Ada Yang Tertinggal

582 22 1
                                        

Halo...

Filmnya lagi shooting

Tungguin ya?

Sambil nunggu, kita nostalgia sama-sama

Selamat mendengarkan!

~~~~~

Ciuman itu membawa Jani ke dalam dimensi yang baru

Dimensi yang berbeda

Tapi asing dan kosong

Ia tidak bisa mengartikan ciuman itu

Ia justru semakin merasa takut dengan maksud Biru yang tidak mampu ia pahami

Ia takut jika ciuman itu berarti perpisahan

Setelah kejadian itu, mereka saling diam

Bukan selayaknya pasangan kekasih yang sedang dimabuk cinta

Jani justru minta diantar ke rumah Bu Lis dan mereka sama sekali tidak bicara

Saling diam, saling bungkam

Saling jadi pengecut karena sama-sama tidak berani mengutarakan

Pagi ini Jani pulang, seperti keputusan Biru kemarin

Padahal masih banyak tempat yang ingin Biru tunjukkan kepada Jani

Namun, semakin lama ia di sini, perpisahan akan semakin sulit untuk dilakukan

Dan akan semakin menyakitkan untuk kami berdua, pikir Biru

"Sudah dibawa semua? Ada yang ketinggalan nggak? Coba di cek lagi" tanya Biru

"Perasaanku. Kamu menyuruhku pulang dengan tanpa sengaja memaksa perasaanku untuk tinggal disini sama kamu" ucap Jani membatin

Jani cuma menjawab lirih, "kata Cahyo, kalo ke Banda Neira harus mampir ke Benteng Belgica. Karena keindahan Banda Neira bisa terlihat begitu jelas dari sana"

"Kan bisa kapan-kapan. Next time ya, Jani?"

"Iya kapan-kapan nya itu kapan, Biru? Next time yang kamu maksud itu kapan? Kamu mau nyuruh aku nunggu lagi sampai kapan? Kamu mau menghilang lagi sampai kapan? Kamu akan ketemu aku lagi kapan, Biru?"

Jani menangis, Biru cuma diam

"Kamu diam kan? Kamu diam karena kamu tau semua pertanyaan itu nggak ada jawabannya. Karena kamu nggak mampu kasih aku jawaban. Dari dulu Biru, 15 tahun dan kamu tetep aja nggak bisa jawab pertanyaan itu"

"Kapalnya akan jalan sebentar lagi, nanti kita ketinggalan"

"Kita?! Kita kamu bilang? Disini yang pulang cuma aku. Padahal kamu bisa ikut aku, tapi kamu memilih untuk tidak. Kamu nggak pernah adil, Biru. Kamu nggak pernah adil sama aku. Dari dulu cuma kamu yang boleh buat keputusan. Dari dulu cuma aku yang harus nurutin semua mau kamu. Terus giliran aku? Apa? Aku cuma ingin tinggal lebih lama lagi aja kamu nggak bisa kasih aku itu. Ini nggak adil"

Biru menunduk, tidak mampu melihat mata Jani yang mengeluarkan air mata

"Ngomong Biru, ngomong! Tega banget. Selama ini kamu jadiin aku senja yang kehilangan langitnya"

"Jani..."

"Udah, nggak ada gunanya lagi. Pulang!"

Ketika Biru berusaha mengangkut bawaan Jani, Jani mencegahnya

"Aku bisa sendiri"

"Aku harus nganterin kamu sampai bandara"

"Nggak. Kamu cuma nganterin aku sampai sini"

Podcast Rintik Sedu (Season 2) [Completed]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang