"Tidak"
"Telingamu bermasalah" Ujar Mikasa
"Kau bertengkar lagi dengannya?"
"Ereh? Tidak, ia tidak bisa pulang bersamaku karena ada perkumpulan OSIS"
'Benar juga' batin Levi
Kemudian Levi membawa motornya menjauh dari area basementnya, di depan gerbang ia berpapasan dengan gadis hazelnut yang ia cari-cari selama ini.
"Kau... Kemana saja kau?"
Petra terkejut dengan kedatangan Levi yang terlalu tiba-tiba, ditambah lagi dengan gadis di belakangnya yang terus memandanginya.
"Aku? Eh? Aku..." Petra tampak terbata-bata menjawabnya
"Baguslah kalau kau baik-baik saja" Levi menyapu bersih kata-kata yang belum sempat Petra ucapkan
Petra memperhatikan rok gadis pada jok belakang motor Levi, roknya sedikit terangkat, bagian pahanya jadi terlihat jelas.
"Eh anu... Itu rokmu, sebentar" Petra merapikan sedikit roknya agar tertutupi semestinya
"Ah.. Aku tidak sadar, terima kasih" Ujarnya sembari tersenyum lembut
Petra ternganga, gadis ini manis sekali, "Eh.. Tentu saja, sama-sama" Jawab Petra sambil menggaruk kepalanya yang tentunya tidak gatal
Kemudian Levi kembali menyalakan mesin motornya, "Aku harus pergi sekarang"
"Ah iya,hati-hati di jalan"
Setelah pergi dari hadapannya, Petra masih dapat melihat punggung gadis tersebut sampai akhirnya mereka menghilang di persimpangan sana.
Setelah dipikir-pikir mereka memang cocok, rambut yang senada dan garis mata yang tajam, ya walaupun tubuh Levi lebih pendek dari gadis itu, tapi tidak masalah.
Petra merasakan sentuhan air hangat pada pelupuk matanya.
"Eh? Nande?"
~~~
"Levi"
"Hn?"
"Kenapa tidak kau kencani saja gadis itu"
"Siapa?"
"Wanita berambut cokelat hazelnut itu"
"Kurasa dia tidak meyukaiku"
"Jadi artinya kau menyukainya?"
Kemudian Levi menarik tangan Mikasa, menepis jarak diantara keduanya.
"Bagaimana jika yang aku inginkan adalah kau?" Ucap Levi
Levi masih terus menahan posisinya, kemudian ia mulai menyentuh pipi Mikasa.
"Levi, kau ini struggle sekali" Ucap Mikasa dengan wajah datarnya
Levi segera melepaskan tangan Mikasa setelahnya, "Benar, lagi pula mana mungkin aku menyukaimu"
"Kau lelaki yang membosankan" Ucap Mikasa, "Sampaikan salamku pada paman Kenny"
"Hn" Jawab Levi, kemudian ia mulai menjalankan motornya, menjauh dari pekarangan rumah Mikasa.
Dalam perjalanannya, Levi terus memikirkan kata-kata Mikasa, tentang 'Kenapa tidak kau kencani saja gadis itu'. Tapi sepertinya Petra bukan tipe wanita seperti itu, dalam penglihatannya, Petra adalah gadis polos dalam hal percintaan.
Dan lagi, ini adalah kali pertamanya bagi Levi untuk memikirkan soal kencan dan percintaan, Erwin sudah memberi banyak masukan sebelumnya karena ponselnya penuh dengan kontak gadis-gadis lajang di SMA, tapi ia sama sekali belum tertarik saat itu.
Menurut Levi, semua wanita di sekolahnya sama saja. Terutama murid-murid kelas 1 dan 2, selalu meneriaki namanya saat Levi melewati kelas mereka, berisik sekali.
Tunggu, kenapa hal seperti ini rasanya sulit sekali baginya? Bukankah ia hanya tinggal mengencani Petra saja? Tapi bagaimana caranya berkencan? Apa yang harus ia lakukan? Apa yang harus ia kenakan?
Sudah terlalu lama Levi melajang, 18 tahun hidupnya dan yang ia lakukan setiap harinya adalah melakukan pekerjaan sekolah dan rumah. Selain itu Levi selalu saja mengurung diri di dalam kamar, bahkan lencana 'No Life' sudah tidak cocok lagi untuknya.
"Aku harus mendinginkan kepalaku"
Uw uw~ morning gais~ (˵ ͡° ͜ʖ ͡°˵) jangan lupa sarapan kawan kawan! Jaga kesehatann see u~
KAMU SEDANG MEMBACA
It's My First Love [END]
FanfictionLevi Ackerman, jangan tanyakan hal-hal bodoh padanya. Jangan juga membebankan sesuatu padanya, ia manusia yang mudah kerepotan. Ia sering di cap karena sikap absolut dan otoriternya. Hingga akhirnya datanglah seseorang, memecahkan dinding es dianta...
![It's My First Love [END]](https://img.wattpad.com/cover/264019814-64-k993111.jpg)