada Sandrinna? "Jangan bilang lo mau melet sahabat gue biar suka sama lo?!" Celetuk Sandy dan itu langsung membuat Kiesha menggeleng.
"Enak aja lo, gue nggak sejahat itu kali!"
"Terus buat apa?"
"Kepo lo!"
"Dihh, ohh gue tau lo suka yaa sama Saski?" Tanya Sandy dengan sedikit godaan. Kiesha pun tidak bisa menjawab pertanyaan Sandy saat ini, jika ia bilang tidak artinya ia sudah membohongi perasaannya sendiri dong? Arghhh!
KAMU SEDANG MEMBACA
I Still Love You
Proză scurtăCinta itu memang membingungkan, disaat semua sudah berjalan sesuai yang diharapkan tiba-tiba diterpa begitu saja oleh hembusan angin. Jika boleh meminta, bisakah skenario Tuhan berjalan semulus jalan tol? Dengan kisah yang indah tanpa seutas kesedih...
