16. Neptunus

105 24 11
                                        

Elfie mendekap anaknya, Clara yang akan pergi ke bumi dengan tujuan observasi lingkungan dan rotasi inti bumi. Selain itu, Clara juga ingin bertemu dengan ayahnya bila memang para EARTHER masih selamat.

"Hati-hati, jangan lupa banyak minum. Hubungi aku kalau ada yang mendesak." Elfie mengingatkan Clara.

"Iya, Bu. Hubungi aku juga kalau ada apa-apa."

Elfie mendekat dan membisik, "Ngomong-ngomong kau jangan hanya bermesra-mesraan dengan si Newt itu di bumi."

"Yang benar saja." Clara memutar bola matanya malas menanggapi lagi.

Minho yang berdiri dibelakang mereka sejak tadi maju untuk menyalam Elfie, "Tante, lain kali masak yang lebih banyak! Aku rela bayar." Mengingat masakan fermentasi buatan Elfie yang Clara bawa ke Hat waktu itu.

Semua RUNNER-- ralat, semua SPANER sedang berada dalam unit tempat tinggalnya Clara. Awalnya, hanya Newt yang akan menjemputnya tetapi daripada membuang waktu, mereka semua juga ikut agar langsung pergi ke bumi bersama.

"Iya, Minho. Lain kali ya." Balas Elfie ramah.

"Kami pamit dulu." Kata Newt dari belakang.

"Hati-hati semuanya."

Clara tidak sempat mengucapkan selamat tinggal kepada Pak Jenkins karena dia sedang ada urusan di planet lain untuk pencarian material baru khusus lab.

Mereka memasuki roket mereka sendiri. Newt sebagai pilot dan Thomas sebagai co-pilot yang duduk di sebelahnya.

"Berapa lama untuk sampai ke sana?" Tanya Minho dari kursi belakang, "Aku ingin buang air."

Clara menatap Minho jijik, "Besar atau kecil?"

"Besar kecil." Jawabnya santai.

"Kenapa kau baru bilang sekarang bakekok." Clara kesal karena suasananya jadi terburu-buru.

Jadi, Clara berusaha tidak memedulikannya.

Clara melihat ke luar jendela bening yang memperlihatkan luasnya antariksa. Jauh, luas, dan tidak terbatas layaknya laut yang besar, saking besarnya tidak bisa terselami seluruhnya.

Mengerikan sekaligus takjub Clara melihatnya. Binntang-bintang yang bertebaran dan berkelap-kelip membuat senyum dari bibirnya terlihat.

Clara beralih memandang Newt yang terlihat tengkuknya dari belakang.

"Ada bintang yang lebih indah di dalam roket ini." Clara berbicara dalam hati.

Newt berdecak, "Bumi sudah tidak sama lagi."

"Maksud Newt apa, Thomas?" Tanya Frypan.

"Lempeng bumi banyak yang berpindah. Landasannya juga sudah tidak sama. Jangan kaget kalau kalian bisa jalan kaki dari menara eiffel langsung ke tugu monas." Jelas Newt dalam satu paragraf kecil.

"Kau serius? daebak." Minho sedikit tak percaya dengan fakta itu. 

Tetapi jaman sekarang apa lagi yang tidak mungkin? Dicintai olehmu? maybe.

Akhirnya, pada pukul satu siang mereka sampai di daerah London. Mereka tidak menyangka bumi jadi seperti ini sekarang. Seperti hutan untuk margasatwa. Banyak mobil terbang yang sudah terlilit tanaman yang bahkan mereka tidak tau apa.

Yang paling mengejutkan adalah adanya kapal selam yang terdampar di dekat sebuah apartemen tinggi di tengah kota.

Mereka menghirup udara yang wanginya bercampur antara tanah dan bekas keringnya air hujan. Walau mereka lama di luar angkasa, tetapi, entah kenapa rasanya mereka merasa pulang ke tempat yang sebenarnya.

Hug Me Interstellar [Newt]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang