"REYHANNNNNNNNNN" Tera langsung memeluk pria itu, di hadapan Arkan.
Karin yang melihat itu seolah mengerti bahwa disana ada Arkan yang tak suka melihat Tera berpelukan dengan pria lain. "Eh bukan mahrom, gak boleh peluk-pelukan" ucapnya yang kemudian membuat Tera cemberut kesal lalu melepaskan pelukannya dengan Reyhan.
"Eh ada pak Arkan, ayo masuk pak kita ngobrol di dalem" ucap Karin mempersilahkan masuk.
"Disini aja tan di luar, gapapa" jawab Arkan sungkan.
Karin membiarkan Arkan berada di luar seraya memperhatikan Tera dan Reyhan berbincang-bincang.
Bahkan Arkan merasa tak di anggap disini, tapi Karin seolah berusaha mencairkan suasana agar Arkan tak merasa canggung.
"Pak, mau minum?" tanya Karin.
"Enggak tante gapapa, saya disini aja. Jangan panggil pak, sebenernya saya masih muda tante masih kuliah S1"
"Ohaha saya baru tau, yaudah maaf ya Arkan, Tera emang kalau udah sama temen lama'nya gitu, suka lupa kalau ada oranglain disini, bahkan bunda'nya sendiri aja gak di lirik"
Arkan hanya membalasnya dengan senyuman yang seolah mengartikan bahwa ia tak apa-apa.
Karin masuk ke dalam rumah. Dan kini hanya tinggal ketiganya yang berada di depan rumah.
"Oiya Rey, ini Arkan. Arkan ini guru di sekolah gue," ucap Tera seraya memperkenalkan Arkan pada Reyhan.
Rey, pria itu hanya ber-ekspresi datar. Entah tidak menyukai kehadiran Arkan, atau memang wataknya yang seperti itu.
"Reyhan" ucapnya singkat tanpa tersenyum sedikitpun. Dan Arkan hanya membalasnya dengan anggukan.
"Tera, saya pulang udah malem" ucap Arkan yang tidak sama sekali Tera pedulikan. Ia malah asik memeluk Reyhan seraya melepaskan rasa rindu yang sejak dulu tak terlampiaskan.
"TERA SAYA PULANG" kali ini suara Arkan lebih keras, lalu berhasil membuat Tera melepaskan pelukannya dari Reyhan.
Ada sedikit rasa sakit yang dapat Arkan rasakan. Saat dimana gadisnya memeluk pria lain, padahal tadi mereka bersama saling merangkul dan memeluk, lalu di waktu bersamaan pula Tera malah memeluk pria lain tepat di hadapannya.
"Yaudah kalau mau pulang ya pulang aja sih!" ketusnya.
Tera berubah, tak seperti tadi yang bersikap sangat manis pada Arkan.
"Yang tadi lupain aja" Arkan segera pergi begitu saja. Seketika Tera merasa bersalah dengan ucapannya.
Ya ampun kenapa gue bego banget! Gue ngapain ngomong gitu coba sama dia?
Buru-buru Tera mengejar Arkan sampai depan gerbang rumahnya, sebelum Arkan masuk ke mobilnya.
Mereka ada hubungan? - Reyhan bertanya-tanya dalam hatinya.
"ARKAN... ARKAN DENGERIN GUE DULU, PLIS MAAF. GUE GAK MAKSUD KAYA TADI, GUE MOHON MAAF" Tera menahan Arkan yang hendak mau masuk mobil.
Arkan menghela nafasnya kasar. "Buat apa minta maaf?"
"Kok gitu ngomongnya, sumpah aku gak bermaksud ngusir. Aku cuman tadi kangen aja sama Rey, aku gak ada...."
"Besok jangan datang ke sekolah terlambat, jangan kebanyakan pelukan dan terlalu lama berduaan sama sahabat kamu. Karna besok, bukan saya lagi yang hukum kamu saat terlambat, tapi guru BK!"
"APASIH MAKSUDNYA? KOK GITU? LO MAU NGEHINDAR DARI GUE?"
"Kenapa kalau saya ngehindar? Kamu pikir ngeliat kamu pelukan sama cowok lain, gak bikin saya sakit hati? Saya sudah beranggapan kamu yang tepat untuk saya, bahkan saat saya mau mengatakan perasaan saya, kamu lebih mementingkan kehadiran pria itu. Saya tau dia lebih dulu kenal kamu, dia sahabat kamu. Dan saya juga tau, dia menyukai kamu"
Setelah mengatakan itu, Arkan pergi meninggalkan Tera. Ia segera masuk ke dalam mobilnya, tanpa mau mendengarkan apapun yang keluar dari mulut Tera.
