Waktu menunjukkan pukul 19:45. Raina dan raindra masih duduk terdiam di kursi depan cafe yang biasa mereka datangi.
"Na, lo engga mau pulang?"
Raina membuka jaket raindra yang sedari tadi melekat ditubuhnya, "Kalau lo mau pulang, duluan aja. Gue masih mau disini" ucapnya sambil memberikan jaket itu.
Raindra bangkit dari kursinya dan memakaikan kembali jaketnya ditubuh raina. "Gue engga akan pulang sebelum lo sampai di apartemen" ucapnya
"Lo engga usah mengutamakan keselamatan gue. Seharusnya lo lebih mengutamakan diri lo"
"Raina, apa lo bisa luangin waktu lo kaya gini kalau gue butuh temen ngobrol?"
"Lo ngomong apa sih? Ya jelas gue bisa lah"
"Serius? Tapi gue sedikit engga yakin, lo kan udah punya rainhard"
"Raindra! Lo tuh sahabat gue. Mana mungkin gue lupain lo, ngebiarin lo nyelesaiin masalah sendiri. Buat apa lo punya sahabat kalau engga bisa ngebantu lo?"
"Na, gue..."
"Seharusnya gue yang nanya sama lo. Apa lo engga bosen terus-terusan sama gue?"
"Ya engga lah"
"Raindra. Mulai besok, lo jangan terlalu mengutamakan gue. Gue mau lo cari cewek yang bisa buat lo bahagia, bisa berbagi cerita, dan ngebantu lo kalau gue lagi engga ada didekat lo"
"Gue engga bisa"
"Kenapa?"
"Gue belom bisa buka hati" ucap raindra yang langsung membuat raina menatapnya tidak percaya. "Karna lo yang selalu ada dihati gue na..." batin raindra.
.
.
.
Raina memasuki apartemen dengan penampilan yang sedikit berantakan. Pandangannya tertuju kepada rainhard yang sedang duduk disofa. Tanpa mengucapkan sepatah kata, raina pun langsung memasuki kamarnya.Setelah raina memasuki kamar, rainhard meletakkan bukunya diatas meja. 5 menit kemudian, tidak ada tanda-tanda raina keluar kamar. Iapun memutuskan untuk masuk kedalam kamarnya. Kamar raina dan rainhard berbeda. Rainhard tidak mau tidur bersama raina, karena ia takut membuat raina merasa tidak nyaman.
Rainhard merebahkan tubuhnya dikasur. Ia menatap langit-langit kamarnya dengan pikiran yang tertuju kepada raina.
"Gue baru tau, ternyata lo sering keluar malam sama raindra"
"Na, sampai kapan lo kaya gini? Gue engga mau ngeliat lo terus-terusan menghindar dari gue"
"Apa gue masih bisa ngelindungi lo kaya dulu? Bahkan gue selalu kalah cepat sama raindra"
"Na, gue sayang sama lo. Apa lo bisa ngebalas perasaan gue?"
•¤•¤•¤•
Brakkk
"Kamu tuh pelajar, engga seharusnya kamu bicara kaya gitu!"
Raindra menatap Bu Fani dengan tangan yang mengepal. Sudah beberapa menit ia diceramahi oleh guru yang sekarang sedang berdiri didepannya, siapa lagi kalau bukan guru BP.

KAMU SEDANG MEMBACA
RAIN
Teen FictionRaina Putri Aurelia, wanita yang jarang sekali berkomunikasi dengan orang lain kecuali dengan sahabat laki-lakinya. Ia sering sekali dilibatkan oleh berbagai masalah karena sahabatnya itu. Tanpa ia sadari, teman laki-lakinya dimasa lalu hadir dengan...