Kini mulai ku pahami
Bahwa tiap orang memiliki caranya masing-masing untuk merayakan sesuatu
Misalnya perayaan ulang tahun
Ada yang dengan tiup lilin
Makan di restoran sama-sama
Ada yang di rumah aja
Bahkan ada yang merayakan ulang tahun dengan tidak merayakannya
Dengan tidak mengingatnya
Dengan tidak menganggapnya istimewa
Ya, mungkin buat sebagian orang jadi dewasa adalah kutukan
Karena... ketika bertambahnya satu angka lagi di balik bayangan kita
Ada hal berulang yang mungkin terjadi lagi
Kesedihan, kehilangan, kehampaan
Jadi untuk apa meniup lilin, memotong kue?
Atau barangkali mereka yang melakukan itu cuma memeriahkan kesendiriannya
Selagi bisa, selagi berangka, selagi ada usia
Walau aku yakin di balik itu semua, nggak ada satupun manusia yang siap menjadi tua
Ya, kecuali bila itu aku lakukan bersamamu
Hehehe... tenang aku cuma bercanda
Lagi pula ku anggap serius pun, kamu juga tidak akan percaya kan?
Tapi perayaan tidak cuma ulang tahun, Za
Ada juga yang kita tahu dengan perayaan jatuh cinta
Dan ternyata lebih beragam lagi dibanding perayaan ulang tahun
Lebih dari tiup lilin dan potong kue
Ada yang merayakan jatuh cinta dengan cukup mencinta
orang semacam itu mungkin sama dengan yang merayakan ulang tahun tanpa melakukan apa-apa
Cuma menerima angka, cuma menerima rasa
Iya... mereka nggak merayakannya dengan mengundang orang banyak untuk mengetahui itu semua
Ia tidak memberitahu temannya jika ia sedang merayakannya
Tidak ada yang tahu jika ia sedang jatuh cinta, Za
Seperti yang ku bilang tadi
Tidak merayakan juga termasuk cara untuk merayakan
Dan dengan cukup merasakan cinta itu ia juga sedang merayakannya, merayakan sendirian
Sebuah pesta yang harusnya meriah, hanya dia rayakan di kamarnya sendiri
Di sebuah ruangan yang tiada siapa pun mengetahui kecuali nuraninya
Bahkan sering dirahasiakannya pula dari logikanya
Sebab logika sering bilang, "jatuh cinta dengannya sangat tidak logis, tidak masuk akal"
Juga termasuk dari orang-orang yang seharusnya mengenalnya
Sebab mereka bilang, "jatuh cinta dengannya cuma akan membuatmu menanggung rasa yang tidak menyenangkan"
Ya itu sebabnya dirayakannya pesta itu sendirian
Cuma dengan tujuan ia ingin merasakannya
Tanpa peduli kata dan logika
Sebab baginya, pertanyaan tentang cinta cuma hati yang bisa menjawabnya
Semuanya dihidangkan dan dirapikannya sendiri pula
Dibilang menyenangkan enggak
Tapi dibilang menyedihkan juga enggak
Yang dirasakannya hanya sebuah landasan lapang
Tanpa ada satupun pesawat terbang yang bisa membawanya pulang
Tentu, tentu saja tidak cuma itu satu-satunya cara untuk merayakan jatuh cinta
Kan sudah ku bilang tadi beragam
Ada pula yang mengundang banyak orang ke pesta perayaannya itu
Memberitahu sebaran undangan itu seperti kabar paling bahagia di dunia
Padahal happy ending cuma ada di dongeng aja
Semeriah apapun pasti ada hampanya
Sebahagia apapun pasti ada sedihnya
Lalu kenapa ia menyampaikannya?
Padahal kita semua tahu, enggak semua jawaban bisa berujung dengan kata iya
Nggak semua tujuan bisa selalu dengan diterima
Oh, mungkin karena perasaan lega juga mahal harganya
Ia sengaja membuat pesta perayaan besar
Mengundang banyak orang
Dengan tujuan satu orang di antaranya adalah sosok yang didambakannya
Sosok yang dicintainya
Bahwa setidaknya ia bisa melihatnya
Ia bisa dekat walau tidak akan ada ikatan yang mengeratkannya
Dan... orang itu aku, Za
Ku cetak ratusan ribu buku itu cuma dengan harapan ada kamu di salah satu deretannya
Ada kamu yang akhirnya mengetahui atau setidaknya membaca
Aku yang membuat perayaan meriah itu
Mengumpulkan jutaan orang dalam ruangan sempit yang sebenarnya untukmu
Tapi kamu nggak pernah datang
Aku tahu bukan karena kamu nggak mau
Tapi karena memang undangan itu nggak pernah ku kirim ke rumahmu
Dan... itu caraku merayakannya, Za
Merayakan perasaan ini yang aku sendiri sudah tidak tahu
Ini cinta atau cerita lama yang selalu dibahas para pembaca
Tidak tahu kapan pesta perayaan ini berakhir
Antara menyudahinya atau membuat pesta baru di tempat lain
Entah sampai selamanya atau sampai sebelum tua saja
Sebab aku tidak mungkin selalu mempertahankan pesta ini, Za
Capek, capek merayakan kesenangan yang nggak nyata
Jadi kalau kamu bilang yang punya jawaban itu waktu
Maka buatku yang pegang jawabannya, cuma lelahku
Iya, itu
Cr : Rintik Sedu
30/10/2020
KAMU SEDANG MEMBACA
Podcast Rintik Sedu (Season 2) [Completed]
Non-FictionSetelah setahun, kisahnya masih berlanjut. Podcast Rintik Sedu di tahun kedua akan dituliskan disini. Selamat membaca sambil mendengarkan! Ingat ya only on Spotify Rintik Sedu! p.s. ini cuma akun teri, bukan akun paus
![Podcast Rintik Sedu (Season 2) [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/234951722-64-k775945.jpg)