Arvin Fatnon Mixcel. Tidak pernah ia bayangkan jika harus menjalani hidup serumit itu. Pada usianya yang terbilang masih muda itu harus bertunangan bahkan menikah dengan Sandra, yang notabenenya pacar kakaknya. Arvan menitipkan Sandra kepadanya buka...
Semua keluarga Mixcel sedang berkumpul di tengah-tengah panggung. Malam ini adalah malam kebahagiaan untuk keluarga mereka. Karena anak angkat Dira dan Galuh yang tak lain adalah ---- Fita akan pindah ke Indonesia dan melanjutkan cita-citanya disana. Mereka bahagia? Tentu. Namun berbeda dengan orang tua kandungnya. Papah Fita ---- Haris, terus saja memperhatikan Fita dari kejauhan. Ada rasa rindu dan juga ragu melihat wajahnya. Entah kenapa Haris merasa itu adalah putrinya yang pernah dia buang.
Arvin menggenggam tangan Sandra erat. Ia belum sepenuhnya melupakan Fita, namun Arvin akan membuktikan pada semua orang kalau dirinya telah mencintai istrinya. Sandra pun sama, ia akan belajar mencintai Arvin, dan melupakan kakaknya---- Arvan.
Semua orang berdansa di tengah-tengah ruangan acara. Sedangkan Fita memberi hormat di atas panggung. Lalu ia turun dibantu oleh Azhar---- teman dekatnya, sekaligus saudara tirinya.
“Maaf Nona, apa kau ingin minum?” tanya Haris menundukkan kepalanya sopan.
Fita tersenyum sinis dibalik topengnya. Entah kenapa, ia merasa risih dengan tingkah Papahnya. “Tidak!”
Fita berjalan ke tengah-tengah ruangan, tanpa menoleh ke arah Haris lagi, ia mencoba berdansa dengan orang-orang yang berada disana. Semua rekan bisnisnya mereka undang, bahkan rekan bisnis Alvan pun mereka undang.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Mevan--- anak Alvan dan juga Medina melirik-lirik makanan yang berada di meja. Begitu banyak dan menggiurkan. Namun saat ingin mengambil makanan yang berada di atas meja, tiba-tiba kakinya tersandung oleh ibu-ibu yang sedang berjalan.
“Kamu ini! Siapa yang mengajarkan kamu tidak sopan kepada orang yang lebih tua darimu. Hah!" Bentak ibu-ibu tersebut menatap Mevan dengan jengkel.
Fita yang berada di sebelah Mevan pun mendekat. “Ada apa ini? Kenapa Tante marah-marah sama dia? Atas dasar apa Tante memarahinya?”
Ibu-ibu tersebut tampak geram. Ia menghentakkan kakinya, lalu melepas topeng yang melekat di wajahnya. “Bocah ini! Dia sengaja menginjak kaki saya, dan dia dengan ceroboh mengambil makanan hingga jatuh ke gaun saya!”
Fita tersenyum sinis. “Itu cocok untuk nyonya. Dulu kau sering menginjak kaki orang sampai berdarah, dan sekarang giliran kau yang kena injak----.”
“Apa maksudmu!” Potongnya membentak.
Fita membuka topengnya. Suara riuh pun mulai terdengar di telinga mereka semua yang hadir di pesta tersebut. Fita menyuruh para bodyguardnya agar segera membubarkan pesta itu.
Tak butuh waktu lama, akhirnya pesta tersebut pun kembali hening. Dan sekarang hanyalah ada keluarga Mixcel yang berkumpul. Dira dan Galuh pun tidak tahu kenapa Fita membubarkan pesta tersebut tanpa sepengetahuannya.
Tiba-tiba lampu pun padam. Mevan langsung berlari ke arah kedua orang tuanya. Sedangkan Fita masih berhadapan dengan ibu itu. Siapa sangka ternyata Elizabeth berada disana dengan Haris di belakangnya.