***
Padahal sang tuan putri itu selalu dianggap satu-satunya.
***
Rapat yang telah berlangsung lama, menghasilkan jabat tangan meskipun dengan drama keputusan yang alot. Pihak mereka sama kerasnya menerapkan sistem mereka. Tapi bisnis ini tidak ditentukan oleh siapa yang terkuat. Efisiensi lah yang bekerja untuk kami.
Mau bagaimana pun lisa butuh sektor bisnis lain yang acak dan tidak saling berhubungan. Uang-uangnya tidak boleh tumbang hanya sebab mengeruk dari satu bidang.
Klien nya pamit undur diri dengan johny yang mengantar nya hingga lobi. Kang soo masih membuat notulen. Sementara general manajer memulai rancangan dari franchise yang baru di bicarakan. Lisa beranjak dahulu, setelah meninjau hasil sementara general manajer sebelum data akan masuk dalam bagian RND (pengembangan).
"notulen sudah di bagikan kepada klien, "
"ya, kau cekatan. Lalu apa yang masih kurang untuk perjalanan belanda."
"terakhir kali kita bicara, sudah final. Mungkin dari anda bagaimana bos, siap bekerja jauh."
"tentu, sepertinya. "
"Anda harus berpikir lagi, aku yakin kekurangan bukan di persiapan ku."
"terlalu percaya diri. " lisa mendengkus
Kepala tim audit menyapa nya, usai meletakan tumpukan kertas di meja asisten, katanya tinjauan untuk sistem di belanda. Lisa menyingkir membuka pintu untuk dirinya sendiri. Bau ruangan bertekanan udara tinggi menyapa, menyenangkan. betapa kepalanya butuh oksigen lebih.
"ya asisten kang." ucap lisa karena kangsoo lagi lagi bersuara. Bukankah lisa juga butuh konsentrasi.
"who is seulgi?"
"is some thing happen?" tebaknya
"beberapa minggu lalu kau ingin mencari tau dia bukan? Aku sibuk waktu itu, boss."
Soal itu, mungkin dia risih dan tergilitik untuk mencari titik terang perempuan itu.
"lalu?"
"apa dia betulan penting? Jika ya Aku bisa mencari tau mulai sekarang. Pekerjaan ku mulai longgar."
"dia hanya mencoba sok dekat. Menurutmu bagaimana,"
"aku kira serius, di meja mu ada beberapa persiapan kita ke belanda, sekali lagi kita tidak bisa berlama-lama."
"sudah ada persiapan juga untuk acara Swarows group, "
" swarows tidak terdengar menarik lagi kang soo, "
"benar sekali presdir, bahkan untuk ukuran ku berbisnis dengan mereka itu cukup membuang energi. "
"Aku sedang memikirkannya. Lumayan lelah jika mengikuti arus mereka. Akan ku pikirkan matang-matang. "
"aku menunggu keputusan terbaik anda boss, sekian pagi ini, akan saya ingatkan anda janji temu satu jam lagi. Permisi"
"karena kau, aku berpikir lebih banyak beberapa malam. sepertinya kau yang lebih tau soal kami. Tapi apa mau mu asisten kang."
" Kesenangan tersendiri saat kau terlihat sedikit menikmati hidup. Meski kau meragukan sendiri."
"meskipun terbilang berlebihan, aku tidak mau merasa bersalah. Karena mungkin saja."
"apa maksudmu"
"perjalanan mu mungkin bukan lagi soal kesepakatan kalian."
"sudahlah kang soo, sekertaris jo silakan masuk."
KAMU SEDANG MEMBACA
ANOTHER LEVEL
AcakLalisa Kim yakin sepenuhnya ia tak menginginkan pria manapun ikut larut dalam dunianya. Pria dari antah berantah menentangnya. Oh Sehun sanggup menjadi tameng yang menjauhkan Lisa dari perjodohan manapun. "aku bukan kamu. " "ya kita memang tak sama...
