7

1.3K 414 71
                                        

ding dong!

"masuk aja, woo."

"buset, langsung tau."

cklek!

"halo jeongwoo~" sapa mashiho yang datang dari dapur.

"loh, ada kak cio juga. apa kabar kak?" tanya jeongwoo basa-basi.

"baik, kok," jawab mashiho seraya tersenyum. "jongu kalo mau oleh-oleh ambil di dapur, ya."

"oke." pemuda itu mengacungkan ibu jarinya. "harutonya ada, kak?"

"ada, itu di dapur."

jeongwoo mengangguk. "aku ke haru dulu ya, kak."
















































































"tumben masak, to."

haruto yang sedang memotong bawang merah sontak terkejut. "hEH! kalo jari gue kepotong gimana!"

jeongwoo terkekeh, mengabaikan umpatan sahabatnya. "masak mie, ya? masakin buat gue juga dong."

"dateng-dateng ngajak gelut," ujar haruto seraya mendelik. "ngapain, sih, ke sini? ganggu hidup gue aja."

kantong plastik yang ada di tangan jeongwoo lekas melayang ke kepala haruto. "mau numpang berak. ya mau balikin seragam lu lah."

pemuda watanabe itu sontak menghentikan aktivitasnya, lantas menoleh pada sahabatnya disertai kernyitan kontras.

tangannya segera meraih kantong plastik yang dipegang oleh jeongwoo, dan membuka isi dalamnya. astaga, bagaimana haruto bisa lupa bahwa ia meminjamkan seragamnya kepada jeongwoo?

"tumben cepet, biasanya seminggu kemudian baru lu balikin," gumam haruto sembari menghirup wangi seragamnya. "dicuci pula. wah, kena azab apa lu."

"lu yang keazab apa, tolol. jelas-jelas tadi pas pulsek lu nyuruh gue ninti bilikin sirigim giwi, jingin lipi dicici," cibir jeongwoo, meniru gaya bicara haruto dengan nada dibuat-buat.

kernyitan haruto kian dalam, ia merasa ada yang tak beres. "woo, lu... yakin? maksud gue, gue gak pulang sama lu tadi. pas gue tanya ke jungwon, katanya lu udah pulang duluan."

pemuda park itu terdiam, mencoba mencerna satu persatu kalimat yang barusan lawan bicaranya lontarkan. tungkainya mengarah ke meja makan, lantas mendaratkan bokongnya di kursi yang tersedia.

selang beberapa detik, ia menautkan alisnya.

"bentar deh, to, gue pusing," sergahnya dengan kedua telapak tangan di udara, seakan meminta jeda untuk bicara. "lu masak mienya dulu dah, ntar kita omongin. masakin buat gue juga jangan lupa, ye."

haruto kini menghadap ke arah jeongwoo dengan seringaian yang terukir pada bilahnya. sedang satu tangannya ia sembunyikan di balik tubuhnya sendiri.

"lu aja yang gue masak gimana, woo?"

"maksud--"

JLEB!

i. delusions [✓]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang