💠 19 💠

2.4K 168 29
                                        

Semua keluarga Mixcel sudah berkumpul di ruangan keluarga mereka. Fita meremas ujung jaket yang dikenakannya pertanda kalau ia sedang gugup sekarang. Tatapan semua orang tertuju kepada Fita dan Dira.

“Baik, berhubung semuanya sudah berkumpul. Bunda mau memberitahu kabar gembira buat kalian.” Dira menoleh ke arah Fita yang menundukkan kepalanya.

“Kok Fita ada disini Bun? Lagi ngapain emang?” tanya Arlina bingung melihat Fita yang duduk di sebelah Dira, padahal biasanya Fita selalu duduk di sebelah Arvin. Aneh!

Dira mengelus-elus puncak kepala Fita membuat semua keluarganya bingung dengan tingkah Bundanya itu. Arvin yang melihat itupun memberikan tatapan tajam ke arah Fita. Meminta agar gadis itu menjelaskan apa yang sedang terjadi hari ini.

Lagi-lagi Fita hanya bisa menundukkan kepalanya gugup. Dira mengenggam tangan Fita dengan erat. “Bunda sudah bilang kan kepada kalian, kalau Bunda menginginkan anak perempuan lagi.”

Galuh menganggukkan kepalanya, ia sudah paham kemana arah pembicaraan istrinya. “Aku sudah duga. Kamu akan nekad melakukan ini, tapi aku akan menerima semua keputusan kamu. Asalkan itu yang terbaik untuk kita kedepannya.”

Mendengar ucapan Galuh membuat Dira tersenyum penuh arti. Sedangkan kelima saudaranya serta satu menantunya menggelengkan kepalanya pertanda tidak paham. Mevan, sang cucu Dira pun menggaruk-garuk kepalanya ikutan kebingungan.

“Dan Bunda udah beberapa kali gagal membuat anak perempuan, hingga saat ini.” Pandangan Dira beralih kepada Arlina. “Bunda mau Arlina punya teman bermain seperti gadis biasanya, oleh karena itu ... Bunda ingin mengangkat Fita sebagai anak Bunda dan Ayah. Apa kalian setuju?”

Prang!

Gelas yang tadinya di genggam oleh Arvin pun terjatuh ketika mendengar ucapan Dira yang cukup mengejutkan itu. Arvin menatap Fita yang melihat ke arahnya dengan tatapan bingung.

“A-APA BUND?! Bunda mau angkat Fita sebagai anak Bunda?” tanya Arvin tidak percaya.

Dengan senang hati Dira menganggukkan kepalanya. “Apa perlu Bunda putar ucapan Bunda tadi?”

Arvin tiba-tiba diam tidak berkutik. Melihat para saudaranya yang menganga lebar pun membuat dirinya menjadi kesal. Arlina menatap Bundanya sebentar, lalu memeluk tubuh Fita erat.

“YEY! PUNYA TEMEN BARU!” seru Arlina mendapatkan pelukan hangat dari Ayahnya.

Galuh memeluk Arlina, sedangkan Arlina memeluk Fita yang berada diposisi sebelah Dira. Fita yang tidak bisa menolak pun hanya bisa diam menerima perlakuan saudara angkatnya. Mungkin.

“Welcome my family Mixcel, Nona Fita Fatnan Mixcel!" Sambut Alvan yang membuat Fita semakin terharu dengan keluarga barunya.

Semua keluarganya memeluk tubuh Fita. Namun tidak dengan Arvin yang hanya memandang mereka malas. Arvan yang melihat kembarannya terlihat cuek pun berdehem sebentar.

Namun sepertinya Arvin sudah tidak peduli lagi dengan suasana yang seperti ini. “Arvin ke atas dulu, Bund!”

Arvin berjalan cepat menaiki tangga tanpa menoleh ke arah keluarganya. Alvin yang melihat keanehan adiknya pun menyenggol lengan Arvan. “Tuh anak kenapa?”

Arvan mengedikkan bahunya acuh. “Nggak terima Fita jadi adeknya kali.”

“Gue pikir juga gitu. Tapi lo ngerasa aneh nggak sih? Kenapa tatapan Fita sama Arvin itu kayak ada sesuatu yang kita nggak tahu gitu. Tapi apa?” tanya Alvin menggaruk-garuk kepalanya bingung.

Arvan mencerna ucapan kakaknya itu. Ia menatap Fita yang sedang dipeluk hangat oleh keluarganya. Kemudian Arvan mengangguk mengerti, memang sedari awal bertemu dengan Fita semua keluarganya sudah sangat menyukai gadis itu. Dan mungkin Tuhan sudah merencanakan ini semua diluar dugaan mereka.

ARVIN [TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang