"Levi? Jarang sekali kau parkir di depan gerbang" Ujar Mike
"Hn" Adalah jawaban singkat Levi
Tak lama setelahnya, Mike melihat gadis berambut coklat datang menghampiri mereka berdua
"Huft.. Huft.. Maaf aku terlambat"
"Petra?"
"Oh hai, Mike!" Sapa Petra sembari mengatur nafasnya yang tidak karuan
"Cepat naik" Perintah Levi
"Haik haik" Kemudian Petra menuruti perintahnya, Mike tidak tahu sejauh mana hubungan keduanya
Levi melesat cepat dari hadapan Mike tanpa berkata apapun, "Ah Mike kami duluan!" Namun Petralah yang memberikan salam perpisahan
"Um, Levi. Kita mau kemana?"
"Rumahku"
Petra terkejut, kencan pertama yang tak pernah ia duga-duga ini merusak ekspektasinya. Ia berkhayal akan diajak berjalan-jalan ke sebuah taman indah di dekat sekolahnya, tapi semuanya sirna begitu saja.
Akhirnya mereka tiba, terlihat seorang laki-laki dengan jas hitam dan topi coboy yang ia kenakan tengah berdiri di depan pintu rumah tersebut, Levi memarkirkan motornya dan membawa Petra memasuki halaman rumahnya.
"Yo Levi!"
"Kenny.. Sudah ku bilang tidak perlu mengunjungiku"
"Ohoho rupanya kau membawa seorang wanita sekarang" Ucap Kenny setelah mengintip Petra yang tepat bersembunyi di balik punggung Levi, ia bahkan mengabaikan pernyataan Levi barusan
"Konichiwa" Sapa Petra malu-malu
"Selain cantik, kau juga sopan. Kenapa wanita sepertimu bisa dimiliki oleh lelaki bejat seperti Levi, hm?"
Levi menatap Kenny tajam setelah mendengar perkataannya, Kenny cengengesan dengan kedua tangannya yang terangkat ke atas seakan meminta ampun padanya.
Levi mempersilahkan Petra untuk masuk terlebih dahulu, karena ia harus mengurusi si tua Kenny diluar rumahnya.
Petra ternganga melihat bersihnya setiap sudut ruangan di rumah ini, temboknya berwarna putih, lantai kayu jati yang terlihat kuat dan diukir se detail mungkin.
Petra bertanya-tanya berapa biaya Levi untuk menyewa cleaning service setiap minggunya.
PUK
Levi menepuk pundak Petra, Petra menoleh setelah mendapati Levi tengah melepas dasi sekolahnya
'Ini sangat memalukan' pikirnya
"Levi, kenapa kau mengajakku kemari?"
"Aku tidak tahu tempat berkencan yang kau suka"
"Mungkin taman, atau sebuah caffe"
"Hn"
Petra memperhatikan Levi dari ujung kaki hingga ujung kepala, setelah melepas dasinya, lelaki tersebut mulai membuka kancing bajunya
"Hei sudah! Cukup!" Protes Petra
"Apa? Disini panas, nyalakan AC nya"
Ah, doki-doki. Itulah yang Petra rasakan, susana disini sangat mencekam. Pikiran negatif mulai bermain di dalam benak gadis hazelnut ini
Petra memilih untuk duduk di atas sofa berwarna hitam, sedikit bersandar disana karena punggungnya terasa sedikit pegal akibat motor yang ia naiki mengharuskannya duduk dengan posisi sedikit menungging.
"Ah.. Kimochi"
Kemudian Levi datang dan meletakkan secangkir teh diatas mejanya, "Teh manis"
Entah kenapa rasanya Levi sedikit berubah, entahlah ia bisa berubah kapan saja dan dimana saja, maksud Petra, sikap Levi padanya, kemarin ia sangat hangat, hari ini rasanya dingin sekali
Lalu Levi terduduk di samping Petra, menatap gadis yang kini juga duduk di hadapannya.
"Nande?" Tanya Petra sembari menyeruput tehnya
"Aku mencintaimu" Ucapnya singkat padat dan jelas
"HEE?" Pipi Petra memerah sempurna
Serangan tiba-tiba, jika medan perangnya seperti ini apa boleh buat, Petra harus siap lahir dan batin
"Kau bodoh, dan juga banyak bicara" Timpal Levi lagi
Petra terpojok dengan wajah lesunya, "Huwee lalu kenapa kau mengajakku berkencan"
"Karena aku mencintaimu" Ucap Levi lagi
Sudahlah wajah Petra sudah semerah tomat dan kepiting rebus saat ini. Petra merunduk, malu malu dan malu. Apa Levi sama sekali tidak merasakan hawa hawa memalukan seperti yang Petra rasakan? Apa ia juga melupakan kejadian di basement kemarin?
Petra harus menghancurkan zonanya sendiri, ia tidak ingin merasakan hal memalukan ini sendirian.
"Um.. Levi.. Besok lusa, aku akan menghadiri sebuah acara tahunan keluargaku... Aku tidak bisa jika harus datang sendirian" Ucap Petra sembari memainkan kedua jari telunjuknya
"Jadi.. Maukah kau menyerahkanku?" Tanya Petra
Levi mengangkat sebelah alisnya, mimik mukanya terkesan penuh dengan banyak pertanyaan, "Tentu saja aku tidak akan menyerahkanmu, never"
Petra tertawa kecil, sepertinya Levi salah tangkap dengan apa yang Petra ucapkan, "Pfftt... Bukan begitu.. Maksudku, maukah kau mengantarku kesana?"
Levi merasa lega, bisa-bisanya gadis pertama yang ia dapatkan harus ia serahkan begitu saja.
"Tentu saja" Ucap Levi
"Aaa pacarku baik sekal-"
CUP!
Satu kecupan mendarat mulus di kening Petra, Levi senang sekali bermain siapa cepat saat ini
"Moh! Terserah kau saja!"
Moshi moshi, konbanwa minna~ maaf ne baru up :( dikit dikit juga ni up nya karena tadi ada yang komen ingin cepet up next partnya... Btw jangan lupa makan malam ya, jangan bergadang! See ya!
KAMU SEDANG MEMBACA
It's My First Love [END]
FanfictionLevi Ackerman, jangan tanyakan hal-hal bodoh padanya. Jangan juga membebankan sesuatu padanya, ia manusia yang mudah kerepotan. Ia sering di cap karena sikap absolut dan otoriternya. Hingga akhirnya datanglah seseorang, memecahkan dinding es dianta...
![It's My First Love [END]](https://img.wattpad.com/cover/264019814-64-k993111.jpg)