park jeongwoo menghentikan mobilnya tepat di depan pagar rumah haruto. hingga akhirnya, haruto keluar dari mobil disertai cengiran khas.
"makasih, woo, atas segalanya."
"halah lebay lu," nyinyir jeongwoo. "gue balik dulu, ye, beneran nih mau ngasih makan kucing. ntar gue ke sini lagi, janji deh. kalo lu kesepian nonton tipi aja dulu. oks?"
"oks," jawab haruto seraya membentuk tanda ok dengan jarinya. "tapi sejak kapan lu pelihara kucing? kok gue tadi gak liat?"
jeongwoo gelagapan. "k-kemarin gu-gue nemu di jalan pas abis balik dari rumah lu, karena kasian ya gue bawa balik. kucingnya gue taruh di halaman belakang tadi, hehe."
meskipun haruto tahu bahwa jeongwoo tidak menyukai kucing, ia hanya menganggukkan kepala sebagai respon, seolah tidak ada suatu kesalahan yang terjadi.
"yaudah, hati-hati di jalan. jangan lama-lama, ye."
"yoi, duluan, to."
_____
sesuai amanat jeongwoo, haruto memilih untuk menyalakan televisi seraya menepis rasa bosan dan sepi yang ketara. ia duduk bersender pada sofa seraya menekan-nekan tombol remot.
pemuda itu menyalakan volume yang keras, kebiasaannya ketika ditinggal sendirian di rumah.
haruto benci kesunyian, ia akan merasa sangat takut bila berada dalam kondisi seperti itu.
lagipula, rumahnya cukup besar, jadi ia rasa tetangga tidak akan terganggu dengan suara keras ia yang ciptakan.
merasa bahwa channel yang ingin ia tonton sedang iklan, haruto memilih beranjak dari sofanya dan menggerakkan tungkainya ke arah dapur; hendak mengambil pencuci mulut untuk menemaninya.
tak lama setelahnya, haruto kembali dari dapur dengan sepiring puding yang disiram oleh fla di atasnya. ternyata mashiho meninggalkan kudapan sebelum ia pergi.
ah, mashiho. kakak sepupunya itu baru sebentar berada di sini, sekarang sudah pergi saja. padahal haruto sudah senang jika ia mempunyai teman di rumahnya.
bahkan orang tuanya tak memberikan kabar. rindu? tentu saja, haruto sebagai anak tentu merindukan mereka. entah sampai kapan ia akan terus sendiri di rumah ini sampai kedua orang tuanya kembali.
ia menghela napas, lantas mengalihkan manik tajamnya pada televisi yang masih menampilkan iklan.
haruto lekas duduk kembali di sofa seraya mengganti saluran televisinya menggunakan remot. hingga terhenti kala sebuah saluran menarik atensinya, sebuah channel yang menyalurkan berita pekan hari.
"telah terjadi kecelakaan di jalan xxxx. setelah diselidiki, ternyata rem mobil yang dikendarai korban blong. satu korban dinyatakan hilang dan korban lainnya mengalami luka-luka."
"diduga dua korban tersebut berinisial kjk dan msh."
END
KAMU SEDANG MEMBACA
i. delusions [✓]
Hororharuto pikir, semua yang dialaminya selama ini hanya delusi semata. [lowercase - semi baku] ⚠harsh words, mental disorder. ©ixchworine, 2021
![i. delusions [✓]](https://img.wattpad.com/cover/262756725-64-k517522.jpg)