Judulnya bikin ambigu banget yak ✌
Hope you like it guys!
Tap vote dan tinggalkan jejak terbaik kalian yah 🥰
•••
"Bahagia itu gak selalu butuh sesuatu yang luar biasa menakjubkan untuk dilakukan kok, itu hanya tentang bagaimana cara kita melakukan sesuatu dengan semaksimal usaha yang kita punya. Keep try it!"
•••
Prilly tak pernah menyangka, pengalaman sepak terjangnya dalam dunia percintaan tak begitu banyak. Prilly pernah memiliki perasaan berbunga bunga dan penuh bahagia tiap kali menghabiskan waktu bersama seseorang, bahkan hingga dirinya lupa waktu. Namun ternyata, perasaannya dahulu datang diwaktu dan jatuh pada orang yang kurang tepat. Sehingga, hal yang dirinya bisa lakukan mau tak mau harus mengakhiri perasaan tersebut.
Iya. Sosok yang pernah Prilly harapkan adalah Diego, yang dahulunya merupakan sosok yang sering ada disampingnya. Membuat benih benih yang tak seharusnya ada itu perlahan muncul dan terus berkembang sepanjang bergulirnya waktu. Saat itu tentu keduanya tak terlalu memikirkan hal yang terlalu jauh, karena yang keduanya tahu mereka sama sama merasakan kebahagiaan sendiri tiap kali bersama.
Hingga akhirnya dunialah yang bertindak menyadarkan keduanya, menujukkan betapa jauhnya jarak perbedaan yang ada. Bukan soal usia, harta maupun tahta. Sama sekali bukan karena itu. Sesuatu hal yang besar, yang menjadi dasar pegangan hidup mereka yang berbeda membuat pandangan hidup bersama hingga tua menjadi sebuah ketidakmungkinan. Disaat semua aspek bisa tertoleransi, kecuali agama. Prilly sadar, melanjutkan perasaannya akan menjadi penyakit parah dikemudian hari. Namun manusia hanya bisa berencana, untuk selebihnya sang maha penciptalah yang tahu segalanya.
Wajar bukan, jika dirinya masih kerap terbayang akan kenangan bersama Diego. Prilly tak munafik akan itu, namun Prilly juga tak lupa akan kodratnya. Sehingga yang bisa dirinya usahakan adalah menghilangkan harapnya pada Diego sedikit demi sedikit hingga akhirnya perasaannya benar benar hilang, atau setidaknya dia hanya merasakan perasaan murni karena berteman. Dan hampir 3 tahun sudah proses itu Prilly lewati.
Apakah Prilly sudah mampu seratus persen menghilangkan perasaanya pada Diego?
Ah, tentu saja belum.
Sebab Prilly tak ingin memaksakan dirinya diluar ambang batas kemampuannya. Prilly lebih memilih perlahan namun pasti. Ia tak mau mengorbankan perasaan seseorang hanya untuk sebagai pelariannya disuatu kesempatan, karena ketika hari dimana dirinya lemah, kemungkinan besar usahanya akan gagal. Prilly tak mau itu. Biar saja banyak orang menyebutnya belum move on.
Terserah mereka.
Sebagai buktinya, saat ini. Ketika Prilly harus kembali ditakdirkan untuk masih bersinggungan dengan Diego, dia sama sekali tak khawatir. Khawatir jika perasaanya tiba tiba kembali kesemula. Sebab buktinya, getaran yang dia rasakan dahulu ketika bersama Diego kini tak lagi tersapa indera perabanya. Bahkan, rasanya Prilly sudah bisa mengontrol diri tak berlebihan ketika harus kembali mendapat kebaikan Diego.
Dan Prilly senang, dirinya sudah bisa melalui semua itu.
Jangan lupa makan dan istirahat
Sebuah buble chat yang berasal dari Diego pun kini hanya dirinya balas dengan seadanya.
Tanpa Prilly sadari, sebenarnya ada satu hal yang terlewatkan sebagai faktor pendukung bagi jalannya untuk kembali menjalin hubungan baik sebagai teman dengan Diego. Prilly belum menyadari betapa perasaanya tak semudah itu goyah hanya karena kebaikan Diego padanya. Padahal jika bisa dibandingkan, dahulu Prilly sempat terbesit pemikiran ingin ada kesempatan bertemu agar bisa mengungkapkan sesuatu yang belum sempat terungkap pada Diego. Namun sekarang, mungkin Prilly sudah lupa akan hal apa yang ingin dirinya sampaikan pada Diego. Dan salah satu alasan dari itu semua tak lain dan tak bukan tentu dengan adanya kedatangan sosok Ali dalam beberapa bulan terakhir ini. Dan semoga Prilly bisa segera menyadarinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
From Do'a To Do'i [COMPLETED]
Romance(Follow dulu sebelum membaca, adalah salah satu sikap dari pembaca yang cerdas 👌) Spiritual-Romance Berambisi dalam segala hal apapun, Prilly ingin selalu menjadi orang yang selalu berada di depan. Menjadi satu satunya, sosok panutan bagi banyak or...
![From Do'a To Do'i [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/241264714-64-k291518.jpg)