Kamu tahu kamu sedang menjadi dewasa ketika kamu merasa tidak memiliki siapapun
Ketika kamu sadar bahwa kalimat "nikmatin prosesnya" ternyata jadi sesuatu yang nggak pernah ada ujungnya
Ketika kamu merasa semua orang bahagia dan kamu enggak
Ketika... sendirian dan kesepian jadi satu-satunya perasaan paling nyata yang bisa dirasakan
Mengerikan memang
Sangaaaat mengerikan
Apalagi di suatu titik, pertanyaan-pertanyaan semacam...
"Ini sebenarnya gue mau ngapain sih?"
"Ini kenapa hidup gue gini sih?"
"Kenapa orang lain kayaknya gampang banget sih?"
Persaingan hidup paling enak emang persaingan yang abadi
Kita mungkin sering kasih janji sama diri sendiri ya, untuk...
"Udah, berhentilah bersaing sama hidup orang lain, fokus aja sama diri sendiri"
Tapi kayaknya nggak pernah bisa dihindari kalau ngelihat instastory orang lain aja kita iri
Itu sebabnya menurut saya, jadi dewasa itu ketika ada banyaaaaak sekali kesalahan baru yang sebelumnya kita anggap paling benar
Misalnya soal kesempurnaan deh
Kita kira yang sempurna itu mutlak keberadaannya
Kita kira yang sempurna sudah pasti bikin kita bahagia
Tapi semakin beranjak dewasa, yang sempurna justru memuakkan kita
Iya nggak sih?
Coba ya, coba di umur berapa kalian sadar bahwa kalian nggak butuh orang yang sempurna untuk bisa bahagia?
Karena kamu sadar bahwa yang kamu butuhkan cuma seseorang
Itu saja
Ya karena makin hari kita jadi makin sadar bahwa...
Boys just wanna play and man is hard to find hehehe
Jadi, kalo sekarang nih, kamu punya seseorang yang selalu ada
Yang mungkin jauh dari yang kamu harapkan
Tapi dia ada, dia nyata
Please, dijaga ya?
Karena sesusah itu loh nyari orang yang sama dia kita bisa ngobrol apa dan kapanpun
Susah cari orang yang ada
Kalo yang datang banyak
Tapi mereka selalu kembali pulang
Hm, lucu memang
Ketika kita ngerti bahwa ternyata untuk sempurna kita cuma butuh satu orang lagi
Nah itu dia yang kumaksud soal pembenaran baru selagi tumbuh jadi dewasa
Tentang new normal yang mau nggak mau harus kita ikutin
Karena ada banyak hal yang nggak berguna bahkan nggak sedikit merugikan, tapi harus kita terima
Nggak bisa kita hindarin
Kayak... kayak apa ya?
Kayak ketika gigi geraham bungsu kita tumbuh hehehe awawaw
Dokter bilang, gigi itu bahkan nggak ada gunanya
Cuma gigi tambahan
Kayak episode tambahan yang kalo nggak ada pun kita masih bisa nikmatin ceritanya
Dan si gigi yang tidak diinginkan kehadirannya itu, selain merugikan dia juga menyakitkan
Merugikan gigi yang lain
Dan jalan keluarnya, satu-satunya, cuma dengan dioperasi, diambil
Daripada selamanya kita minum obat sakit gigi dan pereda nyeri, tapi inti masalahnya belum selesai
Nah, jadi dewasa tuh kayak gitu tuh
Akan ada satu rasa sakit paling parah yang akan berdampak sama hidup kita, sama rasa yang lain
Dan kita nggak bisa menghindari itu dengan menyangkal, dengan melupakan, juga dengan pura-pura bego
Enggak, kita cuma bisa menerima dan menyiapkan diri kita untuk akhirnya melepaskan itu
Makin sakit sih memang, tapi lama-lama akan hilang
Daripada kita bergantung sama rasa senang yang sebentar
Padahal nggak nyata dan nggak menyembuhkan apapun
Gitu
Jadi dewasa berarti tentang menerima dan mengembalikan
Itu saja
Karena kita akan makin ngerti, bahwa sebagai manusia kita nggak pernah benar-benar memiliki apapun
Cr : Rintik Sedu
15/01/2021
KAMU SEDANG MEMBACA
Podcast Rintik Sedu (Season 2) [Completed]
Non-FictionSetelah setahun, kisahnya masih berlanjut. Podcast Rintik Sedu di tahun kedua akan dituliskan disini. Selamat membaca sambil mendengarkan! Ingat ya only on Spotify Rintik Sedu! p.s. ini cuma akun teri, bukan akun paus
![Podcast Rintik Sedu (Season 2) [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/234951722-64-k775945.jpg)