10. V (Queen isn't Cinderella)

611 79 2
                                        

Guys I'm back

Thanks vote Reader . Aku selalu apresiasi siapapun yang vote page ini. So thanks a lot

Makasih untuk 1k views. Ini berkat kalian semua.

So

Big boss Lalisa

And

Pak dokter

Is

Back

***

Bab 10. V

*

Sedangkan
Kau menanam sakit hati sedari lama. Serta Memendam kebencian dari hal yang tidak kau perbuat

**

Lalisa bersepandang dengan Vivi, Namun Lisa lebih suka menyebut dia di gumpalan kapas menggemaskan. Vivi juga sepertinya tidak tahu menahu, apa yang terjadi Dengan tuannya. Dia hanya bolak-balik memandang nya dan oh sehun secara bergantian.

Omong-omong sejak kedatangan nya yang ke sekian kali, Lisa merasa si Bitchon gempal itu mulai ramah padanya. Tentu Lisa masih patuh untuk tidak menyentuh nya, hanya melambaikan tangan menyapa. Hari ini di balas Vivi dengan berputar-putar lucu. tidak ada adegan melengos, layaknya drama di televisi.

"Maaf mengganggu tuan Oh."

Dan seperti sehun yang normal, dia hanya mengangguk menekuri lagi laptop kelabunya. Sudahlah. Kepribadian Oh Sehun sangat tidak menarik dan agak terlalu sunyi sebagai manusia. Begitulah cara dia hidup.

Lisa sepenuhnya mangabaikan sehun dengan mulai menonton serial action thriller, sebenarnya itu tujuan ia datang. Well ini memang weekend. Dan Lisa kemari karena malas Pulang setelah jogging selama satu jam penuh. Walaupun dia terkesan tak tahu diri menganggap rumah sehun seolah rumahnya.

Kerongkongan nya mendadak kering. Dia beranjak, dengan vivi yang Tahu-tahu mengekor.

"mau apa?" itu suara sehun. Yang masih sibuk dengan laptopnya, terserah lah memangnya lisa peduli.

"Kerongkongan ku kering. "

"omong-omong, Oh sehun. Bukan kah istri kak sean terlihat seperti selebriti. " ucapnya setelah duduk kembali di ujung sofa.

"Atau menurut ku saja. "

"Dia seorang aktris." balas dia seadanya. Masih menekuni sesuatu.

Sedang Lisa tersenyum miring, benarkan intuisinya bekerja dengan baik. Bagaimana pun Kak Irene nampak tidak seperti orang biasa. "Hmm tak salah lagi aku mengenali dia. "

"walaupun, gaya berpakaiannya jelas tak seperti aku. Tapi dia Mungkin akan menjadi center dimanapun. "

"kak Irene memang selalu mencolok. "

Sehun berpaling kearah nya sebentar, "memangnya kapan kau bertemu dengan kak Irene? "

"Tentu saja kemarin saat acara makan malam. Ah ya lebih tepatnya out door dinner."

"tentu kau tidak tau, kau kan tidak ada." ucapnya melihat sehun sekilas, pandangan nya kembali pada layar datar di depannya.

"Jadi kau datang, ku pikir tidak."

"Kau salah kaprah, Aku selalu hadir di acara yang menguntungkan ku. ." tegas Lisa.

"Lalu kenapa kau tidak bilang? "

"Kau sedang berjaga malam Oh sehun, alasan mu malam itu. aku dengar langsung dari ibu. "

"Seharusnya aku tak membiarkan mu datang sendiri ." Sehun tersenyum canggung kentara sekali dia merasa tak enak hati.

ANOTHER LEVEL Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang