17. Terra

107 27 11
                                        

Clara tersandung sesuatu, membuatnya jatuh tersungkur dengan kedua lututnya. Kulit lututnya sekarang berwarna merah muda, mengeluarkan darah.

Bisa-bisanya dia berpikir akan ditangkap oleh Newt saat hampir jatuh seperti di film-film drama.

"Kau harusnya hati-hati." Setidaknya Newt membantu Clara untuk berdiri.

Newt mengiring Clara untuk duduk di atas suatu tumpukan kayu.

Clara beberapa kali mengerutkan dahinya menahan sakit perih dari lututnya. Ia membuka tas yang ia bawa, membukanya, kemudian mengobati lukanya sendiri.

Sedangkan Newt sendiri, memeriksa benda yang membuat Clara jatuh.

Awalnya, dia berpikir bahwa benda itu adalah ranjau tanam. Tetapi, setelah dipikir-pikir, jika benar itu ranjau, pasti sekarang Clara sudah tidak disini nyawanya.

Newt berjongkok, lalu mengeruk sedikit tanah yang menetupi benda itu. Tidak mempedulikan hewan melata apa saja dan tidak sengaja ia sentuh dari tanah itu.

Clara memasang plester terakhirnya, kemudian memasukkannya kembali ke dalam tas. Dia menghampiri Newt, "Ada apa?"

Newt tidak menjawab Clara tapi malah menatapnya. Dia memperlihatkan benda yang tadi menyandungnya, yang ternyata adalah sebuah tuas.

"Benda menyebalkan." Tanpa briefing ataupun pembicaraan sedikitpun Clara menendang tuas itu karena kesal sudah membuatnya jatuh.

Newt menghembuskan nafasnya karena tidak terjadi apapun semenjak tuas itu digerakkan.

Tetapi, leganya itu berubah menjadi rasa cemas karena pada detik berikutnya keluar suara gemuruh beserta dengan terguncangnya tanah yang mereka pijak.

Mereka mundur beberapa langkah menjauhi area tuas itu.

Perlahan tanah itu naik bersamaan dengan sebuah pintu bunker bawah tanah yang terbuka.

"Clare, percayalah. Kalau ada makhluk aneh yang keluar dari liang itu, aku tidak akan ragu untuk meninggalkanmu."

"Jangan bercanda!" Clara berdiri tepat di belakang Newt memegangi bajunya berjaga-jaga kalau sesuatu keluar dari bunker itu.

Pintunya telah terbuka sepenuhnya, memperlihatkan ruang bawah tanah yang gelap.

Newt melangkah mendekati bunker itu dengan Clara yang mengikut di belakangnya.

"Ini bunker EARTHER?" Tanya Clara.

"Kurasa begitu." Jawab Newt melihat tulisan di dinding dalamnya yang bertuliskan EARTHER.

Clara berjalan di depan Newt karena penasaran.

Inikah tempat yang digunakan para EARTHER untuk berlindung?
Apakah mereka masih hidup? Ayah dimana? Masih adakah?

Clara masih berharap penuh bila memang keajaiban benar-benar terjadi.

"Hei, Clara! Hati-hati." Sahut Newt dari belakang yang mengikuti langkah Clara yang berjalan semakin ke dalam.

Tempatnya terlalu gelap, hanya diterangi lampu-lampu redup yang nyaris padam.

Perjalanan mereka memasuki bunker yang seperti terowongan itu berhenti saat mereka melihat sebuah pintu otomatis lain yang bisa dibuka dengan tuas di sampingnya.

Kali ini Newt yang ingin membuka tuasnya.

Sebelum tangannya menyentuh tuas, Clara menahannya, "Kau yakin? Kita balik aja yuk."

"Kau kan ingin memastikan tentang ayahmu."

Clara melepaskan tangannya karena perkataan Newt memang tidak salah. Clara masih sangat penasaran. Apalagi hal yang berkaitan dengan keluarganya. Dengan ayahnya.

Hug Me Interstellar [Newt]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang