"Shit" Ucap Zayn kesal dengan memukul kemudi
"Zayn? Are you just swearing?" Aku membentaknya karena dia mengatakan kata kotor. you know, di dalam keluargaku itu sangat dilarang, ya walaupun aku juga sering melakukan itu. xixi
"Kamu tidak apa-apa baby?" Tanya Zayn seketika sambil menatapku kawatir, oh ralat sangat kawatir.
ahh terbesit di otakku untuk mengerjainya. haha tak apa kan? sekali-kali, sudah lama aku tak mengerjainya.
"I'm okay.. hanya saja..." Ucapanku kugantung supaya dia terlihat penasaran x
"Hanya apa? Jangan membuatku kawatir baby" Ucap Zayn sambil menatap mata coklatku intents
"Zayn? kenapa wajahmu ada dua?" Yes misi dimulai. aku mulai ngelantur bicara dan meraba-raba wajah Zayn dengan kedua tanganku
"Kau ini ngomong apa.Apa maksudmu?" Tanya Zayn bingung dan kawatir (?) yang terlihat jelas di wajahnya, dalam hati aku tertawa terbahak-bahak
"Kamu ada dua Zayn? Bagaimana bisa? wahh kau kembar" Ucapku sekali lagi dengan wajah yang kubuat linglung. aku mencubit kedua pipi Zayn, dia sangat sangat kawatir. hahaha apa aku terlalu jahat?
"Kenapa semua menjadi gelap sekarang? apa ini sudah malam?" Ucapku lagi dan akhirnya aku pingsan. eitts tunggu dulu ingat ini hanya pura-pura pingsan. Whuaa maafkan aku kakakku.
"WALI!! WALII!! MASHAALLAH!! WAKE UP! Ucap Zayn, atau itu bisa dikatakan teriakan. uhh telingaku sampai sakit, karena dia berteriak tepat di telingaku, dan aku masih dalam kepura-puraanku.
"Wali.. wake up please.. i will bring you to the hospital. please hold on. Fuck! this is my fault! fuck fuck!" Ucapnya frustasi sambil membelai pipiku dengan lembut dan menampar-nampar pipiku perlahan, tapi tak lama tamparannya jadi semakin keras saja. uhh udahlah waktunya aku untuk bangun, lagian aku tidak pernah mendengar Zayn yang sangat kawatir ini.
"Aw Zayn! that's hurt" Ucapku sambil memegangi pipiku.Zayn yang sedang bertumbu tangan di kursiku melongo melihatku. ya melongo, bengong, syok itulah exspresinya
"What?" Ucapnya bingung ,"You okay?" ucapnya lagi
"Hahahhaah.. maaf..maaf. aku hanya bercanda. bagaimana actingku? bagus kan? " Ucapku nyengir dan tanpa merasa berdosa. ya karena aku berniat untuk menjahilinya. berniat
"Waliyha thats not funny at all" Ucapnya sambil mengusap matanya, aku menatapnya intens
"Wait. are you crying?" Tanyaku penasaran karena aku melihat matanya yang merah dan berair
"Menurutmu?" ucapnya sarkastik dan menghindari tatapanku, dia menancap gas mobilnya. entah kita akan pergi ke mana, tapi dari jalannya sih sepertinya kita akan pulang.
Awkward.. awkward.. awkward.. entah sudah berapa lama di mobil ini tak ada suara, bahkan musik di radio mobilnya saja tidak dinyalakan, hening.. itulah yang terjadi sekarang. Apa zayn benar benar marah padaku? ah bodoh kau Wali
"Zayn maafkan aku" Ucapku akhirnya memecah keheningan. Tapi tak ada satupun suara yang keluar dari mulut Zayn, Dia masih terlihat fokus pada jalanan.
"Zayn? apa kau marah?"
"Zayn jangan marah dong"
"Kakakku yang kucintaiii... apa kau dengar aku??"
"Zayn talk to me. im really sorry"
"Kau terlihat begitu capek tadi, aku ingin menjahilimu, mengerjaimu seperti dulu sebelum kamu sibuk. sudah lama sekali aku tak menjahilimu, apa kau tidak rindu pada jahilan-jahilan dariku?" Ucapku untuk berulang kali tapi tak ada satupun suara yang keluar dari mulut Zayn. Bahkan hanya untuk melihatku saja tidak. Sungguh dia sangat marah padaku. Memang ini salahku, aku menjahilinya di waktu yang tidak tepat. Air mataku serasa ingin keluar dari sarangnya, sungguh aku ingin menangis sekarang. aku tak biasa dengan sikap Zayn yang sedingin ini denganku. hatiku seraya ditusuk-tusuk oleh beribu jarum dan dibiarkan terluka. Katakan saja aku cengeng, aku tak peduli. Zayn.. hanya zayn yang dapat membuatku bahagia, sedih,senang,lucu, semua moment bersamanya dalam satu waktu.
