03. O (Pretty of Pretend )

1K 123 1
                                        

Hai guys

Ready?

*

Kau hanya Sedang menyesal. Menangislah dan sadarkan dirimu

**

Terjadi kecelakaan di pabrik induk. Sejak satu jam lalu Lisa duduk di salah satu Kursi tunggu. Mereka terluka karena terlambat menyelamatkan diri dari kobaran api.

Kesalahan kerja mesin pengganti yang masih dalam tahap percobaan. Dalam diam Lisa memijat pangkal hidungnya tak habis pikir . Itu mesin yang di beli dari perusahaan jepang dari salah satu kolega nya.

Kursi berderit kang soo Duduk ragu-ragu. "Biaya rumah sakit sudah di beres kan Presdir."

"Bayarkan semua biaya perawatan Mereka sampai benar-benar sembuh, jangan lupa gaji mereka."

"Sudah ku bilang hanya luka ringan, boss. Pabrik bisa beroperasi minggu depan. "

"kau tidak apa? "

"Aku. Kau menanyakan aku? Memangnya apa yang kau lihat. Tentu aku baik-baik saja. "

"Hmm. Aku berpikir akan kacau kalau kau terluka. "

"Yah ya aku mengerti, sekarang kau tahu kan siapa yang butuh siapa. Akan ku ingat kalau-kalau kau meremehkan aku. "

"ya."

"kajja kita punya banyak pertemuan hari ini. Boss? Di mana fokus mu sekarang." "Ooo, astaga. "

Oh sehun di serang seseorang, pria es itu tidak membalas melainkan hanya terus menghindar dengan wajah tenang. Orang-orang panik lisa pun panik di tempatnya, menyaksikan darah membasahi sneli Oh sehun

Wajah Lisa pias Tubuhnya seolah membeku seketika, Sehun di depan matanya sedang tidak baik-baik saja dia terluka oleh pisau bedah. Bantuan untuk sehun tidak kunjung datang meski ini kondisi darurat dokter di tuntut bekerja sesuai etika. Mareka tidak bisa berbuat Sesuatu selain menunggu petugas keamanan yang tak kunjung datang.

Bagi Lisa waktu menjadi lebih lambat bak terjadi slow-motion. Ia menggenggam erat Hand bag nya. Orang itu mulai mendekat Lagi.

Langkah sehun terhenti Dia terpojok. Lisa menggigit bibir itu terlalu mengerikan. Astaga Lisa kau harus berpikir jernih.

Peduli setan. Tanpa aba-aba Lisa berlari Kencang, membuat Kang soo memungut barang-barang nya yang berserakan. Oh sehun pria itu tak boleh terluka secepat ini, layaknya semua hadiah yang tak Pernah Lisa biarkan Rusak. Sehun juga, sehun Hadiah untuk nya.

Tak seorang pun bisa memiliki hadiah yang sama dengan nya. Apa lagi merusak.

"Aku peringatkan . Jangan sentuh dia." Titah Lisa Dengan Sangat mencekam.

"....."
pria tua keluarga pasien Itu menatap Lisa sebentar lalu berpaling sambil tertawa kosong.

"Pak tua. Aku bilang diam disana. "

"..."

"apa kau tak mendengar aku. Kau tuli? "

Manusia Bar-bar semacam Lisa terlatih untuk pandai melumpuhkan lawannya, Dan menyelamatkan nyawa nya juga. Lisa mudah meledak jika seseorang tidak mendengarkan satu saja titah darinya, apalagi menyakiti milik Lisa. Apapun itu Lisa berhasil menyelamatkan Si pria Es, Oh Sehun.

"dokter Sehun yang membuat anak ku mati. Apa aku salah Jika aku menjadi marah."

Pria itu mulai menangis dengan tangan yang masih dalam kuncian Lisa. Inilah alasan pak tua ini menertawai nya.

ANOTHER LEVEL Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang