Sequel of Fiance
Starting by Winwin and Lisa
________________________________________________________
Ini tentang Windu, Lisa, dan kehidupan mereka setelah menikah.
Start: 25 April 2021
End: 04 Mei 2021
______________________________________________...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Windu membuka matanya, berusaha menyesuaikan sebuah cahaya yang masuk ke kamarnya melewati jendela dengan gorden yang sudah terbuka. Masih dengan mata menyipit, ia menggerakkan tangannya untuk mencari sosok yang setiap malam menemani tidurnya. Setelah tidak merasakan sesuatu berada disampingnya, barulah Windu membuka matanya dengan lebar.
Ia bangkit dari posisi tidurnya, duduk sekejap agar nyawa yang melayang itu segera kembali ke raganya. Matanya melirik sebuah jam dinding di kamarnya yang masih menunjukkan pukul 6, tumben sekali dia sudah bangun jam segini. Ini hari Minggu, dan kebiasannya sejak dulu selalu bangun siang kalau hari Minggu, bahkan kebiasaan itu tak berubah walau sudah menikah. Kecuali kalau dibangunkan sang istri.
Ngomong-ngomong soal istri, dia tidak perlu khawatir kemana perginya calon mahmud itu. Pasti jam segini masih asik ngobrol dengan emak-emak komplek di tukang sayur.
Jujur, dia masih mengantuk sekarang. Semalam dia benar-benar tidak bisa tidur. Mungkin baru tidur dua jam yang lalu, dan sekarang sudah terbangun. Niat ingin tidur lagi, tapi tubuhnya sudah terlanjur bangun dan pasti menolak untuk pergi ke alam mimpi lagi. Terpaksa, Windu harus ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya.
Selesai dengan urusan mandi yang memakan waktu lumayan lama, Windu kini mengarahkan kakinya menuju lemari untuk mengambil kaosnya. Setelah itu, dia mengambil hairdryer milik Lisa dan mengeringkan rambutnya. Dulu Windu sering cuek dengan rambutnya yang basah dan membiarkannya kering sendiri, tapi kini dia akan langsung kena omel oleh Lisa kalau melakukan hal itu. Katanya, itu tidak baik untuk kesehatan––bisa menyebabkan pusing. Tapi Windu yakin kalau masih banyak orang di dunia ini yang lebih memilih agar rambutnya kering sendiri daripada repot-repot mengeringkannya pakai hairdryer.
Selesai dengan urusan rambut, kini Windu mengelus perutnya yang memiliki enam kotak itu. Mendadak perutnya terasa lapar karena mencium aroma masakan yang ia yakini itu dari sang istri.
Sejak kemarin, mualnya sedikit mereda. Meskipun masih tiba-tiba mual, tapi setidaknya tak separah sebelumnya. Nafsu makan Windu juga meningkat akhir-akhir ini. Terakhir ia menimbang badan naik dua kilo dalam empat hari. Untung perut enam kotak ini tidak menghilang.
Niatnya, dia akan sedikit mengurangi makannya hari ini dan seterusnya. Tapi mau bagaimana lagi, ini adalah salah satu akibat dari morning sickness yang Windu alami. Jadi mau tak mau, dia harus tetap makan banyak demi sang bayi.
Windu menyunggingkan senyumnya ketika menemukan sosok wanita bertubuh ramping sedang memasak di dapur. Dia menghampirinya, kemudian melingkarkan tangan kekarnya ke perut sang istri dan mengelusnya. Sedangkan dagunya ia taruh dibahu wanita itu.
"Ayang, jangan ganggu! Aku lagi masak nih." ucap Lisa yang merasa terganggu dengan perlakuan Windu. Apalagi tangan kekar yang awalnya mengelus perutnya itu kini naik keatas dan meremas kedua squisy kesukaannya.
"Gamau, mau mainin ini dulu." ucap Windu yang meremasnya semakin kencang.
"Ahh~" Lisa tersentak dan tak sengaja sedikit mendesah kala Windu meremasnya terlalu kencang. Lelaki ini memang menyebalkan. Tidak bisakah menunggu sebentar lagi?