HAI KESAYANGAN AUTHOR, APA KABAR?
SEBELUM BACA LEBIH BAIK KALIAN FOLLOW DULU AKUN AUTHOR.
JANGAN LUPA VOTE DAN COMMENT DI SETIAP PARAGRAF 💬
_HAPPY READING_
🦋🦋🦋🦋
Kamis pagi yang cerah menyapa ibu kota. Seperti biasa, Mamah Eka sudah sibuk berkutat di dapur sejak fajar menyingsing. Di rumah semewah dan sebesar itu, tidak ada satu pun asisten rumah tangga yang membantu.
Bukan karena Papah Hanif tidak mampu membayar, melainkan karena prinsip Mamah Eka yang keras kepala segala urusan rumah tangga jauh lebih memuaskan jika diurus oleh tangan sendiri daripada diserahkan kepada orang lain.
Namun, khusus hari ini, tingkat kesibukan Mamah Eka melonjak berkali-kali lipat. Selain harus menyiapkan keperluan kerja suaminya, dia juga harus mengurus keberangkatan Zico dan Rafa yang akan bertolak ke Bandung untuk program pertukaran pelajar.
Sembari menunggu masakan matang, jemarinya bergerak lincah menata meja makan, lalu beralih memasukkan tumpukan baju ke dalam mesin cuci sebelum akhirnya menjemurnya di rooftop lantai atas.
"Papah! Ayo turun, sarapannya udah siap!" Teriak Mama Eka kencang sembari menengadah ke arah lantai dua.
"Iya, Mah!" Sahut sebuah suara bariton dari atas.
Tidak lama kemudian, Papah Hanif turun dengan penampilan yang sudah rapi mengenakan kemeja kerja. "Pagi, Sayang" Sapa Papah Hanif penuh kasih seraya menarik kursi di ujung meja makan.
"Pagi, Pah" Balas Mamah Eka dengan senyuman manis yang tak pernah luntur.
"Papah mau makan apa pagi ini?" Sambung mamah Eka.
Papah Hanif menatap istrinya hangat. "Hmm... Papah mau nasi goreng udang aja deh, Mah".
Mamah Eka mengangguk cepat dan langsung meracikkan sepiring nasi goreng udang hangat yang aromanya menggugah selera. Namun, baru saja piring itu mendarat di meja, sebuah lengkingan dahsyat dari lantai dua seketika memecah ketenangan.
"MAMAH! MAH, SEPATU RAFA DI MANAAA?!" Teriak Rafa menggelegar dari pembatas balkon lantai dua, kepalanya melongok ke bawah dengan wajah panik.
Mamah Eka menghentikan aktivitasnya, berkacak pinggang, lalu mendongak dengan volume suara yang tak kalah menggelegar. "DI DEKAT KAMAR MANDI KAMU, SAYANG!".
Belum sempat gema suara Mamah Eka habis, Zico tiba-tiba muncul di samping adiknya dengan rambut yang masih agak berantakan. "MAMAH! KALAU TOPI SEKOLAH ZICO DI MANA?".
"DI DEKET TEMPAT CUCI GOSOK, ABANG!" Balas Mamah Eka, urat lehernya sampai terlihat karena harus berteriak lagi.
Papah Hanif yang duduk di meja makan menggeleng-gelengkan kepala. Karena merasa telinganya mulai berdengung, ia akhirnya ikut berteriak dengan suara basnya yang menggelegar.
"JANGAN TERIAK-TERIAK! INI RUMAH, BUKAN HUTAN!".
Mendengar teguran itu, Mamah Eka di dapur, serta Rafa dan Zico di lantai atas secara kompak menoleh dan menatap garang ke arah Papah Hanif.
"PAPAH JUGA TERIAK!" Sahut mereka bertiga berbarengan dari tempat yang berbeda.
Papah Hanif langsung terdiam. Dia terkekeh canggung sambil menggaruk hidungnya yang tidak gatal. "Hehe... Sorry keceplosan Papah".
Mamah Eka hanya memutar bola matanya malas, sementara Rafa dan Zico memilih mengabaikan tingkah papa mereka dan bergegas melesat mencari barang masing-masing.
KAMU SEDANG MEMBACA
REIYRAFA [END]
Romansa"Kak.. Gue ha-hamil" "Kalo bener itu anak gue yaudah tinggal lo gugurin, beres kan?" Karna datang ke perta ulang tahun sahabat abangnya hidup seorang gadis SMA berubah total. -- ⚠ MENGANDUNG BANYAK KATA-KATA KASAR YANG TIDAK BAIK UNTUK DITIRU!! S...
![REIYRAFA [END]](https://img.wattpad.com/cover/228761787-64-k343009.jpg)