"ha--"
"JEONGWOO!" pekik haruto senang, lantas memeluk sahabatnya. "ngapain ke sini malem-malem? diusir lagi?"
jeongwoo menghela napas seraya mengangguk. "numpang tidur dong, di mana aja dah serah."
haruto melepas pelukannya. "lagian udah tau abang lu kayak gitu, masih aja lu recokin. diusir, 'kan."
"bacot lu to, seharusnya lu belain gue dong, sebagai sahabat lu sejak orok," ujar jeongwoo sambil memukul kepala haruto menggunakan bantal yang ia bawa. "gue tidur di mana nih?"
"di kamar gue aja, temenin gue," jawab haruto, berjalan mendahului jeongwoo ke kamarnya.
"NAJIS," seru jeongwoo. "udah gede minta temenin, gue tidur di ruang tamu ae dah."
"woo, plis," pinta haruto memelas. "gue... takut."
paham akan apa yang dimaksud oleh haruto, jeongwoo pun memilih untuk mengiyakan permintaan sahabatnya itu.
"oke, jangan macem-macem tapi."
"YES!"
_____
jeongwoo tidak bisa tidur, entah kenapa. hawa di kamar haruto terasa lebih... mencekam?
pemuda itu pun berinisiatif mencolek bahu haruto yang tidur membelakanginya. "to."
"hmm." oh, ternyata haruto belum tidur.
"gak bisa tiduuur," rengek jeongwoo.
"sama." haruto spontan membalikkan badannya, kini ia menghadap jeongwoo. "tanggung juga sih, udah mau pagi, mau sekolah juga."
"pinjem seragam lu dong," celetuk jeongwoo. "atau gue bolos aja, ya?"
dan yang dapat jeongwoo rasakan setelahnya hanyalah timpukan bantal dari haruto sebagai jawaban.
tuk! tuk!
"to, lu denger gak?!" panik jeongwoo, ia termasuk tipe orang yang mudah overthinking.
"apaan? suara kaca diketuk?" tanya haruto balik. "gue kira cuma gue yang bisa dengernya."
"eh tunggu, LU BISA DENGER SUARA KACA DIKETUK?"
jeongwoo mengangguk cepat.
haruto melirik jendela kamarnya, sesuatu yang ia yakini adalah sumber suara.
dan, benar saja.
pemuda itu lantas mengalihkan netranya ke arah jeongwoo.
"woo, coba liat ke jendela," kata haruto. "kalo lu ngeliat sesuatu di sana, itu berarti yang gue liat bukan delusi."
jeongwoo menggeleng ribut. "gak mau!"
haruto berdehem singkat, lalu menatap aksa jeongwoo lekat, meyakini sahabatnya. "woo."
jeongwoo dibuat merinding mendengar suara berat haruto. mau tidak mau ia pun mengalihkan netranya ke arah jendela yang tidak sepenuhnya tertutup gorden.
tuk! tuk!
ㅤ
sialan.
ㅤ
jeongwoo menyesal melihatnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
i. delusions [✓]
Hororharuto pikir, semua yang dialaminya selama ini hanya delusi semata. [lowercase - semi baku] ⚠harsh words, mental disorder. ©ixchworine, 2021
![i. delusions [✓]](https://img.wattpad.com/cover/262756725-64-k517522.jpg)