21

536 52 0
                                        

"Hm~",Naruto menjilat bibirnya puas.

"..."

Sementara itu Sasuke nampak terpaku dengan wajah yang merona,"blushhh."

"Kau kejam!",tuding Sasuke sembari mengalihkan pandangannya ke bawah.

"...",Naruto hanya berkedip polos, kemudian membalas,"aku merasa berdosa mengajarimu yang tidak-tidak" dan tersenyum.

'Aku tidak menyadari ini sebelumnya, tapi aku sangat suka sikapnya padaku saat ini',pikir Naruto masih dengan senyuman bertengger di bibirnya.

"Hmph!",gumam Sasuke langsung menabrak dan menjatuhkan Sasuke ke kasur.

*Brukkk*

"Sret.. sret..",Naruto langsung mengangkat tangannya dan membelai  kepala Sasuke.

"Ini masih pagi, aku sedang tidak ingin bercanda",cetus Sasuke sembari menyipitkan matanya ketika Naruto membelai kepalanya berulang-ulang.

"Bagus! Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang? Diluar masih dingin..",balas Naruto kemudian melirik keluar jendela.

"Hm.. aku tidak suka mandi",gumam Sasuke langsung merenggut.

"...? Tidak suka mandi? Mau kumandikan?"

"Hm?",Sasuke memiringkan kepalanya bingung,"apa yang-?"

"Ada air hangat di tempatku, jadi kau pasti akan lebih nyaman setelah mandi"

"...",Sasuke menatap Naruto dan menganga, tak lama ia pun menghentikan tangan Naruto yang masih saja terus membelainya dengan memegangnya.

"Aku bisa melakukannya sendiri",tolak Sasuke cuek.

"...",Naruto hanya berkedip-kedip.

"Tapi aku sedang malas..",cetus Sasuke kemudian dengan bibir cemberut.

"???",pandangan Naruto langsung dipenuhi tanda tanya besar.

'Hm.. awalnya kupikir bisa sedikit mengerjainya, tapi... dia malah mengatakan itu?! Gagal deh!',batin Naruto terkejut dan shock.

"...",disaat Naruto tengah terpaku, ada Sasuke yang kebingungan karena tidak diladeni,"Naruto?"

"Oh.. iya, kapan itu?",tanya Naruto lirih. Betapa jahatnya dia sekarang!

'Maafkan aku semuanya!',tangis Naruto dalam hati.

"Bisakah sekarang?",tanya Sasuke balik sembari mengangkat selimutnya.

*****

N

aruto melihat Sasuke yang tengah telanjang dari belakang. Sasuke sebenarnya akan mengangkat kakinya untuk masuk ke dalam bak mandi.

"Prakk!",Naruto tepuk jidat.

Setelah Sasuke duduk di dalam bak mandi, ia menoleh ke samping untuk memeriksa suara aneh dari Naruto.

"...?! Kenapa jidatmu merah?"

"Tidak, aku keluar dari sini dulu ya? Aku akan menyiapkan handuk untukmu setelah kau selesai, katakan saja dan aku..",ucap Naruto ingin melarikan diri dengan sopan.

'Kenapa?',batin Sasuke panik. Ia segera berdiri dari baknya dan berlari menghampiri Naruto,"tunggu!" ucapnya sementara Naruto tak begitu mendengarnya.

"Akan menunggu di luar",lanjut Naruto sembari menggaruk punggung kepalanya setelah berbalik.

"Hm?",Naruto langsung menoleh lagi begitu mendengar suara air yang tumpah.

"???",Naruto langsung kaget dan berlari menangkap Sasuke,"hati-hati, Sasuke!"

"Aduh!",ucap Sasuke refleks.

"...betapa cerobohnya",Naruto langsung melancarkan protesnya ketika dirinya berhasil menyelamatkan bagian atas tubuh Sasuke, sementara kedua lutut Sasuke menyentuh lantai keras.

*****

Mata Sasuke sedikit berair ketika sudah di dudukkan di atas ranjang dengan handuk yang sehelai handuk menyelimuti tubuhnya.

"Kau mau mengatakan apa padaku Sasuke?",tanya Naruto tegas dengan fokus yang masih tertuju pada kedua lutut Sasuke yang saat ini tengah ia obati.

"Maaf~",ucap Sasuke memelas.

"Hm! Lalu kau akan melakukan apa?",tanya Naruto lagi, ia masih kurang puas dengan jawaban Sasuke.

"Aku akan berhati-hati~",balas Sasuke lagi masih dengan ekspresi memelasnya.

"Oke.. jaga ucapanmu!",ucap Naruto dengan suara yang lebih pelan.

"...",Sasuke curi-curi pandang pada Naruto setelah ia mengusap sudut matanya yang sedikit berair.

'Rasanya benar-benar seperti dimanja...',batin Sasuke merasa senang di sudut hatinya.

"Jadi, bagaimana jika aku tinggal disini saja?",tanya Sasuke secara tiba-tiba sampai Naruto refleks mengangkat wajahnya karena tertegun.

"...boleh",balas Naruto singkat, tapi masih tersimpan kehangatan disana,'boleh juga! Sama sekali tidak buruk!' batinnya kemudian.




























Selasa, 15 Maret 2022
21:25

To Touch YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang