Kenangan adalah lorong tanpa ujung
Tiada pernah siapapun mengetahui bentuk sebenar-benarnya
Apakah kenangan adalah sejarah?
Atau cuma tumpukan kertas yang sebaiknya dibiarkan berserakan di gudang, di loteng, di tempat manapun yang jarang kita kunjungi?
Tapi, kenangan juga bisa merupakan museum yang dibangun mendadak
Tiba-tiba ada, tiba-tiba tidak ada
Bahkan bisa muncul di mangkok mungil soto ayam khas Semarang hehehe
Jadi, sebenarnya apa bentuk kenangan itu?
Apakah ia persegi seperti papan catur?
Atau ia seperti air, yang mengikuti bentuk tiap benda yang berhubungan dengannya?
Tiada pernah siapapun mengetahui
Maka, bilamana di internet ada yang menuliskan bentuk kenangan, sudah pasti penulisnya cuma sedang berdongeng
Barusan itu, saya membacakan kutipan dari novel yang sedang saya kerjakan
Saya tuh selalu menyukai perasaan tiap menulis novel
Perasaan antara real dan nggak real
Antara yang fantasi dan yang nyata di hari ini
Saya menyukai perasaan hidup di ketidakadaan itu
Dan sebesar apapun usaha saya untuk menulis berdasarkan outline yang sudah saya susun sebelumnya
Ya jadi biasanya kalau menulis buku, pasti saya buat dulu kerangka ceritanya
Supaya dari awal sampai akhir nggak melenceng dari apa yang sudah saya susun
Tapi kan, menulis itu berarti berjalan
Jadinya ya, sebenarnya seorang penulis nggak akan pernah tahu apa yang akan dia temuin selagi menulis buku
Yang harusnya sesuai dengan rencana yang udah dia buat
Sama aja kayak perjalanan hidup manusia
Rencananya apa, yang kejadian di tengah jalan apa
Kayak gitu tuh, kemungkinan-kemungkinan yang di luar perhitungan kita
Dan nggak bisa kita hindarin, apalagi di skip
Seperti kutipan yang saya bacakan di awal tadi
Itu sejujurnya saya menulis kalimat itu tiba-tiba banget
Bahkan paragraf itu nggak saya siapin untuk kenangan
Cuma kan, rasa kangen, rasa rindu, adalah cara paling cepat untuk bawa kita ke masa lalu
Padahal semua lagi baik-baik aja gitu
Lagi santai duduk di kamar, lagi denger lagu, lagi baca buku, lagi scroll instagram
Ya saya menjalani hari sebagaimana biasanya
Fine-fine aja
Sampai ada satu waktu ketika sebuah momen menghantam ruang hati saya dengan begitu hebatnya
Menerbitkan rasa rindu yang mau nggak mau harus saya baca ulang lagi
Saya nggak tau, saya nggak tau ini perasaan yang baik atau enggak
Ya pernah nggak sih kalian tuh kayak kita sudah hidup di masa sekarang
Ketika sebenarnya semua sudah jauh lebih baik dari yang dulu
KAMU SEDANG MEMBACA
Podcast Rintik Sedu (Season 2) [Completed]
No FicciónSetelah setahun, kisahnya masih berlanjut. Podcast Rintik Sedu di tahun kedua akan dituliskan disini. Selamat membaca sambil mendengarkan! Ingat ya only on Spotify Rintik Sedu! p.s. ini cuma akun teri, bukan akun paus
![Podcast Rintik Sedu (Season 2) [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/234951722-64-k775945.jpg)