Bulir airmata keluar membasahi pipi Tera. Ia menangis bukan karna ucapan Arkan, tapi karna dirinya sendiri yang bodoh atas sikapnya. Seharusnya jika benar hatinya untuk Arkan, ia dapat menjaga perasaan Arkan.
"Gue gak mau lo pergi Ar, gue terlanjur jatuh cinta sama lo hiks..."
.....
Pagi harinya Tera tidak datang terlambat karna ia tak mau di hukum jika bukan Arkan yang menghukumnya.
Ia datang ke sekolah dan hendak menghampiri Arkan ke ruangannya. Namun saat sampai pada depan pintu ruangan, ia melihat iblis itu sedang berbincang dengan Arkan.
Mata Tera membulat sempurna, ia melihat tangan iblis itu bergerak menunjukan kekuatan'nya, jari jemarinya menunjuk pada leher Arkan, hingga membuat pria itu sedikit sesak. Meskipun secara diam-diam, tetap saja itu jahat.
"ASSALAMUALAIKUM!" untung saja Tera keburu datang, jika tidak? Arkan tidak akan selamat hari ini.
"Tera, kamu ini kalau datang ketuk pintu dulu" marah Reni.
"Ya gapapa kan pintunya kebuka, emang lagi ngomongin apa bu?" tanya Tera yang diam-diam matanya menyorot tangan Reni yang saat ini sudah tak lagi menggerakan jarinya.
Ilmu hitam yang Reni pergunakan tentunya membahayakan, dan dapat menimbulakan kematian.
"Bu Reni, nanti saya urus soal nilai siswa kelas sepuluh ya." ucap Arkan yang kemudian di angguki Reni.
"Kamu murid tidak punya sopan santun Tera! Saya heran, kamu seperti membenci saya, padahal saya dan kamu tidak ada masalah apapun. Kamu cemburu saya dekat dengan pak Arkan?"
"HAHAHAH CEMBURU? SAMA IBLIS KAYA LO? HEH NENEK TUA, PAK ARKAN MAU SAMA LO ITU MUSIBAH. NGACA!"
Reni tersenyum dengan ucapan Tera, meskipun senyum'nya samar-samar tapi dapat Tera lihat bahwa iblis itu meremehkannya.
Kamu pikir saya akan sakit hati dengan perkataan kamu, kita lihat siapa yang akan sakit hati disini.
"TERA ERVANIA, KAMU BISA JAGA SIKAP KAMU SAMA GURU SENDIRI? KAMU DI DIDIK DISINI UNTUK MEMILIKI MORAL, ETITUDE DAN NILAI-NILAI AGAMA. LALU SIKAP KAMU SAAT INI APA NAMANYA TERA? TIDAK SOPAN SAMA SEKALI TERHADAP GURU SENDIRI, BAHKAN KAMU MENGATAINYA IBLIS?"
"Tapi pak, sumpah demi Allah dia itu emang iblis berkedok manusia"
"JAGA UCAPAN KAMUUUUU" rahang Arkan mengeras, ia mengangkat tangannya hendak mau menampar Tera, tapi kemudian ia mengontrol kembali emosionalnya hingga tak terjadi aksi tampar menampar.
Tera meneteskan airmatanya. Ia segera keluar dari ruangan Arkan tanpa mengatakan sepatah katapun
"TERAAAA!" teriak Arkan yang tidak sama sekali Tera pedulikan.
Sudah ku katakan, iblis tidak memiliki hati nurani untuk sakit hati pada ucapan manusia. Dan lihat, siapa disini yang sakit hati? HAHAHA. Tera, tera... Jika kamu menganggap saya iblis, lalu kamu siapa? MANUSIA LEMAH? HAHAHAHA.

KAMU SEDANG MEMBACA
INDIGO ✓
HorrorSEKUEL DARI MATA BATIN 3 Indigo - Genre : Horor Romance ____________________ Tera Ervania namanya, gadis yang terlahir dari garis keturunan indigo. Kedua orangtuanya yang bernama Ervan dan Karin sama-sama memiliki kemampuan sebagai manusia INDIGO, j...