Bel pulang sudah berbunyi. Setelah mengambil kaos olahraga dikoperasi, rainhard berjalan menuju parkiran. Baru saja ia akan menjalankan motornya, tiba-tiba penglihatannya terfokus kepada seorang wanita yang sedang tertawa bersama seorang pria. "Itukan raina sama raindra. Mereka ada hubungan apa ya?" batinnya.
Raindra menaiki motornya dan disusul oleh raina yang duduk dibelakangnya. Merekapun keluar dari parkiran. Dengan cepat, rainhard mengikuti mereka dari belakang.
Beberapa menit kemudian, raindra memberhentikan motornya didepan pintu gerbang rumah raina. Rainhard yang menyadari itu langsung bersembunyi dibawah pohon yang lumayan besar. "Rumah itu... J-jadi, dia raina teman kecil gue?" gumamnya yang masih fokus menatap mereka.
Rainhard yang sudah mengetahui kebenarannya langsung pergi dari situ. Ia mengendarai motornya dengan pikiran yang masih tertuju kepada raina. Tanpa disadari olehnya, ia sudah sampai diapartemen miliknya.
Sesampainya rainhard didalam apartemen, ia terkejut dengan kedatangan seorang pria dewasa memakai jas hitam dengan arloji ditangannya. "Kamu sudah pulang?"
"Hmm. Mamah mana?" tanya rainhard kepada pria yang dipanggil dengan sebutan papah olehnya.
"Hai sayang. Nih makan dulu, mamah udah buatin nasi goreng kesukaan kamu" ucap seorang wanita dewasa yang sangat cantik dengan dress merah yang ia kenakan.
Mereka adalah orang tua rainhard. Papah rainhard bernama Marvel William dan mamah rainhard bernama Salsa. Mereka datang ke apartemen rainhard untuk melihat kondisi anak mereka satu-satunya. Rainhard tidak tinggal bersama dengan kedua orang tuanya karena ia sering sekali ditinggal sendiri. Iapun memutuskan untuk tinggal diapartemen yang dibelikan oleh orang tuanya.
"Kalian kenapa kesini?" tanya rainhard
"Ya mau liat kamu lah. Kamu tuh kalo nanya yang bener! Ada orang tua bukannya disambut malah ditanyain kaya gitu" kesal marvel dan langsung menyuapkan sesendok nasi kedalam mulutnya.
Salsa menatap suaminya garang. Ia sudah menyiapkan nasi goreng spesial untuk anaknya, tetapi suaminya itu tanpa permisi langsung memakannya. "KENAPA DIMAKAN?! INIKAN BUAT RAINHARD!"
Marvel terlonjat kaget mendengar teriakan sang istri, iapun meraih air putih yang terletak diatas meja lalu meminumnya. Rainhard tersenyum tipis melihat perilaku orang tuanya, ia sudah terbiasa melihat kedua orang tuanya bertengkar hanya karna hal sepele.
"Mamah lebay! Sama suami sendiri aja pelitnya nauzubilah" cibir marvel yang masih sedikit tersedak makanan.
Salsa yang masih memegang piring langsung meletakannya diatas meja, "Ngomong apa barusan?! Coba ulangin lagi!"
"Engga ko. Papah engga ngomong apa-apa, iyakan rainhard" ucap marvel sambil mengedipkan matanya, berharap putranya itu bisa diajak kerja sama.
Rainhard yang sudah lelah dengan gampangnya hanya mengiyakan ucapan papahnya. Salsa menatap rainhard dan langsung percaya dengan pendapat anaknya. "Yaudah, kamu istirahat ya. Mamah mau pulang" ucap salsa dan langsung pergi tanpa menunggu suaminya.
"Papah balik ya" ucap marvel, iapun berlari menyusul istrinya yang sudah keluar dari apartemen.
Rainhard berjalan menuju kamarnya. Baru saja ia akan merebahkan tubuhnya dikasur, tiba-tiba ia mendengar suara seseorang berteriak yang ia ketahui seperti suara papahnya. Iapun berjalan menuju balkon untuk memastikannya.
"MAMAH TUNGGUIN"
"KO PAPAH DITINGGAL"
Dan benar saja, itu suara marvel yang sedang berlari mengejar istrinya. Rainhard yang sedang berdiri dibalkon hanya terkekeh geli melihat kelakuan papahnya yang merengek meminta maaf kepada mamahnya. Iapun memutuskan untuk masuk kedalam kamar dan duduk di sofa. Tanpa disadari olehnya, suatu kejadian terlintas dipikirannya.

KAMU SEDANG MEMBACA
RAIN
Teen FictionRaina Putri Aurelia, wanita yang jarang sekali berkomunikasi dengan orang lain kecuali dengan sahabat laki-lakinya. Ia sering sekali dilibatkan oleh berbagai masalah karena sahabatnya itu. Tanpa ia sadari, teman laki-lakinya dimasa lalu hadir dengan...