Mereka Ingin Pergi Dari Kota Ini

414 17 0
                                        

Semua orang sudah turun dari pesawat

Sedangkan Jani masih betah duduk di dalam

Pramugari, yang selama pesawat mengudara selalu menawarkannya makanan tapi ia tidak pernah mau itu, menghampirinya

"Ada yang bisa saya bantu?"

"Hm?"

"Mbak, maaf semua penumpang sudah turun"

"Oh maaf, maaf"

Jani beranjak mengambil kopernya lalu turun

Ia membaca tulisan, Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, lalu membatin dalam hatinya

"Biru, aku sudah kembali ke Jakarta, seperti maumu"

"Sudah kutinggalkan segala perasaanku di Banda Neira, seperti kamu tinggalkan perasaanmu kepadaku di kota ini"

"Aku kembali menjadi Binta, sosok perempuan paling menyedihkan yang juga harus kamu kenal"

"Kadang aku sampai tidak bisa membedakan Biru, diriku yang sebenarnya itu ada pada Jani atau pada Binta"

Bandara selalu ramai

Ada yang pergi, ada yang kembali

Namun berbeda dengan Binta

Ia berada di bandara detik ini untuk pergi dan kembali

Untuk pergi dari sebagian dirinya yang mencintai Biru

Dan untuk kembali menjadi sebagian dirinya yang lain, yang begitu ia benci

Ia kembali tanpa mengetahui kapan ia akan bertemu lagi dengan Biru

Ia kembali tanpa memiliki keyakinan apapun

"Taksinya, Mbak?"

Binta menggeleng, ia memilih untuk duduk dulu di serambi bandara, persis di depan sebuah minimarket

Ia melamun, melihat orang yang mondar-mandir

Ada juga yang berlari, mungkin karena hampir tertinggal pesawat

"Kamu harus lihat, Biru. Tidak ada orang yang ingin ketinggalan pesawat"

"Mereka ingin segera pergi dari kota ini. Tragisnya, kamu justru mengurungku di sini sendirian"

"Ya? Binta?"

Binta sudah tidak asing lagi dengan suara itu tentu saja, ia menoleh

Nugraha sedang berdiri dengan membawa dua bungkusan di tangan kanannya

Karena tangan kirinya yang patah masih di gips

Nugraha berubah panik

Ia siap dimarahi Binta karena tiba-tiba muncul di hadapannya tanpa minta izin lebih dulu

"Ta, Ta, aku cuma disuruh Cahyo jemput kamu kok. Aku nggak maksa kamu untuk pulang sama aku. Kalo kamu mau pulang naik taksi gapapa. Atau kamu mau nyuruh aku pulang? Please Ta, jangan marah dulu. Maaf, harusnya aku emang nggak langsung muncul di depan kamu kayak gini. Maaf aku nggak bilang dulu soalnya Cahyo juga mintanya mendadak. Aku udah bilang sama dia kamu nggak mau pulang sama aku tapi..."

"Nugraha, stop. Gapapa"

Nugraha tersenyum lebar, jantungnya berdebar-debar

Untung jantungnya bukanlah sebuah balon yang mudah meledak

Karena kalau iya, berarti Nugraha sudah mati sejak kali pertama kali ketemu Binta

"Jadi, aku boleh duduk Ta?"

Podcast Rintik Sedu (Season 2) [Completed]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang