"Pelang..gan?",gumam Naruto sedikit terkejut.
"Hiks... Aku takut!",ucap Sasuke shock batin tapi tidak berhenti menangis.
"Naruto, aku takut!",ucap Sasuke lagi di tengah isaknya.
"Apa yang salah pelanggan?",tanya Naruto pelan.
Sasuke malah menangis semakin deras,"aku tidak ingin keluar lagi... hiks... hiks...."
"Aku ingin kembali ke apartemenku, Naruto!"
'Sepertinya aku telah melakukan kesalahan',pikir Naruto gelisah.
"Baiklah, pelanggan. Saya akan membawa anda kembali",ucap Naruto segera mengangkat Sasuke yang masih betah bersender di dadanya.
"Pelanggan, bagaimana jika meminum sesuatu yang manis untuk menghilangkan rasa takut anda?",tanya Naruto menawarkan dengan hati-hati.
"...",Sasuke tidak menjawab tapi tangisnya sudah terdengar mengecil.
"Saya jamin hal ini tidak akan terjadi lagi pelanggan. Selain melakukan pelayanan khusus, saya akan memperlakukan anda dengan lebih hati-hati",ucap Naruto masih berusaha mengajak Sasuke bicara.
Sekarang tubuh Sasuke yang gemetar di gendongan Naruto sudah kembali tenang.
Sesampainya di dalam ruangan apartemen Sasuke, Naruto membaringkan Sasuke di atas sofa dengan perlahan dan sedikit merapikan poni Sasuke yang sudah memanjang dan menutupi area sekitar mata.
'...andai saja pelanggan ini tidak memiliki trauma, pasti wajahnya akan terlihat cantik seperti sekarang, seperti saat tertidur dan mungkin saja pelanggan ini akan tumbuh menjadi pemuda yang ceria dan memiliki banyak teman',pikir Naruto tidak menyadari jika dirinya tengah dilahap oleh pesona alami Sasuke yang menenangkan.
'Aku tahu! Bagaimana jika melakukan pendekatan pada pelanggan? Ini mungkin bisa sedikit meredakan traumanya',pikir Naruto serius dan berbalik badan.
"Mmgh~",gumam Sasuke di tengah tidurnya, tak sengaja memegang sedikit baju bawah Naruto.
'Hm... Sepertinya itu akan lebih baik. Atau... bagaimana jika aku...',pikir Naruto hendak berbalik dan melihat pakaiannya sedikit digenggam Sasuke.
Setelah melepaskan genggaman tangan Sasuke pada bajunya, Naruto berjalan pergi.
Bersama Sasuke saat ini, ia terlihat akan membuka matanya setelah sedikit mengernyit merasakan kedua matanya sedikit membengkak.
Sasuke pun mengerjap-ngerjap ketika kesadaran utuh miliknya mulai datang kembali secara utuh.
Sasuke kemudian mengedarkan pandangannya ke sekeliling yang masih kosong seperti biasa. Dia kembali sendiri di ruangan apartemen yang sudah ia tinggali hampir seluruh hidupnya.
Sasuke menghela nafas lega dan lebih ringan, kemudian Sasuke mencoba berdiri dan saat itu juga, tanpa sengaja ia mendengar sebuah suara dari dapurnya.
Sasuke langsung berlari menuju dapurnya dengan panik kemudian menatap ke sekitar area dapur secara perlahan. Ada seseorang disana, menggunakan peralatan dapurnya dan yang paling penting, ternyata dia adalah pemuda bertubuh tegap bersurai pirang.
"A-apa yang kau masak?",tanya Sasuke ragu dan berjalan mendekati si tamu penghuni dapurnya.
"Hanya makanan ringan untuk menemani malammu, pelanggan",balas si tamu menaruh makanan ringan yang ia maksud adalah telur pizza dengan telaten.
Sasuke pun memberanikan diri berjalan semakin mendekat.
"Harum",puji Sasuke pelan.
Naruto pun langsung tersenyum senang.
"Pelanggan, maaf mengambil keputusan secara sepihak, tapi... izinkan saya untuk datang dan tinggal disini, tentu saja hanya menemani pelanggan untuk sementara waktu sebagai tanda maaf atas kesalahan yang tanpa sengaja saya buat. Saya hanya akan ada disini saat pagi hari untuk menemani pelanggan dan menghidangkan segala kebutuhan pelanggan pada pagi hari, lalu saat malam hari, saya juga akan melakukan hal yang sama dan saya akan tidur di ruangan terpisah dari pelanggan",jelas Naruto panjang lebar.
"Apa anda keberatan pelanggan?",tanya Naruto setelahnya.
Sasuke bungkam, bingung harus berkata ataupun melakukan apa atas tindakan baik yang tiba-tiba ia dapatkan dari pemilik apartemen yang ia tinggali sekaligus orang asing yang tidak ia kenal.
Rabu, 28 April 2021
5:30

KAMU SEDANG MEMBACA
To Touch You
RandomSasuke paling anti dengan namanya benda canggih yang orang-orang gunakan di sekelilingnya. Entah apa yang terjadi? Sejak dulu Sasuke terlahir abnormal. Kalian tahu magnet? Tubuh Sasuke sensitif bagaikan magnet dan seluruh tubuh Sasuke adalah magnet...