Extra II : Edisi Ali POV

1.2K 114 13
                                        

Tap vote dulu sebelum lanjut scroll
Ramein kolom komen juga ya, massa enggak? Dah terakhir banget lho 🤣 4,3k words lagi

•••

"Kesetiaan wanita itu diuji waktu lelaki pasangannya lagi tidak punya apa apa. Dan malah sebaliknya, kesetiaan seorang laki laki akan diuji ketika dia punya segalanya. Harta, tahta dan segalanya. Om salah satunya, yang dulu salah pilih jalan waktu ada masalah. Om lupa kalau masih ada lantai buat bersujud kalau memang lagi tidak ada bahu buat Om bersandar waktu itu. Menyesal, itu pasti. Karena seperti apa yang kamu tahu, Om sempat kehilangan putri Om untuk beberapa waktu. Jadi Om mohon sama kamu nak, jangan sampai kamu salah memilih jalan nantinya. Karena Om yakin akan mempercayakan putri Om sama kamu, jaga dan lindungi dia ya Li."

Gue tahu, ketika Om Ghani mengucapkan kalimat terselubung nasehat itu ada rasa sesal yang coba ia tunjukkan. Betapa menyesalnya beliau menghilangkan kepercayaan keluarganya, menumbuhkan luka, hingga bahkan pernah sampai dibenci putrinya. Gue yang bahkan cuma jadi pendengar pun ingin ikut sedih kalo harus inget inget itu semua.

Sedikit banyak gue tahu gimana kerasnya usaha Prilly buat bisa berdamai sama kehidupannya yang sekarang ini. Dasarnya memang sifat keras kepala yang ia punya, ditambah lagi dengan kesibukan yang berhasil menenggelamkannya selama beberapa tahun terakhir. Maka ketika akhirnya Prilly memutuskan untuk menemui Papanya di rumah sakit, gue tahu itu adalah keputusan berat yang harus dirinya ambil.

Anyway, Prilly sekarang udah jadi tanggung jawab gue. Jangan ada yang tanya gimana bahagianya gue akhirnya bisa hidup dengan status halal sama dia. Pastinya gue sangat amat bersyukur. Dan sebagai imam dia sekarang gue perlu berusaha keras biar Prilly selalu bahagia. Sebab gue pernah janji kalau bakal bahagiakan dia, mengingat setelah banyak hal menyakitkan yang dia lewati.

"Weh, selamat ya bro! Atas kelahiran anak lo." Gue menyambut kedatangan beberapa sesama rekan dokter ditempat dimana gue kerja.

"Thanks bro, masuk masuk. Udah pada bawa hadiahnya buat anak gue kan?" Canda gue sambil mengantarkan mereka masuk untuk kedalam rumah.

Terhitung hari ini, 2 minggu sudah status gue yang tadinya hanya menjadi seorang suami kini udah jadi seorang Papa sekaligus. Gue seneng dan pastinya antusias banget karena ini bakal jadi pengalaman perdana gue dalam dunia per-baby an.

Prilly berhasil melahirkan anak kami secara normal. Arreta Rumaisha. Nama yang telah kami sepakati. Setelah beberapa saat gue menyaksikan gimana besarnya perjuangan Prilly buat bawa dia kedunia ini. Bahkan, ketika untuk pertama kalinya gue denger suara tangisan Reta-kami memanggilnya- air mata gue akhirnya seketika turun saat gue sedang mencium puncak dahi Prilly sambil berkali kali mengucapkan terimakasih kepadanya karena telah berjuang.

Kami akhirnya berkumpul di ruang keluarga, dimana bisa gue lihat Prilly yang tengah tersenyum cerah menatapi anak kami yang kini sedang berada di gendongan Mama Sandra. Kemudian karena kehadiran beberapa rekan kerja gue, kini anak gue pun harus terpaksa berpindah tempat, dioper sudah seperti piala bergilir saja. Katanya mereka ingin menggendong, supaya segera bisa ketularan memiliki buah hati pula. Halah, bisa saja memang jika disuruh membuat alasan.

Gue sambil sesekali mengawasi keberadaan anak gue, kini berjalan sambil mengambilkan segelas minum untuk Prilly. Ketika gue sampai di sampingnya, ia segera menoleh tetap dengan senyumnya yang menawan.

"Minum dulu." Ujar gue.

"Makasih mas." Prilly menerimanya dan segera meneguknya perlahan.

From Do'a To Do'i [COMPLETED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang