Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

38. Mulai Bertani🦋 (REVISI)

8.7K 312 17
                                        

HAI KESAYANGAN AUTHOR, APA KABAR?

SEBELUM BACA LEBIH BAIK KALIAN FOLLOW DULU AKUN AUTHOR.

JANGAN LUPA VOTE DAN COMMENT DI SETIAP PARAGRAF 💬

_HAPPY READING_

🦋🦋

Kini mereka telah sampai di rumah. Mereka masuk ke dalam kamar masing-masing untuk berganti pakaian. Mang Slamet sekarang berada di villa sedangkan bi Surti sedang berada di ladang atau sawahnya yang 2 minggu lalu dibelikan oleh David sebagai hadiah karena telah menerima Reiyhan diantara keluarga mereka.


Walaupun sawahnya tidak terlalu besar hanya sekitar 2 petak saja, namun cukup untuk menghidupi keluarga mang Slamet selama di Bogor.

Selama satu bulan lebih ini Reiyhan belum menjadi seorang petani karna dia di sibukkan dengan sekolah onlinenya.

Tadi malam bi Surti meminta Reiyhan dan Jejen untuk besok sepulang sekolah pergi ke sawah dan setelah mereka berganti pakaian mereka pun bergegas pergi ke sawah seperti suruhan bi Surti kemarin.

Sebenernya Reiyhan males untuk pergi ke sawah karena sekarang matahari sedang berada di atas kepala otomatis akan terasa panas dan Reiyhan takut kulitnya hitam atau ke bakar.

Kini Reiyhan dan Jejen sudah sampai di sawah yang dekat dengan kebun teh. Jalan menuju sawah tadi sangat lah susah di tempuh menurut Reiyhan karena tadi dia harus melewati jalan sempit, menyebrang sungai dan terakhir lewat kandang kerbau dan sapi.

Saat lewat di kandang kerbau dan sapi tadi Reiyhan sempat tidak mau jalan karena di jalanan yang akan diblewati mereka banyak sekali kotoran-kotoran kerbau dan sapi berserakan yang membuat Reiyhan merasa jijik tidak ingin lewat situ. Namun karena paksaan Jejen akhirnya Reiyhan bisa melewati jalan tersebut dengan ekspresi yang..

Reiyhan dan Jejen berjalan mendekat kearah bi Surti yang sedang duduk di pondok yang letaknya di pinggir sawah.

"Assalamu'alaikum" Salam Jejen dan Reiyhan bersamaan.

Bi Surti yang tadinya sedang duduk beristirahat sambil meminum air putih langsung memalingkan pandangannya kearah Reiyhan dan Jejen.

"Waalaikumsalam, Eh kalian sudah nyampai" Ucap bi Surti lalu di anggukkan oleh Reiyhan dan Jejen.

Bi Surti tersenyum. "Sini duduk dulu".

Mereka duduk di samping bi Surti. Setelah kurang lebih 10 menitan mereka duduk dan terkadang bi Surti atau Jejen mengajak ngobrol Reiyhan.

Terkadang juga Reiyhan membalasnya namun hanya berdehem, mengangguk atapun menjawab dengan jawaban iya atau ngga gitu saja sih. Bi Surti dan Jejen pun tidak masalah walaupun jawaban Reiyhan seperti itu.

"Mak Jejen sama den Reiyhan kesana dulu, mau cangkul tanah" Ucap Jejen sambil jarinya menunjuk kearah sawah milik keluarga mereka.

Bi Surti mengangguk. "Iya sok sana".

Reiyhan mengernyitkan dahinya mendengar ucapan Jejen tadi. 'Apah mencangkul?! Nggak salah denger nih gue ? Panas-panas gini di suruh ngecangkul sawah?!' Batin Reiyhan.

Reiyhan menatap bi Surti dan Jejen marah. "Jadi saya di suruh kesini cuman buat ngecangkul?!" Bentak Reiyhan. Katakanlah Reiyhan tak sopan telah membentak orang yang lebih tua.

Jejen menganguk pelan. "Ga mau! Mending tadi gue di rumah aja main game dari pada kesini!" Sambung Reiyhan sambil menendang ember kecil di depannya.

Bi Surti dan Jejen kaget mendengar bentakan serta ember yang di tendang oleh Reiyhan.

REIYRAFA [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang