"Banyak orang gagal karena mereka mencoba untuk meniru jawaban orang lain, tanpa sempat menyadari bahwa setiap orang tentu punya jawaban yang berbeda beda untuk setiap pertanyaan yang ada."
•••
"Ini beneran bukan mimpi kan ya, ngeliat kamu jemput aku sekarang." Siapapun yang mendengar ucapan Prilly saat ini pasti tahu, jika kalimatnya barusan penuh akan makna sarkasme.
Ali sendiri sebagai target yang menerima sarkasme tadi hanya bisa tersenyum santai, tak berkeinginan menanggapi karena ditakutkan memancing masalah baru. Sambil sesekali memperhatikan gerak gerik Prilly mengambil sesuatu dari dalam tas kerjanya, Ali menjalankan kendaraan meninggalkan lobby rumah sakit tempat dimana Prilly bekerja selama tiga tahun terakhir ini.
Masa masa sulit sudah mampu mereka lalui.
Bagi Prilly, pengalaman menyelesaikan pendidikan profesinya dan tentu saja disambi dengan mengurus kedai usaha Calorionnya bukanlah suatu hal yang mudah. Ternyata beban menempuh profesi, tak semudah saat menempuh sarjana yang sudah pernah ia lalui. Prilly akui, banyak effort yang harus ia keluarkan selama di dua tahun tersebut.
Salah satunya, tentu saja ia menjadi tak terlalu sering memiliki jadwal longgar untuk bisa pulang menjengguk sang Mama. Dan juga tentunya, jarang pula bertemu Ali. Karena tak hanya Prilly yang sibuk akan pendidikan profesinya. Alipun sama sibuknya saat menjalani pendidikan spesialisnya ketika itu. Ya setidaknya komunikasi keduanya tak pernah terputus meskipun seringnya hanya saling meninggalkan pesan, dan baru menerima balasan dengan jangka waktu yang lumayan lama.
Even keduanya masih berada dalam satu kota, keduanya juga jarang ada waktu longgar untuk pergi bersama. Namun ketika waktu longgar itu mereka dapatkan, keduanya sama sama setuju menghabiskan waktu bersama tersebut dengan hal yang bermanfaat. Salah satunya kegiatan yang sering keduanya lakukan tiap bersama adalah menyambangi panti asuhan yang ada di kota tersebut, dan menyalurkan beberapa bantuan yang mereka punya.
Hal itu sebagai bentuk rasa syukur, pastinya. Pada pencapaian mereka hingga dititik tersebut, keduanya sadar bahwa mereka ternyata masuk dalam golongan orang yang beruntung. Karena bisa menamatkan gelar sarjananya, dan bahkan melanjutkan jenjang diatasnya.
Seusai Prilly berhasil mendapatkan gelar Dietisiennya, Ia memutuskan untuk kembali ke kota dimana sang Mama tinggal. Kota yang selalu padat penduduknya, Jakarta. Dengan banyak pemikiran yang harus dipertimbangkan juga pastinya. Terkait kesehatan sang Mama yang tentu pasti butuh perhatiannya, apalagi mengingat selama ia menjalani profesi dikota rantau ini ia memang jarang berkunjung. Hal lain yang menjadi pertimbangannya pula adalah Yola yang pada saat itu akan memasuki semester akhir. Maka Prilly merasa sudah waktunya kembali, dan tak terlalu banyak membebankan sang adik.
Begitulah singkatnya mengenai perjalanan bagaimana bisa sekarang dirinya kembali ke Jakarta. Soal Ali yang saat ini juga ada di Jakarta, sebenarnya Ali sendiri baru pindah dan mulai bekerja disini terhitung kurang lebih satu tahun yang lalu. Karena memang disaat Prilly sudah memutuskan untuk kembali ke Jakarta, Ali masih harus menyelesaikan sekolah spesialisnya dan mengikuti ujian kompetensi dokternya. Kemudian setelah beberapa waktu berjalan, dan Ali berhasil menyelesaikan studi dan mendapat gelarnya, tak berfikir lama Ali pun juga segera kembali ke Jakarta. Bukan hanya untuk bertemu Prilly, namun tentu saja kedua orang tuanya kini masih tinggal di Jakarta.
Terkait usaha Calorion yang Prilly punya, tentu saja sampai sekarang masih berjalan dengan baik. Prilly mempercayakan usahanya pada Kina yang untungnya dengan senang hati mau mengurusnya. Sedang Fina, Hanum dan Aisyah memutuskan bekerja setelah berhasil menyelesaikan sarjananya dan mendapat pekerjaan yang menawarkan gaji lebih tinggi. Prilly sendiri sebenarnya sudah berencana menutup usahanya di kota rantau dan akan mengembangkan dari awal di tempat tinggalnya saat ini jika Kina tak mengatakan bahwa ia ingin Calorion tetap ada. Sehingga, dengan yakin Prilly memberikan tanggung jawab pada Kina akan hal itu. Sebab Prilly hanya bisa sesekali berkunjung kesana. Selain itu, hanya melalui sambungan telefon dengan Kina ia bisa mengecek perkembangan usahanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
From Do'a To Do'i [COMPLETED]
Romance(Follow dulu sebelum membaca, adalah salah satu sikap dari pembaca yang cerdas 👌) Spiritual-Romance Berambisi dalam segala hal apapun, Prilly ingin selalu menjadi orang yang selalu berada di depan. Menjadi satu satunya, sosok panutan bagi banyak or...
![From Do'a To Do'i [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/241264714-64-k291518.jpg)