Hai, tap vote dulu ya sebelum lanjut scroll ❤
•••
"Tidak ada sesuatu yang lebih besar pengaruhnya di sisi Allah Ta'ala selain do'a."
(HR. Tirmidzi no. 3370, Ibnu Majah no. 3829)
•••
Prilly tahu, dalam hidupnya pasti tak serta merta penuh tawa bahagia. Dan kini adalah gilirannya mendapatkan rasa kekecewaan yang bisa dibilang datang secara bertubi tubi. Prilly sadar, dirinya tak pantas menyalahkan seseorang atas kekecewaan yang dirinya alami. Sebab, tentu saja kekecewaan itu datang berasal dari ekspetasinya.
Dirinya harus kembali pulang ke kota dimana dirinya menuntut ilmu tanpa bisa bertemu dahulu dengan sang Papa. Rasanya seperti menelan pil yang rasanya memanglah pahit, mendapati fakta bahwasanya Papanya sama sekali tak menampakkan kehadirannya selama dirinya di rumah. Bahkan, hanya untuk sekedar menerima telefon dari beliau, sama sekali tak Prilly rasakan. Prilly harus kembali pulang dengan membawa kekecewaan baru, padahal sangat dirinya ingat sesaat sebelum dirinya menginjakkan kaki di rumahnya, ia berkeinginan bisa melihat tawa anggota keluarganya dan bisa merasakan kehangatan keluarganya yang utuh.
Kemudian terkait perbuatan Lala, kepalanya seketika merasakan nyeri saat kembali harus menerima kenyataan bahwasanya Lala dengan teganya melakukan semua ini terhadapnya. Sayang seribu sayang, karena nyatanya ekspetasinya malah menghancurkan perasaannya.
"Makasih, Bu." Ucap Prilly saat tangannya menerima sebuah mie cup yang tadi dirinya pesan.
Prilly segera berjalan setelah menerima uang kembalian. Dirinya memilih duduk pada bangku panjang yang didepannya bersekat dengan kaca yang menampilkan lingkungan gedung fakultasnya serta nampak jelas dirinya saksikan beberapa mahasiswa yang berlalu lalang disana. Tangannya merogoh ponselnya untuk melihat serta memastika sekarang belum memasuki waktu kelasnya.
Tak ada teman yang menemani makannya karena memang dirinya datang terlalu pagi hari ini. Kepulan asap seketika menguar tatkala tanganya membuka tutup mie cupnya, dan Prilly merasakan sedikit ketenangan saat hidungnya berhasil menangkap aroma sedap dari mie yang padahal dirinya tahu makanan dihadapannya sekarang merupakan makanan yang bermicin.
"Wah, anak gizi ada yang makan mie juga ternyata." Celetukan dari suara yang bersumber dari arah belakangnya berhasil menunda niatnya memasukan mie pada garpu kedalam mulutnya.
Ketika dirinya belum sepenuhnya menoleh, netranya sudah menangkap sosok Ali duduk di sampingnya khas dengan senyuman yang akhir akhir ini Prilly terima. Prilly hanya bisa tersenyum seraya menggelengkan kepalanya merasa takjub akan pemikiran Ali yang menyiratkan makna diskriminasi.
"Anak gizi juga manusia biasa kali, ya kali gak makan mie yang jelas jelas banyak orang suka." Jawab Prilly yang akhirnya belum jadi melanjutkan makannya. Dirinya sungkan serta malu, jika harus makan didepan Ali.
"Eh gak lanjut makan lagi? Gue bercanda aja kok tadi. Ternyata seru juga jahilin lo." Ujar Ali seraya memandang kearah luar.
Namun tanpa Prilly duga, pipinya malah memanas mendapati pernyataan tadi. Jangan sampai dirinya terlihat salah tingkah di hadapan laki laki ini.
"Gapapa, gue cuma gak terbiasa makan ada yang lihatin." Setelah kalimatnya keluar, Prilly baru merutuki mulutnya. Bagaimana bisa dirinya merasa se percaya diri ini kalau Ali akan melihatinya makan. Sial, dirinya begitu malu sekarang.
Ali terkekeh, "Gue nitip tas bentar ya kalo gitu, gue mau beli makan juga. Biar gue gak cuma lihatin lo makan aja disini."
Lalu Ali benar benar berdiri setelah meletakkan tas ranselnya di dekat Prilly. Prilly merunduk, tanpa sadar dirinya menggigit bibir bawahnya. Merasa melayang begitu saja dengan hal sederhana yang Ali lakukan. Yakni, menemani sarapan pagi di hari buruknya saat ini. Tanpa mampu dirinya sembunyikan, kehadiran Ali sedikit membantu perasaannya membaik.
KAMU SEDANG MEMBACA
From Do'a To Do'i [COMPLETED]
Romansa(Follow dulu sebelum membaca, adalah salah satu sikap dari pembaca yang cerdas 👌) Spiritual-Romance Berambisi dalam segala hal apapun, Prilly ingin selalu menjadi orang yang selalu berada di depan. Menjadi satu satunya, sosok panutan bagi banyak or...
![From Do'a To Do'i [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/241264714-64-k291518.jpg)