***
Balkon yang terletak membelakangi ruang serba guna, menjadi tempat sehun berpijak gusar hanya sendirian. Pagi jelas sudah datang sejak beberapa saat lalu namun disinilah sehun berdiam diri. belum sekalipun terpikir akan beranjak.
Dengan pikiran yang belum bisa diam, isi kepalanya sungguh berisik, beriak bagai sungai dengan arus paling deras. Udara pagi buta yang dinginnya menusuk kulit tak membuatnya jera.
Ada sepotong dari beberapa potong yang ia sadari dari puzzle hidupnya, mereka tak membentuk satu rupa yang jelas.
'semoga kau sembuh, dari masa lalu mu.'
Wajah lay senior sekaligus teman datang lagi dibenaknya.
'dude, mengapa sampai sejauh ini bagian rumpang belum kau temui.'
'yang mana?'
'masa muda ketika kau anggap bahagia, aku harap kau sembuh dari itu.'
'entahlah kenapa harus aku yang bicara, namun perlu ada seorang pengingat bukan?' sehun diam cukup lama. jangankan tau akan bertindak apa. ia saja tidak mengerti seperti yang mereka katakan.
Sehun perlu mencarinya. Karena hanya ia yang akan tau.
"maafkan teman mu ini, tapi carilah, meskipun itu ada di memori paling bahagia mu, yang rumpang memanglah demikian. Bahagia? Itu hanya dalam sudut pandang mu. Bisa jadi." ucap suho ditengah ramai grand opening rumah makan kyung soo. Sehun menyerit lagi lagi temannya berkata demikian. Suho berhasil, ia percaya lewat sorot mata tak main main.
Walaupun sehun bertanya ribuan kali, lay dan suho yakin sehun tidak akan percaya dengan sudut pandang nya.
' kalian pernah berkata apa yang ku lakukan sudah sepantasnya. Mengapa sekarang berbeda..'
'satu hal, kau yakin kau sadar? atau mencoba membenarkan kemauan mu.'
'selain itu, kau hanya berputar dipusaran hal yang tak pernah kau dapat. '
'Hanya karena dia terus mendukung mu. Kau anggap itu ingatan bahagia?'
Suho selalu berbicara demikian, belakangan dia anggap lisa lah, perempuannya. Yang selama ini sehun cari.
Lalu lay atau suho akan memberi puzzle yang kesekian, lagi. Cari sehun terus mencari sendiri.
'kami sudah selesai.' balas sehun lelah.
'bagaimana bisa kau anggap selesai, karena dia belum mencampuri mu lagi?.' ucap lay dengan wajah sedikit tak enak hati, terakhir kali. Karena dia bukan orang lain.
Dua teman yang berumur di atasnya berhasil, membuatnya porak poranda. potongan yang mungkin perlu waktu sampai selama ini. Butuh berapa lama sebenarnya hingga mereka meletakan beban lagi padanya.
Semuanya baik-baik saja jadi apa yang akan sehun perbaiki.
Mengapa semuanya datang bersama lalisa kim, perempuan yang merupakan jalan keluar sehun dari keluarganya. Bisakah setidaknya permohonanya didengar, jangan beri sehun ucapan apapun, setidaknya jangan libatkan lalisa kim.
KAMU SEDANG MEMBACA
ANOTHER LEVEL
CasualeLalisa Kim yakin sepenuhnya ia tak menginginkan pria manapun ikut larut dalam dunianya. Pria dari antah berantah menentangnya. Oh Sehun sanggup menjadi tameng yang menjauhkan Lisa dari perjodohan manapun. "aku bukan kamu. " "ya kita memang tak sama...
